
disana sejak awal dirumah sakit, sebenarnya ada Cali dan anak anak Walton, tapi Cali sejak awal melirik sinis kearah Joana, ia masih menyimpan kekesalan, tapi tetap tidak berani didepan Walton dan Wilson
Joana berpamitan pergi, sesampainya dirumah, ia baru akan membuka pintu rumah nya, melihat Motheo datang, seketika itu, Joana langsung masuk dengan cepat kerumahnya dan mengunci pintunya
"Joanaaa, bukaa" ucap Motheo
"pulang saja, aku baru datang bekerja, aku harus istirahat" kata Joana
"Joanaa, ayo buka"
tak lama, Samuel datang, saat bersamaan, Motheo sudah hampir menendang pintu itu karna Joana tidak menjawab lagi yang Motheo katakan karna Joana sudah tidak peduli lagi dan tidak mau bertemu mereka
"hei Theo, stop, ada apa?" tanya Samuel
"dia datang langsung menutup pintu dan menguncinya tau aku datang, dia tidak tau berhadapan dengan siapa" kata Motheo
"jangan melulu pakai otot, otak mu dipakai"
"apa yang kamu katakan?"
Samuel mencoba mengetuknya..
"Joana, buka ya" kata Samuel
"tidak" jawab Joana keras
"hei bodoh, saya saja keras dan dia harusnya takut tapi tidak apalagi begini caranya" kata Motheo
"ssst, diamlah"
kembali lagi Samuel mengetuk
"Joanaaaa, buka ya?" ucap Samuel
"kak, aku berapa kali bilang pergi, jangan ganggu aku, aku cukup capek masalah kerjaan, ditambah kalian" ucap Joana
"buka atau aku bakar rumah ini denganmu, sekalian kamu mati dan tidak ada lagi didunia ini?" ucap Samuel dengan nada lembut tapi menyelekit
tentu Joana takut, ia tau siapa kedua pria didepan karna tidak akan main main dengan ucapannya, dan akhirnya Joana membukakannya
"kan" ucap Samuel kearah Motheo
"kenapa?" tanya Joana
"jangan bikin kami marah, kamu tau kami siapa, kalau berurusan sama kami jangan harap kamu bisa lepas" kata Samuel
Samuel dan Motheo pun masuk, Joana pasrah, ia hanya melakukan kegiatannya saja, terserah mereka berdua mau apa
tapi beberapa saat kemudian, Joana tengah sibuk di kamarnya dengan laptopnya, keduanya tidak tega karna melihat memang Joana sedang mengurus pekerjaannya
mereka berdua duduk didepan ruang televisi, tapi Jorse dan Shilly malah datang dihari itu, rencana nya untuk memberikan parcel kebutuhan sehari hari seperti sabun mandi, sabun cuci, handbody dan beberapa lainnya termasuk uang tunai, untuk bonus Joana, sekalian memberikan gaji 1 bulan tersisa
tapi yang ada mereka kaget ketika melihat pintu rumah terbuka dan diruang tamu ada Motheo dan Samuel
"kalian, ada apa kalian disini?" tanya Jorse
"kenapa? kamu siapa? apa kamu dokter dari Jorshy?" tanya Samuel
"iya, saya dokter ditempat Joana bekerja, apa hubungan kalian dengan Joana?" tanya Jorse
"dimana Joana?" tanya Shilly
"dia dikamarnya" jawab Motheo
Motheo menahan keduanya sebelum masuk menemui Joana dan memberikan jabatan tangan
"apa ini? kami sudah mengenal kalian" kata Jorse
"bukan berkenalan, saya disini berterimakasih kamu sudah membuat Joana balik ke amerika" kata Motheo
"ahh, lalu?"
"karna sejak Joana datang kesini dan mengambil hati kami, kami pernah ditinggalkan dia dan dia kembali, kami tidak akan pernah biarkan dia pergi lagi" jawab Samuel dan Motheo
seketika itu, Jorse dan Shilly saling bertatapan, mereka mencoba mencocokkan dengan keluhan Joana yang tidak bisa pulang karna beberapa masalahnya dan mereka yakin ini ulah keduanya
"apa kalian yang memblokir paspor Joana?" tanya Shilly
"pintar" jawab Samuel
"kamu dokter yang pintar, pintar pikiran sampai sana, yaa itu karna kami" kata Motheo
"kenapa kalian sejahat ini bahkan sama gadis seperti Joana, Joana baik, kenapa kalian jahat?" ucap Jorse
"karna dia baik lah membuat saya tidak rela kehilangan dia" jawab Motheo
"tapi bukankah itu pemaksaan? apa artinya menyukai tapi memaksa?" tanya Jorse
"tidak peduli, kalian tau" jawab Samuel
"kurasa kalian harus tau, soal Joana sudah menikah" kata Shilly
"kami tau" jawab keduanya bersamaan
"lalu kenapa melanjutkan? bukankah kalian tau itu salah?"
"tidak, aku tidak peduli ini salah, aku peduli, Joana tidak pernah bisa lepas dari kami" kata Samuel
"berurusan dengan kami bukan hal mudah jadi jangan main main, termasuk kalian tidak peduli siapa jabatan kalian" kata Motheo
mereka tak habis pikir dengan kedua pria ini, mereka menyukai Joana dengan cara yang salah
tak lama Joana keluar menyapa Jorse dan Shilly
"dokter? kalian datang?" sapa Joana
"ahh Joana" sapa Jorse
"emm Joana, ini, aku bawakan pascel, aku datang juga untuk memberikan bonus tunai" kata Shilly
"waaah beneran dokter? makasih" ucap Joana girang
Jorse dan Shilly pun melirik Motheo dan Samuel lalu pergi, mereka berpamitan kepada Joana, saat keluar, Jorse dan Shilly ini saling melirik satu sama lain lalu membuang muka
"kasihan Joana" kata Jorse
"apa artinya Joana tidak akan bisa balik pulang ke indonesia?" tanya Shilly
"sepertinya begitu, karna kamu siapa mereka, kita juga tau bagaimana mereka tidak akan pernah main main dalam perkataannya" kata Jorse
"kasihan dia, dia anak baik, lalu bagaimana suaminya?"
"kurasa jangan dulu kamu beritahu siapapun"
"sepertinya aku perlu bicara dengan Ameera"
"jangan, itu tidak ada sangkutannya dengan masalah ini, harusnya kita perlu bicarakan ini hanya dengan dokter Ridha, karna kita bertanggung jawab atas Joana pergi ke amerika ini kan bertiga, atas rekomendasian dari dokter Ridha juga"
"iya benar kamu"
mereka pergi, Joana sendiri pun duduk di sofa ruang tamu nya dan membuka parcel dari atasannya itu
Joana melihat handbody susu, ia pun ngikat rambutnya ke atas lalu mengusapkan handbody itu mengitari lehernya, membuat kedua pria disana menelan ludah karna tergoda oleh Joana yang mengusap lehernya
Joana membuka lengannya dan mengusapkannya keseluruh bagian lengannya lalu membuka roknya perlahan keatas tapi Samuel dan Motheo dengan sigap menahannya
Samuel menurunkan rok Joana dan Motheo merapikan lengan baju Joana, agar tidak menggodanya
"hei, apa sih kenapa kalian tutup? aku memakai handbody belum kelar" kata Joana
"apa kamu bertanggung jawab sampai kami merasa tidak kuat dengan melihat godaan?" tanya Samuel
"siapa yang menggoda kalian?" tanya Joana
"kamu membuka rok mu keatas memperlihatkan pahamu, itu menggoda" jawab Motheo
"kan memakai handbody memang begitu, ada yang salah?"
"didalam, jangan depan kami" kata mereka
"oh okeh deh"
Joana memutuskan masuk kamarnya dan melihat parcel itu, tapi ia melihat sabun mandi nya yang begitu cantik, jadilah ia memutuskan untuk mandi
tapi karna kamar mandi dirumah dinas itu tidak didalam kamar