
"pasien ini yang mau ditangani?" tanya dokter
"iya pak, dia butuh dirawat, bisa kan pak?" tanya Joana
"soal bisa, yaa saya bisa, tapi.." ucap dokter melirik beberapa warga disana yang lain
"pak, jangan bawa saya, saya hanya membantu dia" kata warga disana
"pak, ada apa sih? kenapa susah ya? biar saya yang tanggung jawab atas semuanya kok" jawab Joana
"apa kamu bisa menjaga masalah? saya tidak mau ya dirumah sakit ini jadi banyak keributan" jawab dokter
"baik pak, saya akan handle" jawab Joana
karna melihat kebaikan Joana tulus juga, dokter juga akhirnya mau membantu juga atas janji dari Joana
setelah mengurus semuanya, Joana melihat kondisi pria itu (Samuel) yang sedang dirawat tapi masih belum sadar
"nona... ini selesai ya saya bantu"
"iya nona jangan bahas kami lagi ya, kalau pasien ini sadar"
"sama satu lagi nona, urusan jangan bawa bawa kami"
"iya pak... nanti saya tidak bahas apapun, makasih kalian membantu saya ya pak"
"iyaa iya"
"kamu bukan orang amerika ya?" tanya salah sayu disana
"iya pak, saya pertukaran pelajar di unniversitas Los Angeles"
"oh ya pantes" jawab beberapa orang disana
Joana memberikan sejumlah uang tapi malah mereka bertiga menolak karna tidak mau berurusan apapun lagi dengan gadis itu
tak lama Joana melihat kearah jam tangannya dan jam menunjukkan setengah jam lagi akan mulai kelasnya
belum juga ia pergi ke asrama, mandi, dan siap siap, jadi ia memutuskan meninggalkan orang itu dan menitipkannya kepada staff rumah sakit disana
"suster, bisa saya titip kan pasien ya, saya ada kelas kuliah, saya tidak bisa tinggal, jadi nanti saya kembali lagi kesini" kata Joana
"iya nona, bisa, percayakan kami" kata suster itu
"terimakasih" jawab Joana
Joana cepat pergi ke asrama nya, lalu mandi, siap siap dan pergi kekelasnya, sementara yang tadi ditolong Joana
ia sadar setelah dua jam Joana pergi, lalu Samuel pun menyapa perawat disana
"suster, ini dimana? dirumah sakit?" tanya nya
"iya, anda ada dirumah sakit"
"siapa membawa saya?"
"atas nama Joana, tapi gadisnya lagi pergi karna ada kelas kampus"
"masih kuliah?"
"iya, tapi dia baik padamu, dia membayari semua nya"
"perawatan ini? dia bayar? dibayari sama anak sekolah?"
"jangan lihat dia anak sekolahnya, lihat kebaikannya Sam" jawab suster
suster dan dokter disana semua kenal siapa Samuel, bukan karna Samuel adalah orang dalam dari rumah sakit tapi karna mereka tau siapa sebenarnya Samuel
"barang barangku?" ucap Samuel
"Sam, kamu tenang saja, kamu bertemu sama gadis baik, dia menyimpan tasmu di laci ini, dia menitipkannya kepadaku, dia juga mengurus barang barangmu, motor dan helmet mu saja dia simpan"
"apa iya? siapa dia?"
"namanya Joana"
Samuel mencoba berpikir, ia tidak ada teman atau tidak merasa mengenal nama itu
yap, siapa yang tidak kenal Samuel, bahkan suster dan dokter semuanya disana mengenalnya, ditambah warga sebelumnya kan juga mengenal siapa Samuel, makanya ada yang keberatan membantu, ada yang membantu tapi meminta agar tidak membahas ini lagi
lalu siapa Samuel?
ketika malamnya baru lah Joana pergi untuk menjenguk kondisi Samuel, ia sampai dirumah sakit, menyapa suster disana lalu masuk kekamar Samuel
"suster gimana kondisi nya?" sapa Joana
"oh nona, sudah bangun pasien nya, dan kondisinya membaik" jawab suster
"oh ya? waah bagus deh, saya masuk ya"
"iyaaa"
setelah Joana masuk dengan santainya, Samuel kaget, ia pikir itu perawat tapi malah memakai baju casual
yap, seorang gadis berpakaian biasa, berkulit putih bersih, memakai kacamata bening yang cukup besar masuk keruangan rawat inap Samuel, kaget lah Samuel nya
"siapa kamu?" tanya Samuel dengan nada tinggi
Joana membuka kacamatanya lalu meletakkan kacamatanya dimeja
"aku Joana, yang membawamu kesini"
"oh jadi ini gadis membawaku" ucap Samuel dalam hatinya
"itu makanan sore? gak dimakan?" gerutu Joana
Joana mengambil makanan itu lalu menyuapi pria disana dengan perhatian, Joana tidak tau ia berhadapannya dengan siapa tapi ia menerapkan kebaikan tidak memilah milah kepada siapa kita harus berbuat baik kan?
Samuel begitu terpesona ketika Joana menyuapinya dengan perhatian, lalu membantunya untuk istirahat, terlihat memang covernya sangat sederhana, tapuli ketika melihatnya sangat dekat, Joana begitu cantik
bahkan ketika Samuel menolak makan disuapi, Joana memaksanya tetap, untuk makan dan cepat istirahat
"makan, ayo" ucap Joana menyodorkan sendok makannya
"tidak" jawab Samuel
"kamu ini sakit kak, harus makan, makan, buka" ucap Joana menarik pipi Samuel agar terbuka
"heeei, gila kau" teriak Samuel
"yaudah makan, kalau tidak, aku akan terus paksa"
"heeei, gilaa gilaaaa ini gadis, dia tidak kenal saya, apa?" gerutu Samuel dalam hatinya
setelah makan, Joana membantu Samuel agar tidur dan beristirahat, menahan kepala Samuel,
lalu meluruskan ranjang tidur bagian kepala nya,
membetulkan bantalnya dulu, merapikan nya,
lalu membantu kepala Samuel untuk tidur di atas bantalnya, disini lah Samuel benar benar melihat gambaran mutiara dalam sampah
kenapa? karna cover (penampilan sekilas) dari Joana sama sekali bukan tipe nya, Samuel suka gadis super seksi, bahkan ia bisa saja menyukai gadis yang berani seksi meskipun tidak begitu cantik
"ini perempuan, baru aku temukan, ahh, dunia masih memiliki stok gadis sebaik dia, aku belum percaya" ucap Samuel dalam hatinya
tapi didepan mata Samuel, ketika begitu sangat dekatnya dengan wajah Joana, Joana cantik, harum, baik, perhatian tapi sayang penampilannya biasa saja
"sudah, selamat tidur" ucap Joana
"emm" jawab Samuel wajah datar
"aku jaga disini kok, tapi besok aku harus pulang, kamu butuh apa apa, bilang aku saja, aku bantu" kata Joana
Joana benar memgurus semua tentang Samuel selama dirumah sakit itu
Samuel hanya diam, lalu Joana duduk di sofa yang ada disana, ia memainkan hapenya sebentar untuk menanyakan kabar pacarnya, yaitu Elyas, lalu membaca buku yang sengaja ia bawa disana
tapi Samuel diam diam menelfon anak buahnya untuk datang menemaninya karna ia risih jika di temani dengan gadis asing
tak lama keempat teman Samuel benar datang, langsung membuka pintu dan melihat bos mereka terbaring disana tapi lebih kaget lagi ketika mereka melihat ada seorang gadis disana
"bos, gimana? apa kata dokter?" tanya Nico
"apa cedera bos?" tanya Morza
"bos, kamu baik baik saja kan? gak ada masalah kan?" tanya Nico
"bos, ehem, dia baru?" tanya Ravansa berbisik