
"kamu serius mengajakku pulang?" tanya Sherla
"iya, kamu disana lebih aman, sungguh"
"yakin Joana? apa tidak bahaya keluarga kita disana malah?" tanya Joana
"ya tidak lah buk, kak Theo dan semuanya tidak akan pernah datang ke indonesia, yakin sama aku" kata Joana
"Joana makasih ya kamu sudah sangat baik kepadaku, aku selalu membuatmu nyaris kehilangan nyawa karna membantuku" kata Sherla memeluk Joana
"sudah lah jangan pikir itu, kamu akan memiliki keluarga baru disana, ada keluargaku" kata Joana
hari berlalu, hari terakhir di amerika, sebelum penerbangan esok pagi, siangnya Joana memutuskan menemui Max dirumah sakit
saat sampai, sudah ada 3 anak buah Motheo lainnya juga ada Motheo, Motheo kebetulan baru juga datang..
"Joana?" sapa Motheo
"gimana sama kak Max?" tanya Joana
"masih koma, dia tidak juga sadar diri"
Joana mendekati arah Max, lalu menatap wajah Max yang memakai oksigen dihidungnya
"kak Theo, aku mohon sekali sama kamu"
"mohon?" tanya Motheo bingung
"iya, mohon jangan sakiti kak Max ya, jangan marah, jangan menghukumnya, jadikan dia sama dengan kemarin, aku mohon"
"kenapa?" tanya Motheo
"karna aku tidak mau masalah ini membuat dia menderita hanya karna aku" kata Joana
"Joana.. kapan kamu pergi?"
"besok pagi, aku minta satu hal itu sama kamu ya, satu saja kalau kamu sayang sama aku, jangan sakitin dia sedikit saja"
"memangnya kenapa?"
"karna dia orang baik, aku sayang sama dia, dia seperti kakak untukku" kata Joana
Joana mendekati wajah Max lalu mencium kening Max, dan berpamitan kepada Motheo, tapi saat akan pergi, Joana mendekati arah Delvin
"kamu paling dekat sama kak Max, ini nomorku dan kartu nama ku, hubungi aku dinomor itu kalau kak Theo menyakiti kak Max" kata Joana kearah Delvin
Delvin menerima kartu nama itu lalu melirik arah Motheo, dan Joana pun pergi..
malamnya, semua persiapan selesai, yaa namanya juga tidak ada banyak baju untuk dibawa Sherla jadi seadanya, selama dirumah Joana nanti kan bisa memakai pakaian Joana
subuh... Joana bangun...
ia menghubungi Alberto, ingin diantarkan Alberto ke bandara untuk terakhir kalinya
Joana menjelaskan permintaan nya kali ini dan Alberto mengiyakannya, tak lama Alberto sampai, ia masuk dan duduk di kursi depan rumah Joana, Joana pun keluar bersama Lestari dan Sherla
Lestari dan Sherla juga ikut bersiap siap dan mereka menuju bandara tapi karna waktu juga masih cukup, Joana akan pergi menemui Ameera dulu
"Joana" sapa Alberto
"hai pak, makasih ya masih mau antarkan aku"
"iya nak, kamu akan kemana?"
"kerumah bibi ku dulu, ini alamatnya"
"okeh"
sesampainya dirumah Ameera, kebetulan Ameera duduk didepan rumahnya sembari menunggu suaminya pergi kerja
"Joana" sapa Ameera
"bibi, ini kunci rumahnya, aku kembalikan makasih ya bi, sudah memberikannya kepada aku" kata Joana
"iyaa, sama sama, kamu kapan balik lagi Joana?"
"aku tidak tau bi, mungkin tidak, bibi dong kesana"
"haha iya deh, nanti bibi ada rencana sama suami, nanti main ya"
"siap, nanti aku antar kemana pun" jawab Joana
"haha iya"
"nak Ameera, makasih ya biarkan ibuk disana" kata Lestari
"iya ibuk, ibu sudah kuanggap ibuku, jadi ibuk jangan merasa tidak enak"
"iyaa"
Joana kembali masuk ke taksinya dan sesampainya dibandara...
"Joana, bawa saja, ambil kamu buat saku" kata Alberto
"loh pak, kok gitu?"
"iya, sebagai tanda terimakasih saya, sudah percaya sama pelayanan taksi saya"
"ahh siap pak, saya juga terimakasih banyak membantu saya selama disini"
Joana berpamitan lalu masuk kebandara, ternyata sudah hadir Tivano menunggu Joana
"Tivano" sapa Joana
"hai, Joana, sudah siap? ini sudah akan terbang 20 menit lagi"
"iya siap"
"Joana, siapa?" bisik Tivano menunjuk arah Sherla
"ahh ini Sherla, temanku, dia akan tinggal dirumahku diindonesia"
"oh, kenapa disini?"
"disini dia tidak memiliki keluarga, jadi aku bawa saja, dia disana bisa hidup lebih nyaman karna ada keluargaku" kata Joana
Joana tidak menjelaskan terlalu detail siapa Sherla, karna baginya Tivano tidak perlu tau mendalam ceritanya
tak lama Elyas juga datang..
"Joana" sapa Elyas
"kak" sapa Joana
"kamu ikut pulang kak Elyas?" sapa Tivano
"iya" jawab Elyas super cuek
Joana juga mengenalkan Sherla kepada Elyas disana...
"ini temanku kak, Sherla" kata Joana mengenalkan kepada Elyas
"Sherla" sapa Sherla
"Elyas" jawab Elyas dingin
"ahh ini Tivano, tadi belum kukenalkan ya" kata Joana
"Tivano" sapa Tivano
"Sherla, salam kenal kak" sapa Sherla
"sama sama"
mereka pun persiapan akan naik ke pesawat, Joana mengirim statusnya terupdate nya, tak lama dari itu notifikasi masuk dihape Joana ada grup chat masuk untuk jalinan hubungan antara Joana, Akeyla dan Marcello
Joana hanya tersenyum melihat notifikasi itu tapi ia harus mematikan hapenya, dan ia pun mulai perjalanan
sesampainya diindonesia...
Joana disambut oleh ayah, ibu dan bibinya...
Joana menjelaskan sedikit tentang Sherla yang akan tinggal dirumah Joana nanti dan ketiga orang tua Joana pun mengiyakannya bahkan menyambut Sherla dengan sangat baik
sesampainya dirumah, Joana, Lestari dan Sherla beristirahat
dimana akhirnya Joana masuk kembali kekamarnya yang sudah 7bulan ia tinggalkan, ia pun tidur, Sherla tidur dikamar bibi Melinda, karna Melinda sudah memiliki konsenan rumah dinas dari tempat nya bekerja dirumah sakit agar tidak jauh dari rumah sakit itu
tapi nanti setelah istirahat, Joana akan menyiapkan untuk kamar Sherla diatas, dikamar lama Joana dulu, karna bagaimana pun kan Melinda akan sering pulang kerumah itu
meningglkan Joana tidur dan beristirahat..
Motheo melihat ada pergerakan tangan Max, Max mulai sadar dan dokter mulai memeriksanya
hari demi hari kondisi Max membaik, dan Max dirawat dengan baik juga disana, dan atas permintaan Joana, Motheo tidak menghukum sedikit pun kepada Max
"bos, ini semua salahku, aku siap kalau kamu mau bunuh aku karna aku mencelakai Joana" kata Max
ketiga anak buah Motheo yang lainnya saling bertatapan disana..
"jangan bahas dia, Joana sudah pergi, dia mungkin tidak akan kembali, jadi aku harap kalian tidak ada lagi menyinggung dia, aku akan melupakannya" kata Motheo
seketika itu Max merasa nyawanya masih aman..
beberapa hari kemudian, kehidupan Motheo kembali seperti sebelumnya, dimana bisnis haram yang membuat nya mendapatkan kekayaan secara sadis kembali berlaku bahkan atas turun tangan Motheo
sebulan berlalu, Motheo benar benar mampu melupakan Joana, hingga ketika mereka duduk di markas bersama, Motheo bersama Delvin, Bastian, Bams dan Max dan beberapa anak buahnya yang lain ada disana
saat itu juga, Max menyeletuk bertanya..