
mereka mengobrol juga disana, tak lama pesan masuk, Joana melihat hapenya dan Motheo juga penasaran jadi melirik kearah hape Joana
pesan masuk itu dari Samuel yang menanyakan kapan lagi Joana bisa datang kerumahnya karna Samuel belum terlalu sehat betul
"kak, aku sepertinya akan pergi duluan deh, aku tinggal ya" kata Joana
"emm, kamu mau kemana?"
"aku mau kerumah kak Sam, kak Sam sakit, dia demam dua hari lalu hingga sekarang"
"emm, sakit? ah masak?"
"iya kak, aku sudah sempat kesana kemarin"
"terus ini?"
"kesana lagi"
"kerumah Sam?"
"iya"
"aku ikut"
"jangan kak, rame nanti"
"rame apa? gak, aku janji gak ribut"
"tapi disana banyak penjaga, yang ada kamu gak bisa masuk"
"ya biarin, aku maksa masuk, kamu tega aku diluar? gak kan?"
"ya kak, tapi"
"ayo naik mobilku"
"kaaak"
"Joanaaa"
"kak awas aja kalau ribut beneran nanti"
"iyaaa"
Joana pun pergi kerumah Samuel bersama Motheo, sesampainya, mereka turun dari taksi dan masuk gerbang rumah Samuel
"hei, nona, kenapa kamu membawanya?" tanya satpam jaga
"gak papa kan pak masuk?" tanya Joana
"ya gakpapa lah, kalau aku dilarang masuk, dia tau siapa aku dan apa dampaknya" kata Motheo
"kaaaak Theo" ucap Joana
Joana dipersilahkan masuk bersama Motheo juga, baru sampai di depan pintu rumah utama..
"maaf pak, ada urusan apa ya?" tanya staff jaga
"emm pak, ini saya yang ajak, saya diminta oleh kak Sam buat datang" kata Joana
"tapi tidak bisa masuk, maaf pak, nona, ini privasi bos saya" kata Albern, staff lain disana
"privasi? okeh baik, kalau saya tidak diizinkan masuk, saya tidak akan membiarkan Joana masuk" kata Motheo
"kak Theo!" ucap Joana
akhirnya karna ucapan itu membuat penjaga bingung, Albern bertugas menyambut Joana tapi yang datang bersama ketua gengster terkejam
akhirnya ia menelfon bosnya dan memberitahunya..
"bos, ini diluar ada nona Joana tapi bersama bos Theo" ucap Albern
"oh sama bos Theo? terus? kalau bisa suruh Joana sendiri masuk"
"dilarang bos saja bos Theo, kalau Joana masuk ya dia masuk, kalau dia tidak boleh, katanya Joana tidak akan ia izinkan masuk"
"oh tunggu, biar aku suruh Fabian turun"
Samuel memang belum begitu pulih jadi ia menyuruh untuk Fabian saja turun, Fabian turun dan mengajak mereka masuk keruangan Samuel
"kak Fabian" sapa Joana
"Albern, biarkan dia masuk" kata Fabian
"baik" jawab Albern
Albern pun menemani Fabian mengantarkan Joana dan Motheo, bukan Joana ditakut bermacam macam Teapi Motheo nya, hingga sampai diruangan dituju barulah Albern turun kembali bekerja
sementara Joana masuk, bersama Fabian juga diikuti oleh Motheo, lalu Joana menyapa Samuel dikamar itu, ternyata didalam kamar itu sudah ada 3 anak buah Samuel yang lainnya yaitu Ravansa, Nico dan Morza, tapi tidak membuat Motheo takut
"ngapain kamu ikut kesini?" tanya Samuel
"kenapa? memang gak boleh? kau sendiri ngapain suruh Joana datang?" tanya Motheo
Samuel hanya diam lalu Joana duduk disamping Samuel
"memang kau sakit? sakit apa? mana ada mafia sakit? haha baru ini aku temui" kata Motheo
"kak Theo" ucap Joana
"lah ya iya kan bener kan aku bicara apa, mafia terkejam, tersadis, masak demam saja sudah loyo"
"udah ya kak" jawab Joana
ketiga anak buah Samuel kaget juga bingung nengapa beraninya Motheo membongkar siapa Samuel didepan Joana
"emm kak Nico, gak usah berbisik, lagi pula tidak masalah kok, aku tau siapa kak Sam dan kak Theo sekarang, jadi buat kalian juga gak perlu menutupi" kata Joana
"memang iya" jawab Samuel
"ahh"
tak selang beberapa lama ditempat itu..
"oh jadi ini rumah mafia besar? lebih banyak duit buat kemewahan dari pada disimpan ya?" jawab Motheo
"ya lah, bukti kalau saya kaya harta yang tidak main main" jawab Samuel
"kak Theo, kak Sam, udah lah, kak Sam kanu kan sakit, jangan dijawab saja perkataan kak Theo" jawab Joana
"ngeselin" jawab Samuel
"kau ngeselin, begini doang, demam doang, manja didepan Joana, kau cari muka apa?" sambar Motheo
"terus saja, terusin ya, aku pergi" kata Joana
"iya tidak, suruh dia diam" jawab Samuel
"kak Theo" ucap Joana
"ya" jawab Motheo
beberapa menit berikutnya, Motheo mendapat telfon dari Bams, tapi ia tidak mengangkatnya, tak lama Bams mengirimkannya pesan chat tentang ada kasus diminta untuk Motheo turun tangan tapi Motheo tidak mau, ia menyerahkan semua kepada Bams dan untuk Bams meminta bantuan Max
karna tidak mungkin jika Motheo akan meninggalkan Joana dirumah Samuel sendirian disana
"kenapa kak?" tanya Joana
"emn kenapa?"
"itu, ada yang hubungi kah?"
"oh hape? tidak kok"
"emm"
beberapa menit kemudian karna bosan, Joana mengambil bukunya, karna Samuel juga mulai bosan, apalagi ia kesal ketika Motheo terus memerhatikan Joana disana
yaa setelah beberapa menit diam, Joana mengambil lagi buku nya, membaca buku sambil menjaga Samuel, tapi diam diam Fabian melirik kearah bosnya, dan Samuel paham
Samuel gatal ingin bertanya tentang hubungan Joana dengan Elyas itu
"emm, Joana" sapa Samuel
"yaa kak?"
"jujur saja hubungan kamu sama pacarmu bagaimana?"
"Elyas?"
"iya dia, apa masih berpacaran?"
"masih kak"
"bener masih? apa kamu tau semuanya soal banyak hal tentang Elyas?"
"tau, semua tau kok, dia selalu memberi tahuku banyak hal tentang hari harinya"
"oh baiklah"
Motheo melirik kearah Samuel dan Fabian disana, ia mulai curiga pertanyaan arah nya kemana
mereka kembali diam lagi, tak lama lagi karna melihat kearah Joana membuatnya ingin sekali mengatakan apa yang terjadi dibelakangnya antara pacar Joana dengan pacar Fabian, Samuel membuka kembali percakapannya
"emm, Joana"
"ya kak?"
"menurutmu selingkuh dalam pacaran itu gimana?"
"emm selingkuh? berarti ada dari salah satu pihak pasangan yang memiliki 2 pasangan lain?" tanya Joana
"ya begitu lah"
"kenapa terus?"
"ya meurut kamu, bagaimana?"
"menurutku ya jahat lah, jahat banget, tega berarti yang selingkuh"
"kamu pernah diselingkuhi?" tanya Fabian
"sama siapa?" tanya balik Joana
"ya sama siapa gitu, mungkin sama pacar pacarmu sebelumnya"
"selingkuh? gak pernah kak, gak pernah sih"
semakin bingung arah nya kemana, karna pikiran Motheo jika percakapan itu mengarah untuk Samuel menyatakan perasaannya tapi bukan, malah membahas pacar Joana
"bagaimana kalau kamu diselingkuhi?" tanya Samuel lagi
"emm? aku diselingkuhi? yaa gak tau deh"
"misalkan saja"
"ya mungkin aku putus, aku berikan saja sama pasangan dia lainnya"
"putus saja? gak marah?"