
"iya Poy, aku masih kok aktif kerjaan disini tapi dah gak sering datang kesini, karna pasien ku sudah mulai sembuh, kalau sembuh kan mengontrol dari rumah juga bisa" jawab Joana
"ahh siapa Wilson tadi?"
"itu pasien ku"
"ahh"
sementara para staff tadi terkesima atas wajah tampan dan manis dari suami dokter yang pernah bekerja disana dan dianggap paling berpengaruh di rumah sakit Jorshy ini
setelah sampai diruangan Westly..
"nah, ini ruangan ku dulu, waktu masih aktif disini, yaa kalau aku masuk lagi, ada pasien baru lagi, kan sering kesini lagi, ruangan ku disini lagi" kata Joana
"aahh, satu ruangan berapa orang? kok ditempati teman suster mu?" tanya Egar
"setiap ruangan kerja disini ada dua orang paling minimal, ada yang banyak lebih banyak lagi" jelas Joana
"ahh"
mereka masuk, didalam tidak ada orang
"kosong ini" kata Joana
"kemana orangnya?"
"gak tau, pergi saja sudah"
Joana pun keluar tapi Westly dan Joana sama sama kaget, Westly kaget karna dikira nya orang asing masuk ruangan kerjanya dan Joana kaget karna Westly dibelakangnya
"dokter Jo?" sapa Westly
"suster?"
"ahhh dokterrr aku kangen"
Westly memeluk Joana karna kangennya seperti memeluk adiknya, karna Westly dan Joana sudah menganggap kedekatan mereka adalah seperti adik kakak
mereka mengobrol disana, dan hingga akhirnya Joana menanyakan keberadaan Jorse kepada Westly
"oh ya suster, dokter Jorse dan dokter Shilly ada tidak?" tanya Joana
"emm jadwal hari ini sampai besok, sepertinya dokter Jorse tidak ada, tapi dokter Shilly ada diruangannya"
"oh ya? waah bisa ketemu?"
"bisa sih, tapi aku gak bisa nih antar"
"sudah gakpapa"
Joana selesai mengobrol dengan Westly pun pergi keruangan kerja Shilly, mengetuk, dipersilahkan masuk dan mereka pun masuk
"dokter Jo?" sapa Shilly
"hai dokter Shilly, apa kau sibuk?"
"oh tidak, aku hanya membetulkan jadwal kegiatan saja"
"ahh, aku datang mengenalkan ini suamiku" kata Joana
"ahh oh ya? waah salam kenal, saya Shilly"
"Egar Pradika" sapa Egar
"waaah first ketemu ini, ya kan Joana?"
"iya dokter, tau saja kalau sudah menikah tapi belum ketemu ya"
"iyaa begitu lah"
sama seperti sebelumnya, Joana mengatakan kedatangannya mengenalkan Egar kepada Shilly, Shilly pun berkenalan dan ini pertama ia bertemu juga dan beberapa hal mereka bahas
setelah Joana akan berpamitan, Shilly meminta agar ia mengobrol berdua dulu dengan Joana
"emm pak Egar, saya bisa bicara dengan dokter Joana sebentar? ada hal mau saya bahas" kata Shilly
"oh, bisa kok dokter" jawab Egar
"ada apa ya dokter?" tanya Joana dengan polosnya
"soal kerjaan dikit sih"
"oh"
"yaudah saya tunggu diluar tidak masalah" jawab Egar
"aduh maafkan saya ya pak" ucap Shilly
"tidak masalah kok dokter"
Egar benar keluar, tinggallah Joana dengan Shilly, disini Shilly menanyakan dulu kenapa Joana harus berbohong pada suaminya dan tidak mengatakan saja apa yang terjadi
"kamu tidak bilang apa yang terjadi kepadamu di amerika?" tanya Shilly
"aku tidak mau dia kuatir dokter" kata Joana
"loh, kalau gini terus mau sampai kapan?"
"jadi suami mu itu benar benar tidak tau apapun?"
"iyaa"
baru membahas juga tentang obat konsumsi Joana..
"okey, bahas obat kamu, bagaimana? masih ada?" tanya Shilly
"masih dokter, kan baru bulan ini dapat minggu lalu?"
"oh ya, rutin ya, ada apa apa langsung kabari saja saya"
"siap dokter"
Shilly juga memberikan masukan kepada Joana agar mengatakan nya saja kepada Egar masalah Joana, tapi Joana tidak tau kapan ia bisa mengatakan, yaa bagaimana lagi, Joana saja tidak tau, masak Shilly memaksa, terlalu masuk campur urusan pribadi dong?
tapi Shilly mengatakan ia akan masih mendukung apapun keputusan Joana, tak lupa, Joana memberikan nomor baru miliknya, agar ia lebih bebas kontak dengan Shilly dan beberapa orang penting nya yang lain
"oh ya dokter, saya tada nomor, ini tidak diketahui oleh Theo dan Sam, jadi kita bebas mau bahas soal obat dan lainnya" kata Joana
"oh ini nomor baru?"
"tidak, nomor lama masih dipakai, nomor baru iya, maksudnya sama sama dipakai kok"
"ahh"
"oh ya sama kasih kepada dokter Jorse siapa tau ada butuh saya, sama sekalian dokter, tadi ada suster Westly tapi saya lupa memberikan kontak saya"
"oh baik, nanti saya akan kabari mereka"
"makasih dokter"
Joana mulai berdiri dan akan keluar, Shilly akan mengantarkannya tapi Joana terhenti karna ucapan dari Shilly, apa ucapannya? yaitu..
"aku tau kamu kuat" kata Shilly
seketika itu Joana membalikkan badannya, lalu memeluk Shilly dan merasakan ketenangan dan kehangatan tubuh Shilly, Shilly membalas pelukan itu dengan mengusap rambut kepala Joana
lalu juga berkata...
"mulai sekarang, jangan anggap aku sebagai atasan di pekerjaan mu ya, atau sebagai dokter lain, anggap aku kakak perempuan untukmu" kata Shilly
"serius dokter?"
"emmm, kamu tidak memiliki saudara perempuan kan?"
"iya, sama suamiku juga sama sama anak tunggal"
"nah pas, anggap aku kakakmu ya, lari padaku dan Jorse untuk menceritakan banyak masalahmu"
"terimakasih dokter"
"nah dokter lagi"
"lalu?"
"kakak dong"
"iya kakak dokter"
"bahh kakak saja, tanpa dokter"
"haha iya kakak"
setelah selesai ber-drama ria, Joana diantarkan Shilly keluar dan menyapa Egar diluar
"makasih ya pak Egar atas waktunya" kata Shilly
"sama sama dokter"
"yaudah dokter kami pamit ya, terimakasih juga waktumu"
"iyaa, eh iya pak Egar, dia adik saya, sudah seperti adik kandung bagi saya, titip Joana ya, jaga dia walau kamu hanya sebentar"
"baik dokter Shilly" jawab Egar dengan tegas
"hahah" ucap Joana tersenyum malu malu
setelah urusan dirumah sakit selesai, Joana dan Egar akan pulang, tapi saat mereka akan keluar, Egar tidak sengaja melihat dua orang mencurigakan dari salah satu sisi rumah sakit itu tapi mereka berburu lari dengan cepat membuat Egar tidak bisa melihat jelas siapa mereka
tapi Egar merasa dua pria ia lihat baru saja berpakaian jubah hitam, sama dengan ia lihat waktu didepan rumah Joana pagi kemarinnya
"Poy? kok diam disitu? ayo" kata Joana
"iya" jawab Egar
mereka mencari taksi, tapi karna Jorshy memang cukup jauh dari keramaian kota, cukup banyak orang tapi tidak seramai di kota, jadilah mereka jalan untuk mencari taksi nantinya
saat jalan, Egar haus, ia melihat pelapak es kopi susu cup jadi ia mengajak istrinya mampir
"Moy, beli es dulu lah, haus" kata Egar
"oh yaudah, iya"
mereka jalan lagi, dan mengantri membeli es yang mereka ingini