My Name JOANA

My Name JOANA
221



selama itu juga Motheo dan Samuel bergantian kadang bersamaan menjaga Joana


hingga tiba dimana hari ke sembilan perawatan, seminggu lebih dua hari dirawat, Randy mengatakan Joana bisa pulang dan dirawat dirumah


Joana sebenarnya tidak mau pergi dari rumah sakit itu, tapi bagaimana ceritanya ia tinggal dirumah sakit? akhirnya Motheo dan Samuel sepakat membawa Joana pergi kerumah pribadi Samuel


karna rumah pribadi Motheo cukup jauh dari rumah sakit jadi mencari yang dekat dulu


setelah mengurus kepulangannya, Joana pergi bersama mereka dan sesampainya..


"kamu tidur di kamar aku saja, aku akan tidur diluar" kata Samuel


"ingat ya, sampai macam macam, tau kau kan berhadapan dengan siapa?" sindir Motheo


"ya tau Theo, lagipula aku tidak takut, tidak ada sejarah mafia takut orang lain" jawab Samuel


"berhenti ya.. tolong!" kata Joana


Samuel membantu Joana naik kasur untuk ia beristirahat dan mereka meninggalkan Joana agar lebih tenang tidurnya


dari siang, sampai dirumah Samuel, sampai malamnya, Joana telah banyak waktu tidur, ia sengaja untuk malamnya ia bisa bertelfonan dengan Egar..


"kak Sam" sapa Joana


"apa?" jawab Samuel


"aku boleh pinjam hape?"


"oh? ada apa?"


"aku menelfon suamiku, dia pasti kuatir aku tidak ada kabar sama sekali seminggu"


Samuel memberikan hape itu dan membiarkan Joana bertelfonan dengan suaminya


"halo, Poy" sapa Joana


"Moy? kita seminggu lebih loh gak kontak"


"iya maafin aku ya Poy"


"aku juga Moy, aku sibuk" jawab Egar berbohong


"ahh? sibuk? banyak kerjaan ya Poy?"


"em hehe iya, kamu gimana kabarnya? baik kan?"


"baik lah, apalagi dengar kabar kamu baik, aku makin baik juga" jawab Joana berbohong juga


keduanya sedang sama sama saling membohongi dengan kondisi mereka sebenarnya


"nah aku ingat kamu, jadi ini ada waktu ya hubungi kamu" kata Joana


"ahh sama, baru saja aku mau telfon eh telfon duluan"


"haha iyaa"


mereka mengobrol berjam jam disana sembari banyak kebohongan yang mereka lontarkan


setelah menutup telfon mereka karna tak terasa sudah jam empat subuh, mereka memutuskan menghentikan telfon dan lanjut minggu depannya


kita skip story sisi kehidupan Joana jalani ya, kita bahas Egar dulu, nanti author balik lagi kepada story Joana pas Joana sudah pulih dan membaik


Egar menutup telfonnya dan menghela napasnya lega karna ia baru pertama kali dalam hidupnya bersama Joana, membohongi Joana akan kondisinya


saat Egar turun dari kasurnya, ia menahan sakit pada kakinya yang bekas operasi sambung tulang karna kakinya patah membuatnya harus berjalan dengan tongkat bantuan


nah yuk Story Egar, dimulai dari baliknya Sherla dari amerika ya gess..


setelah kembali nya Sherla, Egar tidak menanya terlalu memaksa kepada Sherla keadaan Joana tapi tetap menanyakan beberapa hal kegiatan Joana saja, dan Sherla menjelaskan cukup banyak kebohongan.


selepas hari itu ya Egar tidak terlalu memaksa Sherla menceritakan banyak hal karna ia berpikir ia sudah kontakan dengan Joana nya sendiri bukan?


paginya bangun, siapkan makan sendiri dan pergi bekerja sendiri, dan baru sampai meja kerjanya, ia menyelesaikan arsip laporan


"yaa, ini berkas untuk arsip kamu yang baru ya"


"ya dokter"


Egar langsung mengecek beberapa laporan dari staffnya lalu menyalinnya di data komputer ruangan kerjanya itu, lalu ia keluar ruangannya


"dokter, jadwal cek up pasien jadi hari ini setengah jam lagi" kata staff lain


"oh iya sudah, saya akan siapkan untuk itu"


Egar menyiapkan untuk pemeriksaan cek up rutin salah satu pasiennya


setelah jam pemeriksaan selesai, langsung lanjut untuk pengarahan dokter baru di rumah sakit itu


"dokter, sudah masuk jadwal shift dokter baru" kata staff lain


"okeh saya kesana, di ruangan rapat dokter kah?"


"iyaa"


Egar pergi menyapa para dokter baru disana untuk memberikan banyak pengarahan, belum lagi jika Egar harus mengurus untuk dokter yang masa KKN


setelah selesai, lanjut Egar mengoperasi pasien yang datang semalam karna kecelakaan lanjut lagi untuk Egar menulis skrip pembahasan seminar, menulis S.O.P pasien dan banyak pekerjaan nya lainnya


disini Egar begitu sibuk, ia benar menyibukkan dirinya agar tidak terlalu merasa kesepian atas ketidakhadiran Joana disetiap harinya


dan itu terus berjalan dan dijalaninya selama setahun belakangan, tepat dimana Joana setahun belakangan dalam masa tawanan Motheo dan Samuel


hari berlalu...


saat Egar berpapasan dengan Melki, karna Melki sudah menjadi dokter tetap di Netra Utama kan


mereka saling menatap ketika berpapasan..


"maafkan saya pak, pernah bersikap tidak sopan" kata Melki


"saya juga, minta maaf atas sikap dingin saya, tapi saya tidak bisa membaiki sikap meskipun kita sudah sama sama memaafkan"


"saya paham pak dokter" kata Melki


pak dokter adalah panggilan dari staff bawa dan dokter biasa kepada kepala bagian utama kedokteran, jadi sekarang tingkat jabatan Egar adalah tertinggi di RSNU


beberapa hari berlalu, dimana kegiatan Egar masih saja sama, penuh kesibukan..


saat suatu malam..


Egar setiap tanggal dua selalu kan berkumpul dengan keluarga Joana dan keluarganya dirumah Melanie dan Amir, dan malam itu mereka makan bersama, berkumpul, tak lupa menelfon Joana memastikan kabarnya


yang Amir tau, yang Melanie tau dan yang Egar dan ayah ibunya juga tau, Joana di amerika ya baik baik saja, tapi lain dari mereka, mereka tau Joana menutupi yang terjadi padanya


malam keduanya, Egar masih menginap dirumah Melanie dan Amir, saat duduk di kamarnya, ia menelfon Joana dan melepaskan rindu


baru setelah telfon, malam itu ia tidak bisa tidur, ia kepikiran, untuk bekerja lebih giat dan mengumpulkan banyak uang untuk menghampiri Joana ke amerika


"Egar? belum tidur?" tanya Amir


"Pamir? iya pa, ini baru saja telfon sama Joana"


"oh ya? waah, gimana kabarnya?"


"baik kok pa, memang Joana gak pernah kabari?"


"sering sih, siapa tau kan soalnya papa sibuk, kata mama sering"


"em"


mereka diam disana, duduk berdua sebagai sesama pria dan mulai membuka pembicaraan tentang pri pula disana, mereka membahas banyak hal tentang kesabaran dalam hubungan


Amir memang tidak pernah ldr tapi ia tau perasaan Egar sebagai sesama pria, apalagi Egar begitu dekat dengannya seperti tidak terlihat menantu dan mertuanya tapi seperti ayah ke anak kadungnya


yaa memanh sejak Joana tidak di indonesia, Egar berusaha semampunya ia membahagiakan ayah ibu Joana agar tidak merasa kesepian karna anak nya tugas keluar negri tapi Egar tetap ya tidak melupakan kedua orang tua kandungnya, ia masih memberikan perhatian juga yang sama ia lakukan kepada mertua nya