
N O T E :
nah, di amerika ini lah dimana Joana dipertemukan dengan 2 pria yang memiliki profesi sangat jauh, yaitu ketua mafia tersadis di amerika dan
ketua gengster terkejam di amerika.
.
hari berlalu, dihari ke tiga di amerika, tapi menjadi hari pertama untuk Joana masuk kampus pertama kali
ia berjalan menuju ruangan yang sudah ditentukan untuknya, lalu ia masuk dan menyapa dosen disana, dosen sudah mengenal Joana jadi mengenalkan Joana disana
semua murid disana hanya memerhatikan Joana gadis biasa, karna memang tampilan Joana yang biasa
"nah, ini adalah murid pertukaran dari indonesia, silahkan perkenalkan dirimu" kata dosen
"salam kenal, saya Joana Calista, bisa memanggil saja Joana" sapa Joana
"salam kenal juga" sapa beberapa murid yang ada dikelas itu
pelajaran dimulai, dihari pertama itu dua jam berlangsung dan semua bubar kelas. karna kebiasaan Joana keluar kelas paling akhir, ia tak sengaja mendengar beberapa orang membicarakan tentangnya
semua membahas soal Joana karna memang Joana cantik, diakui mereka Joana benar cantik dan bersih, tapi sayang, penampilannya condong sederhana
sementara dial amerika selalu memandang apa dulu dari penampilannya
"cantik iya, tapi sederhana yaa" kata salah satu disana
"iya, beneran, gak norak sih. tapi biasa aja tampilannya gak menarik" jawab yang lainnya
"padahal cantik, tapi jadi masuk pertukaran pelajar kan berarti pintar dan cerdas paling tidak dibanggakan ya" jawab yang lainnya lagi
tapi Joana tidak masalah mereka membahasnya, tapi tak lama ada yang menyapanya
"sudah, jangan didengar, disini memang judge by cover lebih dulu, tapi mereka baik kok kalau sudah kenal" ucap gadis salah satu murid kelas itu
"iya bener, jangan didengar, nanti lama lama kalian kenal dan dekat, mereka asik kok" jawab pria, murid satunya lagi
"iya aku gak papa kok" jawab Joana tersenyum ramah disana
mereka berdua berkenalan disana bersama Joana, dimana pria itu bernama Marcello dan yang perempuan nya bernama Akeyla
"kenalkan, aku Akeyla, panggil singkat aja, Akey"
"aku juga salam kenal, Marcello, tapi panggil nya Cello"
"iya, salam kenal ya buat kalian, aku Joana, tapi aku tidak suka dipanggil singkat" jawab Joana
"oh ya? lalu bagaimana panggilnya?" tanya Akeyla
"iya Joana aja, gak dipotong potong gitu"
"ahh iya iya, memang kenapa Joana?" tanya Marcello
"gak biasa saja, semua memanggilku dengan nama panggilan penuh, Joana, gitu" jelas Joana
"okeh deh" jawab mereka
yaa, memang tidak ada yang memanggil namanya singkat, selalu semua memanggil panggilan Joana, kecuali 1 orang yaitu Nandra, karna ia memanggil nama Joana dengan panggilan Jojo, untuk itu kenapa Joana juga memanggil Nandra dengan sebutan Nanan
kini seminggu sudah Joana di amerika, semua kelas berjalan lancar, dimana Joana sudah memiliki teman 2 yaitu Cello dan Akey dari kelasnya dan ditambah Joana mampu membuat salah satu murid terkenal cantik di kampus itu malah tertarik berkenalan dengan Joana yaitu Ranya
"kamu yang namanya Joana?" sapa Ranya
"iya kak, saya-" sapa Joana terpotong
"jangan kak, aku Ranya, panggil juga Ranya" kata Ranya
"iya Ranya salam kenal"
ketika kelas kosong, semua keluar kelas, ada yang pulang, ada yang makan, tapi saat itu kebetulan Ranya baru sampai dikelas Joana
"hai Ranya, ayo ke asrama ku" sapa Joana
"sudah, kapan kapan saja" kata Ranya
"yaaa Joana"
jadilah Joana pamitan pergi duluan, baru setelah Joana pergi, Akeyla menyapanya...
"Ranya, kamu kenapa penasaran sama Joana?" tanya Akeyla
"iya tuh, aku juga gak tau, dia itu pawaan yang enak gitu, aku berteman sama dia kaya sejuk saja" jawab Ranya
"sama berarti, Ranya itu ternyata gadis polos, dia baik banget, lucu" jawab Cello
mereka membahas bagaimana terkesan pada Joana karna sikap dan kebaikan Joana selam ini
hari berlalu, tak terasa dua minggu di amerika, kini waktunya untuk Joana pergi ke rumah Lestari, untuk bisa mengisi libur nya
"hai Joana" sapa Lestari
"hai buk, ibu masak apa?"
"belum masak, kamu mau makan apa?"
"apa aja ibu buatin aku makan kok"
"oh iya sudah, tunggu"
mereka mengobrol sejak pagi, hingga siang, lalu sorenya hingga malam tiba, ketika malamnya, Joana memutuskan tidur dengan Lestari
"loh kenapa kamu tidur dikamar ibu?"
"aku pengen tidur ada temannya"
"iya sudah kalau begitu, ibu temani kamu tidur dikamar yang sudah ibu siapkan"
"kalau ibu gak tidur aku gak mau"
"iya udah ibu ikut tidur, yaa"
"janji ya gak ninggalin meskipun udah aku tidur bu"
"iyaaa nak. ayo"
dan esok paginya saat bangun, ternyata Joana masih tidur dikamar itu dan masih bersama Lestari, Joana pun turun perlahan agar tidak mengganggu Lestari lalu membuatkan teh panas untuk Lestari dan dirinya
tak lama Joana membangunkan Lestari untuk meminumnya
"Joana kenapa kamu yang buat" kata Lestari
"iya buk gak papa, aku pengen, jadi buatin ibu"
mereka minum dulu santai, lalu Joana pergi keasrama nya lagi karna dua jam lagi ia akan ada jam kelas
setelah Joana berpamitan, ia berjalan kearah kembali ke asrama nya, tapi di tengah perjalanan, ia kaget karna melihat di pinggiran jalan, ada motor tergeletak dan juga tidak ada orangnya
saat Joana mencari sekitar sana, ia kaget melihat ada sosok tak jauh dari motor besar yang ia temukan, lalu ia memanggil orang sekitar untuk membantunya
lalu mereka membantu Joana dan membawa kerumah sakit, dirumah sakit, Joana yang mengurus semuanya, pembayaran juga ia lakukan agar pasien dapat ditangani
"pak, bantu saya, bu, pak, bantuin saya ya bawa orang ini" kata Joana
"non, ini paling anggota yang semalam balapan liar, udah biarin saja biar mati"
"pak jangan dong, kasihan, bantuin saya saja ya bawa, saya akan tanggung semua biaya dirumah sakit nanti pak"
semua warga ada disana menatap nya dengan heran, mereka diam tanpa menjelaskan apapun soal mereka tau siapa pria yang dibantu Joana ini
mereka semua jadi saksi kebaikan Joana adalah ketulusan yang baru pertama kali mereka lihat karna memang dari mereka tidak ada yang mau berurusan dengan pria dibantu Joana ini
ada sebagian warga tidak mau ada juga sebagian warga yang mau membantu Joana membawa orang itu kerumah sakit
sementara warga membawa pria itu, ada yang membawa motor, Joana membantu membawakan barang barang lainnya seperti tas juga, dan Joana mendapatkan identitas pria itu dari isi tas yang ada ditangan Joana karna berceceran isinya
jadi Joana memasukkan lagi tapi ia penasaran dengan nama pria itu, adalah Samuel