
ia memang dikelelilingi pria kasar, seperti Nero, Feris apalagi Elyas, tapi ia tidak pernah sekali saja mendapatkan kekasaran itu
"siapa dia? kenapa dia yang kamu bawa?" bentak Motheo kepada salah satu anak buahnya
"saya juga tidak tau bos, pawaannya sama, saya pikir itu dia"
semua benar benar kena kemarahan nya Motheo, tapi akhirnya Joana teriak sekeras kerasnya
"kaaaaaak" teriaknya
"kenapa teriak?" bentak Motheo
"aku ingin buang air kecil" jawab Joana dengan lugu
seketika itu Motheo melirik kearah anak buahnya dan melirik kembali kearah Joana
"kak, cepatlah" kata Joana lagi dengan memelas
"tidak, kalau aku buka kan, kamu kabur, lalu kamu pergi dari sini kan" kata Motheo
"tidak kak, aku janji"
Motheo menatap dalam kearah wajah Joana dan ia melihat keseriusan ucapan itu jadi Motheo menyuruh anak buah nya membukanya
"bukakan talinya" ucap Motheo
"yakin bos Theo? kalau dia mengacau bagaimana?" tanya Bastian, salah satu anak buahnya
"iya bos, jangan mau tertipu sama kepolosannya, bisa saja dia mengacau mu, kamu tau bagaimana wajah Sherla kan? dia terlihat polos sekali" jawab Max,
"tidak, aku percaya dia, lepaskan saja, tungguin depan toilet dan bawa kemari lagi, aku belum selesai" jawab Motheo
kedua anak buah Motheo pun melepaskannya disana, dan Joana benar benar hanya ketoilet, ia menurut pula ketika kedua anak buah Motheo itu membawanya lagi keruangan tadi
Joana duduk, lalu Motheo meminta semua anak buahnya meninggalkannya berdua dengan gadis itu disana, semuanya menurut dan mereka pergi
tinggallah Joana dan Motheo disana...
"jujur sekarang padaku, hanya ada aku disini bersama kamu, siapa kamu, lalu kemana Sherla?" ucap Motheo
"aku Joana kak, aku tidak ada kenal Sherla, teman ku tidak ada nama itu"
"lalu kenapa kau bisa memakai baju ini?"
"oh ini. ini tadi aku mau pulang dari kampus kerumah ibuku, tapi tengah jalan aku istirahat karna panas di halte tapi ada yang meminta ku untuk memgganti pakaian denganku karna dia kedinginan" kata Joana dengan polosnya menceritakan semuanya
disini baru Motheo sadar gadis didepannya benar benar tidak terlibat apapun, bahkan ia dan anak buahnya diperdaya dengan mengganti pakaian mereka untuk bertukar
demi mengelabui mereka untuk menculik Sherla disana, dan seketika itu Motheo teriak
"masuuuuk kalian" teriak Motheo
"kenapa bos Theo?" tanya anak buahnya disana
Motheo mengatakan semuanya apa yang dikatakan Joana tadi, dan mereka semua nya kaget, yap, didepannya ini memang bukan terlibat apapun soal Sherla
Motheo pun meminta agar anak buahnya melepaskannya dan membiarkannya pergi tapi Motheo tidak mudah melepaskan begitu saja, ia membisikkan kepada Max dan Delvin untuk mengikuti Joana
tapi saat sampai didepan gerbang, mereka mengikuti Joana tapi Joana malah balik arah, Joana malah balik lagi masuk dan menyapa Motheo, karna Joana disana tidak tau jika Delvin dan Max mengikutinya jadi ia langsung masuk saja lagi dan menyapa Motheo yang bersama Bastian dan beberapa anak buahnya yang lain
"kenapa lagi dia?" tanya Motheo kepada Max dan Delvin
"gak tau bos, dia balik saja"
"kak, saya tidak tau ini didaerah mana, bisa bantu saya antarkan saya lagi tidak ke halte tadi? saya taunya cuma daerah sana" ucap Joana dengan polos
seketika itu Motheo bingung, bagaimana bisa malah ia meminta bantu untuk diantarkan pulang, sejarah mana yang menuliskan jika diculik lalu dilepaskan tapi minta antarkan pulang
"aku anak kampus unniversitas Los Angeles, tapi aku hanya pertukaran pelajar, jadi tidak begitu tau daerah disini"
"wooh?" ucap Motheo kaget
bagaimana tidak, gadis didepannya adalah gadis sekolahan, masih kecil, benar benar lugu dan polos, gadis pertukaran pelajar pula, pasti lah dia tidak tau apapun tentang Motheo disana
"yaudah antar dia Max" kata Motheo
"baik bos" kata Max
"tapi ingat, ikuti dia, siapa tau dia masih bohong kan, atau kita dapat rahasia baru" bisik Motheo
jadilah Max mengantarkan Joana pergi sampai di halte tadi, tapi setelahnya, Joana pergi ke asramanya saja, karna ia tidak mau Lestari kuatir dengan kondisinya yang berantakan
ia pun pergi ke asramanya lalu masuk gedung dan masuk kamarnya, disini Max tau jika gadis itu benar benar murid kampus itu
Max memastikan baru ia pergi, sesampainya di markas.... ia menceritakan kepada Motheo jika Joana memang salah satu murid kampus itu
esoknya.. setelah semalaman Motheo merasa penasaran kepada Joana, dimana ia penasaran bukan karna kebaikan Joana seperti Samuel justru penasaran karna kepolosan Joana ketika ia diculik lalu dibebaskan tapi malah meminta diantarkan pulang
jadi ia mengawasi segala kegiatan Joana selama dikampus itu, ia melihat semua kegiatan Joana benar benar murid yang cukup terbilang pendiam dan juga berprestasi
kegiatan mulai habis kelas, ke perpustakaan, lalu pergi kekantin untuk makan juga membaca buku pelajaran nya dan selama mengikuti Joana disini, Motheo baru sadar jika Joana adalah murid dari fakultas kedokteran terutama dokter psikologi dan kejiwaan
oh ya, belum jelaskan siapa Motheo kan?
Motheo adalah ketua utama gengster terbesar dan terkejam di amerika
jika sebelumnya Samuel, dikenal kejam, tidak berhati, semua kalau jika diukur dari kejahatan kejahatan Motheo
bahkan Motheo bisa membunuh siapapun yang ingin ia bunuh disini, tanpa ia bisa masuk penjara sedikitpun
jadi berapa persen kekuatan Samuel, masih jauh dibawa kharisma sosok Motheo yang banyak memanggilnya sebutan bos Theo
okeh kembali dimana Joana dengan kesibukan nya, ia pergi ke ruang kelas nya lalu pulang dari kelasnya, ia berencana pergi kerumah Lestari karna kemarin tidak jadi 2x untuk pulang kerumah Lestari
ditengah jalan, ia tidak merasa ada yang mengikuti, tapi ia tiba tiba saja memanggil nama seseorang yang sejak tadi memang mengikuti nya
"kaaaakk, kenapa mengikutiku?" tanya Joana
"oh"
seketika pria mengikuti itu terdiam, ia adalah Samuel, entah tiba tiba saja Joana seperti tau jika Samuel mengikutinya
Joana membalikkan badan, Samuel tidak bersembunyi tapi ia masih tercengang
"kamu masih ada urusan kepadaku?" tanya Joana
"ahh, ti..tidak, kamu tau darimana aku mengikutimu?"
"aku merasakan itu penciuman, aku mengingat wangi setiap orang"
"kamu mengingat wangi seseorang?" tanya Samuel
"aku lebih pintar mengingat seseorang dengan aroma nya dibanding yang lain, jadi aku tau kamu mengikutiku"
"tapi aku dan keempat temanku kemarin memakai parfum yang sama"
"aku tetap bisa merasakan"
"bagaimana caranya?"
"aku bahkan mengingat satu persatu aroma khas tubuh keempat pria teman kamu kemarin, untuk itu aku yakin kamu yang disini"