
"ehh hei, Vera, jangan gitu ah, kamu berpikir buruk soal orang loh, jangan, gak boleh" ucap Joana
"tapi apa iya? iya bisa juga sih ya" kata Ello
"ya enggak gitu lah, kalian harus yakin saja dulu, niat Puri baik, kan semua balik lagi sama kamu Ello, kamu bisa tidak mengarahkan dia" kata Joana
"memang kalau aku sampai bisa macarin dia, kamu gak marah?" tanya Ello
"ngapain? gak lah"
"asal Joana siap siap aja kehilangan sahabatnya karna dihasut oleh Puri itu" jawab Vera
"gak Vera, gue janji, gue yang ngehasut dia buat baik" jawab Ello yakin
"emm" jawab Vera
"yaudah, usaha baik dari mu akan mendapatkan hasil baik juga, jadi apapun lakukan dengan kebaikan ya" kata Joana
"iyaa"
tak lama Wildan datang, pacar Vera..
"Joana, apa kabarmu?" sapa Wildan
"hai, Wildan, baik Wildan, sini duduk gabung" sapa Joana
"makasih ya Joana sudah membawa nama kampus lebih baik di amerika"
"kenapa sih pada bilang begitu?" tanya Joana
"loh gak tau kah? kan pak Dipo sama pak Dori dapat sanjungan karna murid Joana Calista itu menjadi murid terbaik selama kampus luar mendapatkan kiriman pertukaran pelajarnya" kata Wildan
"ahh apa iya?"
"iya, dosen sana langsung dihubungi oleh pak Dipo ketika rapat kampus untuk kedatangan kamu dan Tivano"
"hemm, bangga sendiri ya" jawab Joana
"ah kamu, apalagi aku Joana, kemarin dengar langsung kata dosen disana penilaian pribadi kepada kamu sangat baik"
tak lama Elva datang menyapa Joana disana
"kak Joana" sapa Elva
"eh Elva, ayo duduk disini" kata Joana
"emm kak, aku bawa Tiko sama Sahid, dua temanku boleh?"
"ya dong, boleh juga, duduk deh" kata Joana
"makasih kak" sapa Tiko
"iya kak, makasih kak sudah mengundang kami" kata Sahid
"haha iya, ehh Tivano gak kamu undang juga kah Ello?" tanya Joana
"gak, aku lupa"
"biarkan deh biar aku telfon dia saja"
"okeh"
saat Joana pergi menelfon Tivano, Feris datang bersama dua temannya yaitu Rozi dan Hanafi juga datang
"kemana Joana?" sapa Feris
"ada, masih telfon Tivano kak" jawab Ello
"ooh, yaudah"
"waah, kalian ikut kak Rozi, kak Pipi" sapa Ello
"iya, gue diajak nih" jawab Hanafi
"boleh deh, Joana malah seneng"
saat sejak kedatangan Feris, Elva memerhatikan Feris yang datang bersama kedua temannya disana, seketika ia seperti melihat itu bukan Feris
karna bagaimana Feris ketika dikampus mengajar selalu rapi memakai kemeja dan celana kain longgar tapi hari itu janjian memakai jamper triple kembar dengan kedua temannya, bak anak abg seumuran Elva
"Elva, lo gak lagi mikirin dia kan?" bisik Tiko
"enggak" jawab Elva
"eh eh, pak Feris muda banget kelihatannya ya" kata Sahid
"iya. bener, gue Mikir nya sama" jawab Tiko
tapi sayang disana Feris tidak lagi bersikap jahil kepada Elva atau melirik saja kearah Elva, Feris sibuk mengobrol dengan Ello dan kedua temanya juga disana
sementara Joana pergi menelfon Tivano..
"halo Tivano?" sapa Joana
"kamu dimana? gak ada kelas kan? aku undang makan siang ya, buat kumpulan saja"
"yaah kapan itu?"
"sekarang siang ini, dikantin utama kampus" jawabnya
"yaaa hari ini sampai lusa aku gak ada tugas jadi balik kerumah nenek, gak bisa"
"yaah gak bisa? terus kapan kamu balik kesini?"
"lusa Joana, udah gakpapa kamu sana deh"
"yaa yaudah, bye Tivano"
"iyaaa"
Joana kembali ke meja nya dan melihat sudah ada Feris dan kedua temannya
"kak Feris, hai kak Pipi, kak Rozi" sapa Joana
"hai Joana apa kabar?" sapa Hanafi
"baik kak, kalian gimana?"
Joana menyapa disana mengobrol dengan ketiganya membahas soal masing masing kesibukan Pipi dan Rozi, Elva masih memerhatikan mereka, ia masih sabar malah ia berpikir tidak ada hubungan apa apa antara perasaannya ketika Joana dan Feris berhubungan dekat
tapi tak lama yang malah membuat Elva cemburu ketika kedatangan Egar, yap, dimana Egar telah datang dan membawakan sekotak sosis bakar pedas buatannya
"Joana, aku baru masak, dan membawakan untukmu, ini" kata Egar
"waah makasih"
"iya sama sama, makan dulu dicoba, enak tidak?"
"ahh begini doang sih gue bisa" kata Vera
"Vera" kata Wildan
"iya" jawab Vera pelan
disana Egar memerhatikan Joana dengan senyuman terlebar saat Joana mencicipi masakan nya, tapi mereka berdua tidak tau semua mata memerhatikan mereka disana
mulai dari Elva yang memerhatikan Joana dan Egar saling mengobrol begitu dekatnya dan Tiko juga Sahid sesekali melirik masing masing karna paham apa dipikiran sahabatnya itu
sementara Feris juga sama, memerhatikan bagaimana kedekatan keduanya, Feris tidak marah, bukan lagi sedang menahan kemarahannya karna mantan tidak sewajarnya cemburu tapi hanya sedikit kurang suka saja dan Rozi juga Hanafi sama sama melirik kearah Feris disana
karna Rozi dan Hanafi sama dengan Tiko dan Sahid yang tau bagaimana perasaan sahabat mereka disana, sementara Ello memerhatikan Feris, ia tidak tau jika Elva menyukai Egar karna selama ini Elva juga bersikap bisa saja dengan Feris yang Ello tau hanya Feris mantan Joana
sementara Vera tidak menyadari karna sibuk bersama Wildan membahas makanan ada dipesan
"eh Joana, aku dan Wildan memesan makanan duluan ya" kata Vera
"eh iya, kalian pesan saja gakpapa deh" kata Joana
semua memesan makanan disana sambil menunggu beberapa teman yang belum datang dan tak lama Nero datang, sendirian
"Joana" sapa Nero
"kak Nero, duduk, loh sendirian?" tanya Joana
"emm itu, Fadia lagi ketemu dosen"
"oh, eh tapi kalian baik baik saja kan?" tanya Joana
"astaga iya lah Joana" jawab Nero
"mereka akan melangsungkan pernikahan Joana" jawab Ello
"eh iya?"
"emm, hehe"
"aku baru dikabari sih?"
"Ello ember memang, aku bilang gak rame rame, nanti udah fiks tinggal kirim undangan" jawab Nero
"hehe" jawab Ello
"eh tapi mau nyusul kok Fadianya, dia udah selesai"
"memang dia dimana?"
"ada di kelasnya, sama teman teman"
"oh urusan kampus, kupikir apa"
"ya gitu lah Joana, dia super sibuk kan, ketua kelas dikelas ku, banyak tugasnya"
dan tak lama semua berdatangan mulai dari titto dan manda, teman kelas Nero dan Fadia, lalu Fadia juga datang, lalu Nanda teman sekelas Joana juga, dan Wita yang datang nyaris telat dan yang terakhir juga teman paling lama tidak Joana jumpai bahkan sebelum Joana pergi ke amerika karna teman ini kkn yaitu Galen
dan setelah semua berkumpul lengkap mereka langsung memesan makanan masing masing untuk dimakan bersama disana