My Name JOANA

My Name JOANA
159



"semuanya?" tanya Joana


"iya semua"


Egar menjelaskan tentang isi atm nya yang paling banyak karna ia memang udah siapin buat kalau ia nikah, untuk ia kasih istrinya, Egar kan hemat anaknya.


disatu ini hasil gajimya, nanti setiap gajian, mau pakai saja uang di atm itu buat semua keperluan mereka, jadi atm ini terserah Joana mau bawa atau tinggal.


dan sisa 1 atm, atm biasa, isi sendikit biar Egar pegang saja untuk keperluan pribadi Egar, kan kalau dijalan gak tau butuh apa, haus orangnya atau haus kendaraannya kan jadi ada persediaan


"emm makasih Egarr" ucap Joana


"iyaa sayang"


"berapa memang sandi pasword nya?"


"ulang tahun kamu"


"wooh serius?"


"iyaa, serius"


Egar memasukkan semua kata sandi setiap atm nya adalah tanggal lahir Joana, semua nya sama..


atm Egar sendiri ada 3 yaitu atm pribadi 2


1 isi uangnya pribadi da 1 isi uangnya bulanan dari orangtua


dan 1 lagi sisanya atm untuk gajian nya


dan ketiganya sama sama memiliki pasword sandi yang sama yaitu kelahiran Joana, bukti cintanya dan bucinnya Egar kepada Joana


"kapan ganti?"


"ganti? mana ada aku ganti? sejak awal punya atm itu aku pakai sandi pasword nya nama atau birthday kamu"


"woohhh, iya kah? kamu sejak kapan suka sama aku?" tanya Joana


"sejak lama, sejak awal kenal kamu, kamu nya gak nyadar"


"kamu nya gak bilang"


"mau bilang apa, kamu udah dekat sama Nero kan posisi nya itu, eh lama kelamaan ada berita pacaran sama Feris"


"oh iya sih"


"pas kabar putus juga langsung pacaran sama Elyas"


"haha oh ya ya"


"emm, kenapa cepat putusin pacaran itu? kamu diancam sama Elyas?"


"enggak"


Joana menjelaskan apa yang terjadi waktu itu, sampai ia cepat memutuskan berpacaran dengan Elyas karna ia ingin membantu perubahan sikap kasar Elyas menjadi lebih baik seperti yang ia lakukan kepada Feris dan Nero sebelumnya


semua diceritakan oleh Joana apa yang terjadi setiap hubungannya dengan beberapa pria sebelumnya, kecuali yang di amerika ya, karna Joana hanya menceritakan kehidupannya selama diindonesia saja


Egar juga cerita banyak hal perjalanan cinta nya, yang ia katakan jujur bukan Joana cinta pertamanya, tapi Joana cinta terakhirnya


"aku tanya, apa kemarin ciuman pertama?" tanya Egar


"iya lah jelas, aku tidak pernah berciuman sebelumnya kok" jawab Joana berbohong pastinya


"emm, kalau yang lain aku percaya kalau pertama kali tapi kalau bibir kan gak tau bedanya"


"kamu?" tanya balik Joana


"aku ya sama, pertama kalinya" jawab Egar juga berbohong


"emm, masak? kamu sering godain cewek, deketin cewek?"


"bukan berarti ciuman kan?"


keduanya memutuskan berbohong saja, karna tidak mau membuka masalah ini apapun dari masa lalu nya, tapi yang lain nya mereka benar benar melakukan pertama kali ini


tapi ciuman, Joana pertama kali berciuman dengan Motheo hanya saja ketika itu ia sedang tidur, jadi tidak sadar, karna Motheo mencium diam diam memang


tapi kalau Egar sebenarnya berciuman pertama kali ketika ia awal berpacaran saat kelas 1 SMA dengan pacar pertamanya tapi karna ia ingin melupakan semuanya jadi ia menghapus cerita ciuman pertama itu menjadi milik Joana


mengobrol banyak hal disana berdua, mereka juga membahas apapun tentang kehidupan kedepannya nanti, Joana juga mengatakan akan merenovasi rumah itu untuk menjadi seperti gambarannya yang menurutnya nyaman


Egar sama sekali tidak menahan atau melarangnya bahkan Egar memberikan biayanya kepada Joana dengan memberikan atm dan isi isinya


"jadi kamu setuju aku renovasi rumah?" tanya Joana


"iya, aku percaya ke kamu kok"


"makasih banget Egaaar"


"iyaa, oh ya, aku risih sama panggilan Egar" ucap Egar


"lah kenapa?" tanya Joana


"risih, masak udah menikah, panggilnya gitu"


"panggil apa?"


"apa? jangan bos, atau the bos, atau girl bos, atau bos bos"


"gaaak, bagus kok, lain dari pada yang lain yaitu Poy Moy, bagus kan itu" kata Egar


"apa artinya itu"


"ya panggilan sayang, nanti punya anak bisa panggil Popoy sama Momoy"


"iya udah deh terserah kamu saja" kata Joana


"iya lah, kan aku yang berhak mengatur, dimana ada pasangan manggilnya Egar sama Joana? kek temen" kata Egar


"kita kan temen"


"iya tapi sekarang suami istri"


"iya juga"


"okeh Moy"


"yee Poy"


Enggar mengetuk kamar mereka mengajaknya untuk makan malam, karna itu sudah masuk jam makan malam


mereka pun turun..


setelah berkumpul ada 2 orang tua masing masing, mereka makan disana, kebiasaan yang diterapkan oleh Egar dan Joana adalah makan tidak boleh ada suara (mengobrol)


jadi semua hening..


selesai makan, baru..


"terus kedepannya apa yang mau kalian kerjakan?" tanya Meliana


"ya menjalani saja ma, aku sama Joana kan sama sama kesibukan yang panjang" kata Egar


"ingat ya, jangan lupa sama honeymoon, itu penting" jawab Melanie


"iya bener, kami tidak memburu kalian dapat anak, tidak, tapi kuality time berdua kan penting" kata Amir


"bener itu, mama pikir kalian cepat deh harus urus ini" jawab Meliana


"sudah ma, pa, kami sudah siapkan bulan depan libur" jawab Egar


"libur? berapa hari?"


"5 hari"


"terus mau kemana kalian?" tanya Enggar


"Joana suka pantai, jadi kami putus kan pantai saja, kepulau"


"pulau?"


"kepulauan seribu, pa"


"ahh yaudah pergi saja kalau mau pergi" ucap Enggar


"iyaa jaga diri yang penting mau kemana mana itu" kata Amir


mereka membahas banyak hal untuk kehidupan selanjutnya untuk keduanya nanti


mulai dari mereka memutuskan untuk Lestari tinggal bersama Joana dan Egar untuk membantu pekerjaan rumah.


lalu tentang libur wajib mingguan untuk setiap 1 bulan, Joana dan Egar pulang bergantian kerumah orang tua mereka bersama sama.


tentang rumah ini akan menjadi yang bagaimana.


tentang kegiatan rutinitas mereka.


dan tentang panggilan untuk orang tua mereka dimana Egar juga sudah siapkan nama panggilan untuk orang tua masing masing


seperti yang diketahui, baik Joana dan Egar sama sama memanggil sebutan mama dan papa pada orang tua mereka, jadi jika tetap memanggil itu, kan bingung mama dan papa yang mana dipanggil


mereka memutuskan nama panggilan untuk mereka yaitu..


Malan : Mama Melanie


Pamir : Papa Amir


Malia : Mama Meliana


Paeng : Papa Enggar


dan keempat nya setuju untuk panggilan itu, jadi biar gak bingung juga kan untuk mereka yang dipanggil nanti


"terus kalian, masih panggil nama atau?" tanya Meliana


"Momoy sama Popoy" kata Egar


"apa itu?" tanya Meliana lagi


"mama sama papa" jawab Egar


"astaga kalian ini"