My Name JOANA

My Name JOANA
36



mereka menjadi teman baik sekarang, atas hari itu sudah menjadi saksi bahwa antara Joana, Nero dan Fadia sudah resmi lepas dari kata cinta, menjadi kata teman dan sahabat


hari berlalu, dimana sudah penentuan untuk mc radio kampus, Joana dan Egar diarahkan diruangan radio kampus itu


mereka membaca skrip yang harus mereka bahas, ucapkan, dan beberapa pekerjaan lainnya selama menjadi mc radio


"sudah sekarang mulai saja" kata Dori


"baik pak" jawab Egar dan Joana


Egar dan Joana membuka pembicaraannya disana dan membuka siarannya


"selamat siang semua, salam kenal dari saya, Egar dari fakultas kedokteran dan teman saya" ucap Egar


"selama siang juga, salam kenal dari saya, disini juga ada saya, Joana Calista" kata Joana


seketika mendengar suara pengumuman disana, Feris berdiri, ia menggebrak meja nya karna kesal dengan keputusan masih berlanjut untuk menyatuhkan projek radio kampus antara Joana dan Egar


Joana sedang siaran membuka radio kampus pertama kalinya, Feris keluar kelas mencari keberadaan Joana


"ehh Feris, kemana?" tanya Rozi


"lepas, aku mau cari mereka" ucap Feris


"Feris, kelas belum berakhir" teriak dosen


siaran sendiri masih berputar jadi Feris terus berjalan kearah ruangan radio itu


"nah, disini saya selaku mc bersama Joana mau membahas dulu nih beberapa murid yang masuk prestasi di tiap fakultas" ucap Egar


"untuk yang disebutkan, saya harap kalian terus memberikan contoh baik ya buat murid lainnya" ucap Joana


"oh ya Joana, kamu bilang akan memberikan beberapa masukan kan, untuk mereka yang malas belajar?" ucap Egar


"nah benar, saya akan berikan masukan, gak banyak, terhitung beberapa saja"


sementara dari kelas Elyas, Elyas mendengar suara Joana pun langsung berdiri, dan mengepalkan tangannya, ia meninggalkan kelas nya tanpa peduli dosen memanggil manggili namanya


"hei, Elyas" teriak dosen


"Elyas. kemana?" tanya dosen lagi


"Elyas, aku kasih kamu nilai kosong hari ini" ucap dosen


tapi Elyas masih saja jalan dan meuju ruang radio juga


diruangan radio, saat Joana dan Egar memulai pembicaraan dalam siarannya, seketika Feris menggebrak pintu radio itu


"Feris" teriak Dori


"siapa yang membawa Joana tanpa izin saya?" teriak Feris


Egar langsung mematikan siarannya agar tidak didengar oleh murid lainnya lagi


"kak Feris, ini kan sudah tugasku kak" kata Joana


"Joana, apa apa itu atas ijin aku, bukan nya pergi main sembarangan"


"ini bukan main, ini projek" jawab Egar


"diam" bentak Feris menunjuk Egar


"kaaaak, kak, udah kak" ucap Joana


tak lama Elyas juga masuk diruangan itu dan melihat kemarahan Feris


"saya berapa kali sudah bilang, atas ijin saya, saya sudah bilang tidak ya tidak, jangan paksa" bentak Feris di depan Dori


"kak Feris, itu pak Dori, dosen kita, jangan gini" kata Joana menarik lengan Feris


"pergi sama aku" ucap Feris


saat Feris menarik paksa tangan Joana, saat membalikkan badannya, Elyas langsung mendorong dada Feris dengan kakinya hingga terjatuh


"kak Elyas" ucap Joana kaget


"berapa kali saya bilang jangan kasar kepada Joana anj*ng" bentak Elyas


"kak, udah kak" ucap Joana


Elyas melihat Joana langsung melepaskan kakinya dan menarik Joana yang memegangi kakinya, tau Elyas menyentuh lengan Joana, Feris langsung menghajar Elyas dan yang terjadi baku hantam


semua tidak bisa memisahkan karna terkalahkan, tapi hingga akhirnya Joana teriak


"berhenti" teriak Joana


seketika kedua nya berhenti..


"sudah, sudah, kenapa ribut" teriak Ello


Egar menjelaskan pada Ello yang terjadi dengan detail dan Ello kesal, ia geram juga pertengkaran antara Feris dengan Elyas disana


"okeh.. selaku saya ketua kepengurusan bem utama kampus... saya disini menyatakan pengeluaran atas keanggotaan kalian berdua (Feris dan Elyas)" jawab


semua akhirnya disana diam, terdapat banyak saksi disana atas keputusan Ello dan semuanya sudah dipastikan oleh Ello agar hari ini benar benar berhenti perkelahian mereka


Elyas membisikkan untuk Mikail membuka siaran itu lagi secara diam diam agar pertengkaran terdengar diseluruh wilayah kampus


"dan Joana, maafkan aku, aku rasa aku juga harus mengeluarkan kamu dalam keanggotaan bem, maaf Joana, aku tidak bisa kalau terus bigini" kata Ello


"iya Ello aku paham" jawab Joana berbesar hati


"apa? kamu mengeluarkan Joana juga? kamu boleh keluarkan saya atau dia (menunjuk Feris) tapi kamu mengeluarkan Joana, kamu lupa, siapa dibalik posisi kamu sebagai ketua utama bem?" ucap Elyas


seketika itu, Joana dan Feris kaget disana, tapi Feris tidak mungkin menahan agar Elyas diam


"apa maksudnya kamu?" tanya Ello


"asal kamu tau ya, yang membuat nama kamu tercantum sebagai ketua umum bem karna Joana, Joana mempertaruhkan kamu sampai dia memaksakan dirinya berpacaran dengan Feris, si pria ular ini" ucap Elyas


"Elyas" teriak Feris


"beneran Joana?" tanya Vera kaget


"emm, itu, emm kak Elyas" ucap Joana


"dengar kan saja buktinya"


Elyas langsung membuka percakapan yang ada disana antara Rozi dengan Pipi, tentang menceritakan jika hubungan Joana dan Feris berpacaran karna agar Ello menang menjadi ketua bem di kampus


seketika itu badan Ello lemas, ia tidak menyangka sahabatnya berkorban sejauh itu untuk mewujudkan inginnya


"Joana?" ucap Wita


Joana tidak bisa menjawab apapun disana, ia hanya diam dan tidak tau mau membahas apa lagi, Joana memohon agar Elyas tidak terus membuka semua kartu as


"dengar Joana, aku tidak akan pernah rela ada pria menyakitimu dari dalam atau luar, aku tidak tinggal diam" ucap Elyas


setelah semua terbongkar, akhirnya Ello yakin atau keputusannya melepaskan jabatannya


"okeh, stop, aku bicara, ada pak Dori, pak, saya mengundurkan diri dari jabatan saya ketua bem, saya tidak melanjutkan lagi, maaf pak" kata Ello


"Ello?" ucap Egar kaget


"Joana, aku lepaskan jabatan itu dan aku minta berhenti berhubungan dengan Feris, putus dengan dia" kata Ello kearah Joana


Joana bingung, ia melihat arah Feris disana, Feris memohon agar tidak melakukan itu kepadanya


"Joana, pilih, kamu kehilangan dia, atau kamu kehilangan aku?" tanya Ello


karna pilihan itu tidak bisa ia pilih, Joana bingung menjawab apa, ia dengan Feris memang karna paksaan, tapi ia merasa semua berjalan normalnya berpacaran, tapi ia tidak mungkin bisa kehilangan Ello, sahabat yang sudah lama bersamanya


karna tak juga Joana menjawab, Ello kecewa karna maksud sikap Joana ia anggap susah memilih antara sahabat atau pacarnya jadi Ello berjalan pergi


"Ello, tunggu" kata Joana


"kak Feris maafkan aku, aku tidak bisa lanjutkan ini, aku harus putus denganmu, terimakasih atas pedulimu selama ini" kata Joana kepada Feris