
"halo, dengan Joana, ada yang bisa saya bantu?" tanya Joana
"Joana? masih ingat sama saya?" tanya nya
"emm?"
"Fero"
"oh iya doktor Fero, maaf dokter saya kemarin lupa simpan nomornya, jadi tidak tau ini nomor anda"
"ahh iya tidak apa apa, setelah ini jangan lupa lagi simpannya ya"
"iyaa"
jam istirahat makan siang, Joana makan santai sembari bertelfonan dengan Fero dan mereka merencanakan untuk bertemu selepas Joana balik kerjaannya, dan Fero berjanji akan menjemputnya
sorenya... semua siap pulang ganti shift dan Joana juga pulang di jam 7 malam, seperti biasanya, tapi saat keluar, ia tidak melihat siapapun disana, jadi Joana menelfonnya
"halo pak Fero? saya sudah cek out pulang, ini dimana ya?"
"oh tunggu, aku turun"
"ya"
Fero turun dari mobil mewah berwarna gold yang terparkir di dekat satpam jaga dan menyapa Joana
"siap?" sapanya
"yaa, ayo pak"
mereka pergi makan malam..
setelah sampai dan duduk, mereka mulai pesan makanan, setelah makanan datang, Fero sedikit risih dengan sikap Joana yang memainkan hapenya dan menelfon seseorang
ternyata Joana mengabari kepada Lestari jika ia tidak pulang cepat karna makan diluar dan Lestari memberikan kabar kepada ayah ibu Joana agar tidak menunggu
"kamu mau makan kenapa main hape?" tanya Fero
"oh iya pak maaf, ini tadi kabari ibu saya biar gak nunggu pulang dan gak siapkan makan, biar makanan gak kebuang kan"
"ooh, yaudah lanjut dimakan dong"
"iya pak"
hal pertama dimana Joana tidak suka pria yang menanyakan urusan pribadinya, yaa meskipun ia akhirnya mengatakan tapi tetap Joana risih
setelah makan, mereka kembali kerumah Joana, Fero antarkan Joana dan sampai dirumah, didepan rumah ada Melanie dan Amir duduk santai
Joana menyapanya dan mengenalkan Fero, Fero duduk dan mengobrol dengan kedua orang tua Joana sementara Joana pergi kekamarnya ganti baju, sembari ia membuatkan minuman untuk Fero
setelah minuman jadi, Joana membawakan nya kedepan..
"ini minumannya" kata Joana
"oh iya makasih" jawab Fero
"yaudah, kami tinggal ya, Joana kami masuk" kata Amir
"iya pa" jawab Joana
Joana dan Fero mengobrol lagi disana...
"besok kalau berangkatnya jam berapa?" tanya Fero
"kalau pagi alu berangkat jam 9 dari rumah"
"oh kalau gitu makan saja dulu bareng aku diluar gimana?"
"aduh pak dokter, saya tidak bisa, saya biasa makan paginya dirumah"
"oh gitu"
"kalau pak dokter mau, makan dirumah saja"
"aduh ya jangan lah, kalau begitu biar bagaimana saya datang hampir jam 9, biar sekalian antar saja"
"okeh deh"
janjian besoknya.. hari berlalu, dan esoknya..
"Sherla, kamu kapan mau ujian masuk kampusnya?" tanya Joana
"hai Joana, ini hari ini, aku berangkat ya" kata Sherla
"gak makan saja dulu?"
"gak, bawa makanan kok aku"
"oh"
Sherla pun pergi, sementara Joana masih dirumah, dan ketika akan jam 9, kurang 15 menitan, Fero kembali datang, ia turun dari mobil dan melihat sekitar rumah itu, ia melihat ada boneka di salah satu ruangan lantai atas terlihat dari tempatnya berdiri
ia hanya berpikir, boneka yang aneh, karna ia memang tidak suka boneka, itu membuat Joana semakin tidak akan suka kepada Fero
dan ketika melihat boneka itu (Nav) bahkan Nav tidak bergerak sedikitpun, sama ketika Ello, Vera dan teman Joana biasa yang datang
masih ingat kepada siapa Nav menggerakkan kepalanya? kepada Egar ketika ia awal kerumah Joana, dan sampai membuat Egar penasaran kepada boneka itu tapi ia tidak mendapatkan apapun perihal boneka itu selain ya hanya boneka saja
tak lama Lestari membukakan pintu rumahnya dan memanggil Joana, Joana pamitan pergi dan jalan bersama Fero, sesampainya..
"itu, itu Joana" teriak Alisia
"Joana, tolong ini marah lagi" kata suster disana
"oh astaga ya"
Joana berlari mengejar suster itu dan membantu Alisia, lalu menenangkannya disana dan membawanya kembali ke kamarnya untuk lebih tenang
"kan berapa kali aku bilang jangan marah" kata Joana
"iya Joana, dia habisan, mau suntik aku, aku berapa kali bilang, jangan ada sentuh aku kecuali kamu" kata Alisia
"iya, iya, yaudah tidur ya, bantu aku untuk bisa mengerjakan pekerjaan ku hari ini kalau kamu tidur kan aku enak"
"iyaa aku tidur, jangan kemana mana"
"iya"
sementara Joana menenangkan Alisia, mengajak mengobrol, memberikan arahan, diluar, Fero menanyakan soal pasien itu kepada perawat disana
perawat disana menjelaskan siapa Alisia dan apa gejalannya, dan disini Fero melihat paras Alisia sebenarnya adalah tipe kriteria gadis idaman Fero
loh katanya menyukai Joana?
iya, menyukai Joana kan karna pintarnya, karna Joana berprestasi, tapi tipe kecantikan sebenarnya seperti Alisia, Alisia tidak didandani dan menjadi gadis gila saja sangat cantik apalagi ketika rapi dan menjadi gadis normal
Joana pergi lagi keluar dan menemui Fero dan menjelaskan semuanya, Fero seolah mendengarkan Joana, seperti ia baru mendengar apa yang kisah dialami Alisia padahal sebelum nya ia sudah tau
hari berikutnya pekerjaan tengah sibuk, Joana fokus membantu kesembuhan Alisia
"Aal, makan ya"
"iya Joana... kamu makan juga?"
"iya makan"
pihak rumah sakit Netra memberikan izin untuk Joana merawat Alisia dan tentunya harus memberikan izin apa yang diminta oleh Alisia kepada Joana, Joana harus turuti termasuk untuk soal makan
jika staff lainnya makan pagi ya sebelum berangkat, makan siang jam ditentukan dan makan malam dirumah masing masing tapi tidak dengan Joana
atas perhatiannya kepada Alisia, Joana makan pagi di Netra bahkan berdua dikamar rawat milik Alisia
makan siangnya ya bersama staff lainnya tapi Joana harus makan di meja paling sendiri karna harus menemani Alisia
bahkan makan malam, ketika Joana sudah cek out kerjaan, tapi ia masih memberikan waktu untuk makan bersama Alisia jadi ini alasan mengapa Joana pulang selalu malam dan tidak makan
makanan dari mana? beli? pesan? atau apa?
karna Alisia tidak akan makan jika Joana tidak makan, Alisia juga tidak mau makan berbeda dengan Joana jadi Joana mengalah memakan makanan yang diharuskan pihak Netra untuk pasiennya itu
tak hanya itu..
"Joana, coba deh kamu pergi ke ruangan Aal, kalau kamu kerjakan tugasmu disini, dia akan selalu disini, sampai kapan dia ikut kamu keruangan ini" kata temannya
"iya Joana, bukan aku mengusirmu sih, aku rasa kamu harus pindah meja kerja yang dekat saja sama kamar inap Alisia, niar leluasa pengawasannya"