
"bisa bisa saya tunggu kabar kamu selanjutnya ya, oh ya, minta nomor pribadi saya pada dokter Ridha, hubungi saya secara personal" ucap Jorse
"baik pak dokter"
"okeh terimakasih atas waktunya, bisa kasihkan kembali kepada dokter Ridha"
"baik pak"
Joana mengembalikan telfon itu kepada Ridha...
"halo pak" sapa Ridha
"iya, dokter Ridha, bisa kasih nomor pribadi saya kepada dokter Joana ya, saya butuh bicara penting privat"
"bisa pak, nanti saya akan sampaikan"
"baik saya tutup, maaf dokter Ridha atas apa yang sudah saya ganggu sejak tadi"
"iyaaa tidak masalah pak"
Ridha dan Jorse menutup telfonnya dan Ridha mulai membahas disana tentang tawaran dari Jorse, disini Joana juga meminta saran masukan untuk keputusan bagaimana
Ridha menjelaskan jika Joana lebih baik mengambilnya saja, karna Ridha sempat tau bagaimana kondisi pasien itu, dan Ridha kuatir ada hal tidak diinginkan jika terus ini tidak ditangani dengan serius
"jadi untuk kontraknya saya selesaikan sebulan?" tanya Joana
"iya, kamu selesaikan saja kontrak sebulan, tapi saya masukkan gaji selama 2 bulan terakhir lunas, karna saya tau kondisi pasien itu Joana"
"baik bu, saya akan membantunya"
"nanti masa kerja setahun disana, bisa Joana balik lagi kesini untuk melanjutkan kontraknya, saya terima"
"terimakasih bu"
akhirnya Joana mantap menyelesaikan 1 bulan untuk kontrak kerjanya, sebenarnya 2 bulan tapi Ridha memberikan free sebulan untuk Joana mengambil tawaran itu dari Jorse
sore berakhir, ketika masuk jam 5 sore, Egar datang menjemput istrinya dan mereka pulang kerumah..
sesampainya dirumah..
seperti biasa kegiatan setelah pulang kerja hingga malamnya saat baru selesai makan malam, Joana menjelaskan tentang tawaran dari Jorse di amerika
"terus kamu jawab apa?" tanya Egar
"aku jawab, aku butuh izin ke orang tuaku dan suamiku"
"terus menurutmu gimana?"
"terserah kamu Poy, aku kalau diizinkan ya pergi, kalau tidak ya gak lah, aku butuh izin sekarang dari kamu, kalau Malan sama Pamir pasti ya balikinnya kekamu"
mendengar istrinya menjelaskan, ia berpikir akan berpisah dengan Joana, apa ia bisa? tapi Joana memohon, ini untuk kepentingan pasien
Egar yang mendengar kondisi pasien juga merasa kasihan, meskipun bukan dari ahli kejiwaan, tapi ia paham apa yang dirasakan oleh pasien sebagai seorang dokter
"tapi aku harus balik ke amerika, dan menetap disana" kata Joana
"iya sudah gakpapa Moy, kamu janji pulang kalau ada jadwal kosong ya, atau aku akan main kesana"
"kamu kasih aku izin Poy?"
"kasih, asal bisa jaga diri disana ya sayang"
"iyaa"
akhirnya Egar memutuskan memberikan istrinya izin untuk pergi ke amerika dan sesuai perjanjian, dimana selama tugas 1 tahun awal disana, Joana akan sering pulang ke indonesia
"tapi apa kamu setahun penuh tidak bisa pulang?" tanya Egar
"iya aku bisa pulang Poy, kan kalau jadwal kosong aku pamit sama pak Jorse pasti dikasih juga"
"ya kalau gak bisa, aku yang akan kesana aku tidak masalah itu kok" kata Egar
"oh ya kalau kamu kesana, ada waktu, gakpapa Poy, nanti aku ajak kamu jalan jalan, kamu kan lancar bahasa inggris nya"
"iya juga sih, yaudah deh, yang penting buat aku jangan ngilang ngilang, kabari, aku tau kamu sibuk banget disana tapi tetap kabari ngerti Moy"
"iya"
mereka deal keputusan itu, Joana tidak berpamitan dulu tapi mengemasi barangnya dulu, karna disana ia kan tidak sebentar tapi setahun, beda dari saat ia pertukaran pelajar yamg hanya 7bulan
"loh mau kemana kamu Joana, beberapa hari ini sering mengurus koper besar?" tanya Lestari
"eh buk, ada apa buk?"
"ini antar minuman nya Egar, sama Egar suruh antar kamar, kamu loh, mau kemana beberapa hari ini kok sibuk urusin koper besar?"
"oh, ini persiapan buk, beberapa hari lagi aku terbang lagi ke amerika"
"amerika? ada urusan apa?"
"kerjaan buk, kepala rumah sakit menghubungi ku lewat bu Ridha atasanku di Netra untuk membantu mereka"
"lalu kamu mau?"
"mau buk, kan pasien, kerjaan juga ini"
"berapa lama?"
"setahun"
"oh, pantas lama, terus disini bibi sendirian?"
"gak lah, kan Egar gak ikut"
"loh Egar gak ikut?"
"iya buk, gak ikut saya, kerjaan disini juga banyak sekali saya rasa, buat ikut disana juga ngapain kan gak enak ikut istri kerja kecuali istri ikut suami" sambar Egar
"oh kamu sudah tau?"
"sudah buk, pamit sama aku, aku kasih kok, yang penting kan jaga diri, kita sebagai dokter sama sama dokter ya paham pasien itu orang pertama harus kita bantu selagi keluarganya tidak mampu" jelas Egar
"apa gak sebaiknya dipikirkan lagi? atau tidak usah sekalian gitu" ucap Lestari
"kenapa buk? ibuk jangan kuatir, meskipun Joana sendirian tapi bisa jaga diri buk, kan Joana pernah tinggal disana, iya kalau Egar" jawab Joana
"iya udah lah terserah kamu, tapi kamu sudah pamit sama mama papa?" tanya Lestari
"belum buk, nanti biar aku pamit sama papa mama ku dan juga papa mama Egar"
"oh yaudah"
esoknya, ketika Joana dan Egar baru selesai makan bersama, ketika dikamar, pas sekali Jorse menelfon Joana kembali
"halo Joana bagaimana? sudah meminta izin suami?" tanya Jorse
"sudah pak, ini saya dengan suami saya"
"boleh saya bicara dulu?"
"bisa pak"
"halo pak, dengan Egar suami Joana disini" sapa Egar
"pak, saya meminta izin buat membawa Joana ke amerika apa bisa ya?"
"bisa pak, tapi kami perlu bertemu bisa? saya ikut buat memastikan bagaimana dan apa saja dikerjakan istri saya"
"bisa pak, nanti asisten pribadi saya disini akan saya kirim ke indonesia, saya juga sudah mengatakan ini kepada bu Ridha selaku pemilik utama rumah sakit Netra" jelas Jorse
"baik lah pak"
minggu depannya, Joana sedang dirumah, ia tidak ada jadwal ke kantor, tapi Ridha mengabarinya jika besok orang dari amerika akan datang membahas untuk beberapa hal terkait nanti tentang kontrak kerja bersama Joana
"oh siap bu, nanti saya akan menemui" kata Joana
"sama dengan suami kamu ya, karna kata dokter Jorse, juga membawa suamimu yang penting"
"oh iya bu, itu permintaan suami saya memang untuk menanyakan secara langsung dan mendengarkan secara langsung beberapa hal terkait kepergian saya"
"okeh baiklah Joana"
Joana menutup telfonnya, memberitahu suaminya besok janjiannya, dan Egar bisa
esoknya, Joana dan suaminya siap, mereka pergi sejak pagi, bahkan Egar menahan dulu beberapa pekerjaannya disana meninggalkan dulu disana untuk Joana
setelah sampai mereka di rumah sakit Netra, disambut oleh Ridha disana