My Name JOANA

My Name JOANA
255



tidak ramai tapi cukup ramai, antrian kelima untuk Joana dan Egar


hingga masuk antriannya..


"berapa cup? varian apa? topping nya?" sapa staff lapak itu


"dua cup sedang kak, varian original coffee saja, no topping" jawab Joana


"ditunggu"


karna staff buat tidak lama jadi menungg ya sambil berdiri, saat Joana ambil uang, ia tersenyum melihat tangan Egar tidak mau lepas dari tangannya


"Poy.. aku ambil uang dulu buat bayar" jawab Joana


"ambil saja"


"tanganmu lepasin"


"kenapa?"


"ambil uang"


"gak"


"Poy"


"Moy? aku bilang, ya turuti"


Egar benar tidak mau Joana melepaskan tangannya walau ia sibuk mengambil uang membayar es kopi itu


cukup ribet tapi akhirnya ter-ambil juga uangnya, setelah Joana memesan minumannya tapi saat akan membayar, staff itu memberikan pesanan Joana tapi begitu kagetnya Joana ketika baru sadar ternyata staff es kopi ia beli itu ia kenali


"Akeyla ya?" tanya Joana


"wooh? iya kak, apa kamu mengenali ku sebelumnya?" tanya Akeyla


yap.. staff itu adalah Akeyla, lalu bagaimana Akeyla tidak mengenali Joana? yaa karna Joana memakai masker dengan Egar, Egar memang selalu menerapkan kepada istrinya untuk memakai masker setiap keluar rumah karna menurutnya udara diluar itu tidak baik


tapi kan Joana mengenali itu Akeyla karna tidak memakai masker penutup wajah jadilah Joana melepaskan maskernya


"aku Joana" ucal Joana sembari melepaskan maskernya


"Joana? ini kamu? serius ini?"


"iya ini aku"


Akeyla seketika menghampiri Joana dan langsung memeluk Joana, tapi Joana membisikkan..


"jangan bilang kita tidak lagi pernah bertemu didepan pria bersama ku, nanti kujelaskan panjang lebar" kata Joana


Akeyla mengerti dan Joana melepaskan pelukan itu, Joana mengenalkan Egar kepada Akeyla


"oh ya Key, ini kenalin, dia suamiku" kata Joana


"serius?"


"yaa"


"iya, salam kenal, saya Key" ucap Akeyla


"Egar pradika" jawab Egar


mereka mengobrol banyak hal, dan kebetulan waktu itu adalah jam istirahat makan siang, jadi Akeyla bebas bisa mengobrol banyak hal dengan Joana dan suaminya


setelah mereka mengobrol banyak, mereka juga berpamitan karna kan Joana akan lanjut jalan kerumah Ameera dan Freedy


Joana berpamitan, tak lupa Joana memberikan kontak hape nya kepada Akeyla..


"oh ya Key, ini kontak hape aku, aku pakai nomor baru"


"oh, kamu ganti?"


"gak, yang lama ada, cuma aku baru beli hape dan nomor baru"


"ahh, okeh deh nanti ku chat ya"


"yaa"


Egar tau soal hape dan nomor baru Joana bahkan Egar lah yang diberitahu oleh Joana karna kan memang Joana membeli itu niat nya terlepas dari urusan bersama Motheo dan Samuel agar lebih bebas dan leluasa bersama teman temannya


setelah dari sana, mereka mendapatkan taksi, lalu pergi menuju kerumah Ameera


sesampainya hanya ada Freedy..


"paman?" sapa Joana


"Joana? kamu?" sapa Freedy


"iya paman, kemana bibi Ameera?"


"bibimu keluar ada urusan, ada apa ya Joana?"


"oh ya? waah salam kenal, saya Freedy, suaminya Ameera"


"Egar pradika" sapa Egar


"oh ini suami kamu? waah baru ketemu ya?" ucap Freedy


"iya paman, baru ketemu kalian"


mereka memgobrol disana tapi sayang, Ameera tidak bisa cepat pulang untuk bertemu suami Joana, karna pekerjaannya banyak, akhirnya Joana pun pergi berpamitan setelah banyak mengobrol hal bersama Freedy


Joana dan Egar kembali kerumah Joana, sesampainya..


"Poy? istirahat, jaga kesehatanmu, jalan seharian ini capek" ucap Joana


"iyaa Moy"


"bentar aku ambilkan minum"


Joana memberikan air minum lalu duduk disamping suaminya, Egar baru sadar mereka belum ketempat Elyas..


"oh ya Moy, aku belum diajak kerumah Elyas kan?" tanya Egar


"kak Elyas ya? aku pengen sih ajak kamu Poy, tapi akunya saja tidak tau dimana kak Elyas tinggal"


"loh, kok bisa? kan kamu tau dia balik amerika? malah sebelum kamu balik kan? malah kita nikah dia balik dari amerika sama pacarnya?"


"nah iya itu, aku pas balik kesini lagi nyari ke kontrakan lamanya, yang aku tau tempatnya malah katanya udah pindah, aku nyari ke tempat kerjanya gak ada yang tau"


"waah kemana dia? tapi sempat kontak?"


"lupa deh, seperti nya yang terakhir ketemu pas di nikahan kita aja itu Poy"


"ahh"


malamnya Joana tidur bersama suaminya, Egar.. tapi ditempat lain yaitubdi markas Motheo, Motheo sedang menonton beberapa berita di media televisi, tak lama ia keluar dan duduk bersama anak buah nya yang lain


masuk makan malam, Motheo meminta Max membelikannya makan


"Max, belikan aku makan" kata Motheo


"makan apa bos?"


"terserah, aku lapar, apasaja yang penting cepat"


"siap bos"


tertinggal beberapa anak buah yang juga ikut bepergian satu persatu tersisa Delvin


karna Max pergi untuk perintah membeli makanan tapi tak lama Delvin membuka pembicaraan kepada Motheo


dimana ia mengatakan ia merasa heran sikap Motheo yang membiarkan Joana berduaan dengan suaminya tanpa mengganggunya padahal dalam hati Delvin jika Delvin di posisi Motheo, ia akan mengganggu sebisa dia


"bos, kamu tidak ada kerjaan sama sekali kenapa tidak melihat nona?" tanya Delvin


"apa suaminya sudah pergi?" tanya Motheo


"tidak sih, masih ada suaminya, memang belum seminggu"


"dia sudah meminta izin kepadaku memang untuk tidak mengganggu mereka"


"kenapa kamu membiarkan mereka? bagaimana nona nekad?"


"tidak akan, aku yakin tidak akan terjadi"


mereka kembali diam, hingga akhirnya bergantian Motheo membuka pembicaraannya


"oh ya Delvin" sapa Motheo


"ya bos?"


"apa kamu sudah pernah bertemu suami Joana?"


"sudah bos beberapa kali, bersama Vansa kok, supir taksi itu, pengantar makanan juga"


"ahh, gimana lalu first impression dirimu tentang suaminya?"


"emm kalau gak salah bos namanya Egar"


"emm, lalu ceritanya? saya lebih butuh ceritanya dibandingkan tau namanya"


Delvin menceritakan first impression darinya soal Egar, tentang kekaguman nya juga ternyata wajah dan paras suami dari Joana begitu berkarisma dan berwibawa, terlihat juga jika suami Joana tipe pria lembut dan harmonis kepada istri karna sikapnya selalu lembut kepada Joana bahkan untuk berbicara biasa sekalipun


"dia tak hanya tampan, putih, bersih, dan wangi sih bos, tapi memang perlakuan kepada nona sangat lembut" kata Delvin


"tunggu, kau mengatakan tampan? apa kau menyukai suami Joana? jangan gila kamu" ucap Motheo


"bukan begitu bos, tapi cukup tertarik saja karna diluar ekspetasi saya soal suami nona, tapi saya saja, pria nih, tertarik, untung saya pria, kalau wanita ya saya suka pasti" jawab Delvin


yaa.. memang Egar tidak sedikit pun kasar pada Joana selama ia kenal dengan Joana, Egar selalu memperlakukan Joana lembut