
ia datang kerumah Joana dan melihat Joana duduk berdua dengan Samuel, ia pun mendekati mereka dan duduk ditengah antara keduanya
Samuel mendapatkan itu pindah duduk sofa lainnya sementara Motheo langsung memeluk Joana dan mengusap perut Joana
"apa ini maksudnya?" tanya Joana
"kamu gak hamil kan? selama sama Sam berapa kali main?" ucapnya
"aku baru datang kan dari indonesia"
"itu dua bulan lalu kan aku tau, tapi setelah nya sama Sam berdua terus"
"uuuch berapa kali, banyak kali, sampai gak muat setiap hari aku main sama dia" sambar Samuel
"Bay" ucap Joana
saat mereka berkumpul, disini Motheo dan Samuel mengkritik karna Joana sering salah panggil mereka, dimana kekesalan diawali dari Motheo
"nah ini, kamu panggil Bay ke siapa? Sam kan? gak salah panggil aku lagi kan?" tanya Motheo
"hehe" jawab Joana
"oh iya, kamu pernah memanggilku Boo, jelasin disini, apa maksudnya kamu main sama aku panggilnya Boo?" ucap Samuel
"hehe"
keduanya meminta penjelasan karna memang Joana hampir sering memanggil mereka salah, akhirnya Joana menjawab saja
"salah sendiri pakai nama panggilan beda, aku bingung, aku sudah ada nama khusus sama suamiku jadi jangan pakai nama khusus juga" kata Joana
"yasudah panggil apa dong?" tanya Samuel
"penting jangan samain" kata Motheo
"apa aja deh, terserah" jawab Samuel
"aku panggil sama semua biar gak salah sebut, udah panggil sayang saja" kata Joana
mereka menolak tapi akhirnya mengiyakan karna Joana cukup kekeh memanggil "sayang" untuk keduanya
hari hari berlalu kembali dimana Joana sibuk dengan urusan pekerjaannya dengan Calvin yang semakin hari semakin juga membaik
Joana akhirnya bisa mulai membantu Calvin, Calvin mulai bisa dengan cahaya lampu ruangan itu, ketika Joana telah memastikannya
"bisa? buka mata dulu?" ucap Joana
"emm, bisa mulai bisa lama kok" kata Calvin
"gimana? jadi bisa ya pakai cahaya kamar?"
"iyaa bisa"
Joana mendapatkan step pertamanya membantu Calvin dengan usaha usahanya yang tidak sia sia juga akhirnya
hari berlalu, disituasi berbeda, saat Joana di baru sampai rumahnya, hanya ada Motheo karna Samuel belum datang urusan nya juga sore itu
Motheo berpamitan pergi lagi keluar negri, dan memutuskan meninggalkan Joana lagi kepada Samuel
"berapa hari kamu pergi?" tanya Joana
"semingguan lagi, tau nanti berapa lama" jawab Motheo
"emm yaudah, berhati hatilah dijalan"
"iya sayang, makasih"
"emm sayang.. aku minta uang buat jajan" kata Joana
"berapa kamu minta?"
"berapa saja, aku mau cash"
"ini, didompetku hanya ada 70 juta saja"
"iya deh gakpapa deh"
Motheo pun mencium kening Joana dan pergi
sesampainya dirumah, Joana mulai beristirahat dan membawa bukunya kekamarnya lalu membaca dengan tiduran, Joana melihat jam, Samuel belum juga datang, ia yakin baliknya Samuel pasti mabuk
setelah menunggu cukup lama dan ketiduran, situasi diluar rumah Joana ternyata membuat dua pria berjubah hitam itu memiliki kesempatan masuk rumah Joana
mereka memerhatikan sejak siang, Samuel tidak ada terlihat datang, Motheo juga diantarkan pergi ke markasnya, dan hingga malam nya tidak ada yang datang sama sekali
mobil tidak ada yang mencurigakan hanya ada mobil pribadi Joana, tinggal keduanya memastikan cara masuk keruangan atas rumah Joana
"aku mengantuk, aku tidur ya bersama Albern" kata Delvin
"yaudah sana, biar aku jaga" kata Benjie
"okeh"
Albern pergi tidur sejak awal dan disusul oleh Delvin yang mengantuk juga jadi menyusulnya, tinggallah Benjie dengan Ravansa
"aku temani kamu, tapi aku ke toilet dulu, aku rasa salah makan pedas tadi, perutku melilit" kata Ravansa
"ahh ya udah" jawab Benjie
Benjie sendirian, salah satu berjubah hitam itu berusaha untuk mengalihkan Benjie, mereka berencana untuk melemparkan benda ke salah satu sisi tapi sebelum dilakukannya malah Benjie mendapatkan telfon dari Motheo soal beberapa urusan
jadilah Benjie masuk ke ruangan tamu rumah bagian bawa ahar bisa mendengarkan suara bosnya lebih fokus
dan inilah kesempatan dalam kesempitan mereka
mereka naik ke atas lalu mencoba membuka pintu rumah atad Joana dan ternyata memang pintu atas tidak pernah Joana kunci sama sekali
Joana memang punya kebiasaan tidak mengunci pintu atasnya karna memang ia berpikir akan aman ada empat orang yang bergantian selalu jaga di depan rumahnya itu
hingga mereka berdua masuk kerumah Joana dan menutup pintunya lagi lalu mencari keruangan kamar Joana, Joana yang baru akan tidur mendengar pintu terbuka langsung kaget dan teriak tapi salah satu dari mereka menutup mulut Joana
"sssst Joana jangan berisik, aku disini bukan mengganggumu atau menyakitimu, justru kami membantumu" kata salah satu dari mereka
"apa maksudnya? bahkan aku tidak tau maksud kalian apa?" ucap Joana
"Joana, gini, aku mau katakan sejujurnya kepadamu ya, soal aku" kata mereka
mereka menjelaskan alasan mereka melakukan semua bukan untuk menculik Joana atau menyakiti Joana tapi justru membebaskan Joana untuk ia bisa terlepas dari Motheo dan Samuel
dan mereka mengatakan akhirnya siapa diri mereka dan dimana mereka membuka penutup wajah mereka, dimana yang pertama membukanya adalah Walton..
yaa salah satu dari dua pria berjubah itu adalah Walton
"kak Walton?" ucap Joana kaget
"yaa ini aku, sekarang kamu percaya kan?" tanya Walton
"lalu kamu?" tanya Joana kearah satunya
dan yang satu lagi membuka pas seperti dugaan Joana jika itu adalah Wilson, Joana langsung memeluk Wilson dan menangis
"Joana aku tidak pernah menyakitimu, kamu tau itu kan? ayo pergi bersama ku" kata Wilson
Joana melepaskan pelukannya, lalu ia duduk diatas kasurnya lalu menunduk
"ayo Joana, ini kesempatan kamu pergi, aku akan membantumu balik ke indonesia dan berbahagia bersama suamimu disana" jelas Wilson
"sudah terlambat Wilson" kata Joana menunduk
"terlambat?" tanya Wilson
Wilson duduk disamping Joana, Joana menjelaskan semuanya jika ia sudah menikah dengan Samuel dan Motheo bersamaan, dan jeratan kepadanya juga semakin ketat pastinya apalagi ia sudah memiliki empat anak buah dimana bertugas menjaga nya dengan sangat ketat
mendengar semua itu, Wilson terkulai lemas, ia duduk di lantai dan menyender kekasur itu
"maafkan aku, aku sudah ada dalam penjara mereka, kurasa kalian lupakan semua usaha membantuku lepas dari mereka" kata Joana
"apa kamu bahagia dengan situasi ini?" tanya Walton
"tentu tidak, tapi aku harus memaksakannya" kata Joana
mereka diam untuk beberapa saat dan Joana tak hanya meminta mereka melupakan untuk membantu nya bebas tapi meminta untuk mereka melupakan dirinya juga