My Name JOANA

My Name JOANA
265



"iya bos, S3 ambil kejiwaan" jawab Egar


"iya, kok kejiwaan? bukannya enakan dokter umum?"


"ahh dokter umum aku ada S1 dan S2 nya" jawab Egar


"emm karna istri nya dokter jiwa itu" jawab murid disana


"oh iya, Joana ya? ikuti jejak istri nih?"


"haha begitu lah, masuk dulu ya" jawab Egar


dua teman Egar disana membicarakan Egar dengan kebiasaan barunya, yaa seperti si penjaga perpustakaan tau, Egar bukan tipe anak yang masuk perpustakaan meskipun ia memiliki otak encer


tapi kebiasaan Egar yang baru setelah ia menikahi Joana memang membaca buku


yaa.. Egar memang murid paling pintar di sekolah nya mulai sejak kecil memang pintar, bahkan di kampus lama juga ia paling pintar tapi Egar bukan tipe yang membaca buku untuk mengasah kepintarannya


berbeda dengan sang istri, Joana bukan dari pemilik otak pintar, terbilang bahkan Joana masih harus belajar dari awal sekali ketika usianya sudah menginjak 15 tahun dimana anak anak diusianya sudah begitu banyak mengerti beberapa masalah dihidupnya tapi Joana masih baru memulai hidupnya


hari berlalu, ketika Egar sedang duduk di taman kampus belakang fakultas nya bersama Fero..


"pi" sapa Alisia


"hai, eh Egar itu aku dijemput" kata Fero


"Aal?" tanya Egar


"hai Egar?" sapa Alisia


Alisia yang menghampiri suaminya, ia juga menyapa Egar karna Alisia tau Egar dari amerika


"hai Aal, apa kabarmu?" sapa Egar


"baik dong, eh, kemarin katanya kamu ke amerika seminggu? ketemu Joana dong" ucap Alisia


"iya ke amerika, seminggu saja" jawab Egar


"iya, aku pas main kerumah papa Amir, eh papa bilang sama kita ya mi, kalau kamu pergi liburan ke amerika" kata Fero


"iya, aku kesana memang mengisi liburan juga, tapi meminta izin buat kuliah ini kan, gak enak kalau gak izin istri"


"oh ya bener juga" jawab Fero


"terus terus, ngapain saja disana?" tanya Alisia


"ya intinya ketemu kok" jawab Egar


"iya, tau lah, ya kali seminggu gak ketemu Joana juga, tapi ngapain pas itu?"


"ya menghabiskan waktu untuk melepaskan rindu"


"aseeek" jawab Fero


"berarti main dong?" ucap Alisia


"main? main apa?" tanya Egar


Fero juga bingung ucapan istrinya, ia melirik arah Alisia, Alisia membisikkan sedikit di telinga suaminya karna ia tidak enak mau mengatakannya, dan barulah Fero paham


"ahh jadi maksudnya Aal itu, kamu berhubungan badan kan?" ucap Fero memperjelas


"apaan sih pikirannya?"


"loh ya bener lah Egar, masak gak berhubungan badan kalian?" tanya Fero


"ya enggak lah, gak kepikiran gitu aku ketemu Joana" jawab Egar


"jadi gak?" tanya Alisia


"ya enggak" jawab Egar


"gak kepikiran kesana Aal, kamu ini" jawab Egar


"ya bukannya gak kepikiran kearah sana, kamu kan pisah, lama, tiga tahun kan baru ketemu, ketemu masak gak berhubungan badan, aneh ih lu, aturannya ya berhubungan lah" jawab Alisia


"bener banget itu, ini Egar bukannya karna yang ngomong ini istriku ya, tapi bener Aal"


"ya udah sih terlanjur, pikiran ku penting ketemu" jawab Egar


"iya mi, jangan salah kan juga lah, kan kangen ketemu saja" jawab Fero


"emm iya juga sih, yaudah sih" jawab Alisia


"yaudah, aku pergi duluan ya Egar, tugas kampus selesai jadi balik aku" kata Fero


"eh, inget, kalau ketemu lagi, kamu kesana lagi, harus diingat itu, hubungan badan penting, lagian kalian suami istri, sah sah saja mau kapan, bukannya aku protektif tapi aku mewakili Joana dan mewakili perempuan, perempuan itu menunggu lelaki bertindak lebih dulu" jelas Alisia


"iyaaa Alisia An-Nura" jawab Egar


"dasar" jawab Alisia


disini Egar berpikir Fero Alisia benar, kenapa tidak kepikiran sejauh itu untuk berhubungan badan


hari berganti, dimana esoknya lepas kelas prodinya, Fero pergi karna lepas kampus hari itu ia akan lanjut mengisi seminar di sekolah SMA farmasi


Egar sendiri juga keluar kelas, mau pulang nanggung, karna kan empat jam lagi ada kelas lagi, jadi lebih baik diam saja dikampus, membaca buku dan mengerjakan banyak tugas tugasnya


seperti biasa, Egar ke perpustakaan, perpustakaan adalah tempat paling nyaman bagi murid yang ingin mengerjakan tugas dengan penuh ketenangan


setelah beberapa pekerjaannya selesai, Egar keluar, bosan di perpustakaan, karna Egar diapakan juga bukan Joana yang bahkan seharian pun di perpustakaan tidak akan ada bosannya


Egar pergi keluar kampus, lalu duduk di kursi taman dibelakang fakultas nya, tempat biasa ia duduki, disana ia membaca buku, ia merasakan angin cukup kencang siang itu


ia melihat kearah sekelilingnya, seperti ia merasakan sedang musim gugur diluar negri, angin menghembuskan banyan dedaunan yang entah mengapa ketika melihatnya, hati Egar merasa sakit, dadanya mendadak sesak


"asssh, pikiran buruk, tidak bisa dilanjutkan" gerutu Egar


ia tidak mau memikirkan berlebihan kepada sebuah hal jadi ia lanjutkan membaca nya, tak lama ada seseorang yang duduk tepat di samping Egar


Egar tidak peduli, ia bersikap cuek, untuk meliriknya saja Egar tidak melakukan, yaa tidak kaget itu memang sikap Egar


seorang gadis yang berteduh dari angin, karna ia sedang jalan dan memakai rok di atas lutut, jika lanjut jalan, rok nya akan terus terangkat


gadis itu melirik kearah Egar yang sibuk membaca buku, dan ia tertarik karna Egar membaca tentang buku kejiwaan, dan gadis itu melihat kearah belakangnya, tepat ia duduk di belakang gedung fakultas kedokteran jiwa


semakin dibuatlah tertarik..


"hai kak, salam kenal" sapa gadis itu mengulurkan tangannya


Egar masih sibuk membaca buku, Egar masih santai, sekali gadis itu berucap dan gadis itu langsung menarik lagi tangannya karna tidak dapat respon positif


karna merasa tidak ada kepentingan lagi duduk disana, Egar berdiri lalu pegi meninggalkan tempat itu tanpa ada sepatah katapun disana kepada gadis disampingnya


"keras amat" gerutu gadis itu dalam hati


seiring berjalannya waktu, Egar memutuskan kuliah kembali, ia mulai mempelajari banyak hal di fakultas barunya banyak kegiatan dan hal hal yang baru ia cerna dan pahami yang sebelumnya asing baginya


selama satu semester sudah, Egar menagih janji Joana yang akan pulang kembali ke indonesia, malamnya ia menelfon istrinya itu dan menanyakan keputusannya


"halo, Moy? lagi ngapain malam ini?" tanya Egar


"lagi tiduran saja Poy, kenapa Poy?"


"enggak, aku mau bilang saja, aku sudah naikan semester dua minggu depan" kata Egar


"oh iya ingat aku Poy, iya kamu tenang saja, aku akan siapkan terbang kesana deh"


"beneran kamu? aku beneran nunggu Moy, jangan janji janji"


"iyaaa Poy" jawab Joana