My Name JOANA

My Name JOANA
186



ia menjelaskan kepada Nandra tentang ia tidak mau terlalu lama menjadi beban keluarga Joana, karna bagaimana pun Sherla orang asing dirumah itu


"kamu mengontrak?"


"iya, aku pikir aku akan pakai uang tadi untuk mengontrak dulu beberapa tahun, kan lumayan sambil aku kumpulin lagi buat mengontrak perpanjangan"


"udah, beli perumahan saja, aku carikan, aku kasih bayar dulu uang muka dan angsuran pertama, sisanya kamu"


"Nandra, jangan, kamu merepotkan"


"aku tidak merasa direpotkan kok, beneran, ya, daripada mengontrak loh"


akhirnya Nandra membantu Sherla mencari rumah, dan mereka mendapatkan rumah baru, perumahan sih, tapi perumahan baru, jadi harga masih cukup lah tidak mahal tidak juga murah


setidaknya mereka dapat rumah dengan harga pas dengan kantong Sherla kok


setelah beres, biaya bangunan ditanggung juga oleh Nandra, Sherla hanya perlu membayar cicilan perbulannya selama 4 tahun, yaa itu termasuk ringan


dan setelah selesai, rumah siap ditempati juga, Sherla memutuskan tidak berlama lama lagi untuk pindah, tidak apa lah meskipun rumahnya masih kosong melompong, itu bisa ia atur sembari jalannya waktu


saat dirumah, Sherla melihat Melanie dan Lestari di depan televisi, ia menghampiri mereka, tak lama Amir juga datang menghampiri mereka bertiga


"maa, pa, buk, Sherla ada yang mau dibicarakan" kata Sherla


"apa nak?" sapa Melanie


Sherla menjelaskan jika ia akan pindah rumah, dan membawa barang barangnya minggu depan untuk pindah, kepindahan dan soal rumah baru Sherla, Sherla jelaskan disana dan mereka pun memahami, karna Sherla sama dengan Alisia, sudah sama sama dewasa kan


"kamu jaga diri yang penting, jangan lupa sama kita disini ya, sering datang, itu harapan papa" kata Amir


"iya nak, gak penting uang, makanan, yang penting kamu datang, mama juga bilang gitu kok sama Alisia" tambah Melanie


"kami tidak melarang, karna kamu sudah dewasa kan, tau apa yang akan kamu ambil" jawab Lestari


"makasih kalian sudah menerimaku dan menjadikan aku anak kalian, meskipun pisah rumah, aku tidak akan pernah meninggalkan kalian"


"ahh kok jadi sedih? sudah lah, jangan sedih gini, kan harusnya senang ya" jawab Amir


Sherla juga tak lupa memberikan kabar kepada Joana tentang kepindahan nya, Joana pun memberikan semangat untuk Sherla terus berjuang lebih dan bertahan untuk kehidupan yang lebih mandiri lagi


setelah dapat 2 kabar dari orang terdekatnya, Joana begitu sedih, ia tidak ada disamping mereka saat saat bahagia


hari berlalu, ketika Joana baru pulang dari kerjanya, ia masuk kamar lalu mandi, dan mengeringkan rambut, baru selesai, suara ketukan pintu rumahnya


ia membukakan nya tapi malah Samuel yang datang


Joana menoleh kanan kiri..


"cari siapa?" tanya Samuel


"kemana kak Theo?"


"kenapa cari dia?"


"kan biasanya kamu datang sama dia"


"tidak, aku selalu datang sendirian, kalau bareng pas papasan saja"


"emm"


Samuel mendorong Joana agar masuk lalu menutup pintunya


"aduh kak, kenapa?" tanya Joana


"gakpapa, enakan didalam"


Joana membalikkan badannya akan pergi tapi Samuel menarik lengan Joana dan mereka bertatapan disana


"kenapa kak?" tanya Joana


"aku mencintaimu" kata Samuel


"apa sih kak" ucap Joana melepaskan tangan Samuel


"aku cinta sama kamu" ucap Samuel menarik lengan Joana lagi


"kak, udah lah, percuma kak, aku tidak pernah mencintai kamu"


"aku akan buat kamu mencintai aku"


"tidak mungkin, aku memiliki orang yang kucintai dan tidak terganti, itu suamiku" kata Joana


Samuel malah masih memeluk Joana..


"kak, aku mohon kak, mohooon udah kak, aku capek" kata Joana


"disini, ada aku, kalau capek. tidur dipelukan aku" kata Samuel


"hemmm" ucap Joana menarik napasnya


"iya sudah terserah kamu saja, lepasin dulu aku, aku mau ke dapur" kata Joana


Joana kedapur untuk minum, karna ia haus, tapi ia juga lapar jadi membuat makanan juga, memasak daging panggang yang ia beli di supermarket kemarin


tapi saat masak, Samuel malah memeluk Joana dari belakang..


"kan aku tidak membuatmu terganggu" kata Samuel


"hemm"


Joana membalikkan badannya dan menatap kedua mata Samuel lalu memberikan kesempatan memilih untuk mendapatkan gadis lain


"aku cari kan gadis lain yang lebih baik dari aku ya" kata Joana


"tidak"


"aku akan carikan yang cantik"


"aku tidak butuh"


"yang kaya"


"aku sudah kaya melimpah"


"emm yang baik deh, aku carikan yang sama denganku ya"


"aku maunya kamu, sudah lah jangan suruh aku cari lain, aku akan tetap mencintai kamu, itu, titik" kata Samuel


"hemm kenapa sih susah" ucap Joana


Samuel memeluk Joana lagi, bahkan ketika Joana makan, Samuel memerhatikan Joana saat sedang makan dan menciumi lengan Joana yang ia peluk sejak tadi


sore nya, Joana harus pergi ke Jorshy, Samuel juga akan pergi tapi Joana meminta sekali lagi untuk Samuel kembali memikirkan untuk melupakan saja Joana tapi malah Samuel mengatakan...


"aku tidak akan pernah peduli kamu menyuruhku bagaimana, aku akan terus mencintaimu" kata Samuel


"asssh, sudah lah" jawab Joana


merasa percuma memperingati Samuel, Joana pergi kerumah sakit


sesampainya..


ia masuk ruangan kerja nya, lalu pergi keruangan Wilson, Wilson tengah belajar, Joana memerhatikan Wilson disana yang belajar bersama suster bertugas


"Joanaaa" sapa Wilson


"iya, lanjutkan dulu, aku disini duduk kok"


"iya"


Joana memerhatikan Wilson dan ia memerhatikan bagaimana ia sudah merasa Wilson sangat banyak perubahan


bagaimana tidak, sejak awal, Wilson yang emosinya berlebihan, tidak karuan, tapi malah sekarang lebih teratur, tidak pernah marah, penurut..


Joana diam duduk di sofa dekat jendela kamar inap Wilson sembari ia berpikir tentang suaminya dan keluarganya


hingga ia tidak tau jika Wilson selesai dan menyapanya


"Joana, yeeeh aku dapat nilai bagus" kata Wilson


Joana tidak mendengarnya dan masih diam menatap arah luar jendela


"Joanaaa" teriak Wilson


"aaah iya iya, astaga, Wilson"


"aku tanya kamu diam, ini lihat, nilai ku bagus kan?"


"eh iya bagus"


"aku belajar terus jadi bagus"


"emm pinter"


Joana terdiam, ia melihat Wilson duduk dibawa sembari menggambar, ia ingin menanyakan sebuah hal kepada Wilson


"Wilson. aku boleh tanya?" tanya Joana


"yaaa?"


"kalau aku balik ke indonesia dan gak balik kesini lagi, kamu gakpapa?" tanya Joana


"Joana mau balik le indonesia?"


"aku tanya"


"emm"


"kamu rela tidak aku pergi?"


"Joana, aku tidak rela, aku masih butuh kamu, aku tidak sama sekali rela kamu pergi dan gak balik"


"kenapa?"


"kamu yang paling tau sama aku" jawab nya


disini Joana berpikir apa karna ini Joana jadi kesulitan pulang keindonesia? ada yang belum rela ditinggalkannya karna masih membutuhkannya