My Name JOANA

My Name JOANA
28



Dori menjelaskan siapa Mardi dan istrinya ini adalah ayah dan ibu kandung dari Nero


Mardi dan istrinya juga menjelaskan alasannya mengapa menemui Joana disana


"waah salam kenal lagi ya paman, bibi, iya saya teman baik Nero"


"waah beruntung ketemu sama teman seperti ini" jawab ibu Mardi


disana Mardi dan istrinya menjelaskan rasa terimakasihnya atas segala bantuan kepada Nero yang mulai berubah


yaa, Mardi dan istrinya menyadari perubahan Nero sangat jauh, ia menjadi anak yang belajar rajin, membaca, mengerjakan tugas, dan bahkan berpacaran dengan Fadia mulai serius juga


lalu dari mana ayah ibu Nero tau?


ia tau dari banyaknya ungkapan sayang dikamar rahasia yang ada dikamar anaknya juga, tentang perasaan Nero dan perjalan perubahan Nero mulai dari dekatnya dengan Joana hingga mampu membuat sosok Nero berubah


"waah selamat deh buk, kalau begitu ceritanya, saya turut senang" kata Joana


"saya undang makan malam ya dirumah" kata Mardi


Joana melirik kearah Feris dan Feris malah hanya diam


"ini pacar saya bu, saya rasa saya bisa datang kalau pacar saya ikut, karna saya tidak mungkin pergi sendirian" kata Joana


"ahh boleh dong, datang juga gakpapa yang penting kamu datang Joana"


kesepakatan akan mengadakan makan malam dan mengundang Joana makan sebagai tanda terimakasih Mardi dan istrinya tentang bagaimana perjuangan Joana merubah Nero


Nero memang berubah, dari yang jarang sekali kerumah malah sering dirumah, dan mengenalkan pacarnya baik baik kerumah, bahkan terlihat Nero sibuk mengerjakan pekerjaan kelas nya dikamar karna biasanya games yang dilakukannya dikamar


hari berlalu..


saat pagi sekali menjemput Joana, Joana telah berangkat, Feris hanya bertemu dengan Melanie, ibu Joana yang memberi tau jika Joana telah pergi sama ayahnya..


"sudah tadi sih, dia ada jam kuliah pagi" kata Melanie


"oh iya deh buk, makasih buk"


"loh ayo masuk, sarapan dulu"


"sudah, makasih"


sesampainya di kampus, Joana yang berdiri dengan salah satu pengurus BEM lainnya sedang bicara


"eh kamu" sapa Joana kepada Feris


"aku dari rumah, kok gak bilang berangkat sama ayah?"


"lah aku gak ngerti kamu bakalan jemput pagi, aku kan ada jam pagi"


"iya aku gak tau, kamu gak kasih tau"


"iya itu dikasih tau semalam" jawab Joana


melihat dua orang lelaki yang tadi bicara dengan Joana ternyata masih berdiri didepan mereka, Feris membentaknya karna keduanya menatap heran ke arah Feris dan Joana


"heh.. ngapain kalian disini, sudah sana pergi" bentak Feris


"kak Feris, jangan kasar lah" ucap Joana


"udah sana pergi" bentak Feris lagi


keduanya pun pergi, tinggalkan Feris dan Joana..


sementara kedua tadi pengurus BEM fakultas hukum merasa mereka aman, keduanya membicarakan tentang hubungan tak lazim Feris dan Joana


"aneh gak sih, masak iya sih pakai dukun?" tanya yang satu


"udah, kelihatan pake nya" jawab satunya


"masak pake, Joana kan gak sama dia doang lembut, sopan, baik, senyum, sama kita juga. dianya ge er kali"


"ya mungkin, lu awas kedengaran orangnya"


"kaga, kita aman, makanya gue berani"


"oh.."


"kalau Joana cocok tuh sama Ello"


"Ello ketua BEM baru?"


"iyap"


"apaan sih, serius ini"


"iya serius ini"


"sama Ello kan cocok"


"ya cocok tapi mereka sahabatan gak bakalan deh saling cinta"


"iya siapa tau jodoh?"


"kalau soal cocok, si Joana sama Egar"


"oh iya, Egar, Egar kemaren dilantik bagian CS kampus kan bareng Joana"


"yap, dia cocok"


"si Nero? kemana dia?"


"iya ya, Nero sama Michel"


"ahh iya mereka, heran sama Joana ya, sempurna loh dia, cantik dapet, manis, pinter, tajir, keluarga semua dokter, terhormat, lembut ahh dia the best mau mau an nya sama tipe tipe brengs*k"


"iya sih, namanya manusia, ada juga kurangnya pastilah"


"oya juga sih"


seketika itu Elyas meminta kedua anak buahnya memberikan kedua murid itu pelajaran, dan tanpa basa basi barulah Mikail dan Arsan lanjut menendang kedua murid itu dan menghajarnya


"kalian boleh mengurus kehidupan orang lain, aku akan benar benar menghajarmu jika aku tau kalian masih membahas Joana" bentak Elyas


Elyas pun berjalan akan pergi dan kedua anak buahnya melepaskannya


merasa tidak terima, dua murid itu menjawab


"kamu memang siapa nya Joana? kamu harus sadar jika Joana itu sudah pacaran sama Feris" ucapnya


akhirnya memuncak kemarahan Elyas, ia memerintahkan kedua anak buahnya lagi disana, membuka baju atasan kedua murid, membakar nya bersama tas dan isinya bahkan memukuli lagi mereka berdua


sementara Joana, tidak ada yang tau jika sejak awal, Joana bertemu pengurus BEM dua tadi hingga kedatangan Feris ternyata diketahui oleh Ello...


Ello juga adalah orang paling kecewa atas keputusan Joana yang bahkan mau sampai berpacaran dengan Feris..


selama dengan Nero atau Michel, Ello bisa mengerti karna mereka hanya berteman tapi dengan yang sekarang seperti Elyas dan bahkan dengan Feris jelas jelas mereka berpacaran..


kembali di suasana kelas Joana, saat baru saja Feris mengantarkan Joana dan bercerita beberapa hal dikelas


"oh iya kak Feris gimana buat nanti malam?" tanya Joana


"nanti? nanti malam?" tanya Feris bingung


"kan sudah ada janjian sama ayah ibunya kak Nero, kamu bisa kan? kalau tidak bisa, kau biar pergi sendiri tak apa" jawab Joana


"oh itu, tidak lah, aku siap antarkan kamu


esok malamnya tiba dimana Joana dan Feris datang ketempat undangan makan malam, dikira keduanya jika kehadiran Nero juga disana tapi ternyata tidak


benar benar hanya pertemuan antara Joana dengan Mardi dan istrinya itu sebagai tanda terimakasih juga


sejak itu, hubungan antara Joana dengan ayah ibu Nero baik, meskipun Nero dan Joana sudah tidak ada hubungan apa apa tapi setidaknya kini sosok Nero bisa menjadi teman baik


tak segan bahkan Nero sering menyapa Ello dan berkumpul dengan teman teman Joana lainnya


dan undangan makan malam dirumah ayah ibu Nero memang sering tapi karna mungkin Mardi tidak enak jika harus Joana datang keundangan makannya selalu membawa pacarnya


jadi Mardi tidak lagi mengundang makan dirumah tapi mwngirimkan makanan itu kerumah Joana saja


saat Joana baru sampai


"Joana, ini baru saja ada kirim grab, katanya dari pak Mardi" kata Amir


"oh itu dari papanya kak Nero"


"oh, ini makan sana, kamu dikasih"


"iya nanti pa buat makan barengan"


kiriman begitu memang tidak rutin tapi setiap ada rejeki banyak, selalu Mardi mengirimkan kepada Joana


hari berlalu kembali kepada situasi Joana dengan kesibukannya di dikampus nya