My Name JOANA

My Name JOANA
246



"ahh? aku disini" jawab Joana di ruang perpustakaan mini untuk ia khusus membaca


"kemarin diantar sama Theo, gimana lihat lihat rumahnya?"


"iya, cocok kok, aku suka" kata Joana


"gak kurang besar ya?"


"gak lah, ngapain besar besar"


"emm"


diam beberapa detik lagi, karna penasaran soal uang kemarin yang sudahia kirim dengan Motheo untuk jatah bulanan Joana


"Bay, kemarin uang bulanan masuk kan?" tanya Samuel


"iya masuk, aku sudah cek"


"sudah diambil?"


"iya buat beli kebutuhan rumah ini, kalian kan hanya belikan tanah dan rumah saja, aku beli perabotan, bulan depan ngelengkapi yang kurang kurang"


"ahh"


"kenapa?"


"enggak"


"emm"


"dari Theo? masuk?"


"masuk"


"habis semua?"


"habis lah"


"wooh, serius? buat apa saja?"


"kan aku bilang barusan, buat beli perabotan, itu sofa di lantai atas bawa, televisi, semua nya, kamu pikir berapa harga semuanya?"


"emm, iya juga"


mereka kembali diam, malamnya, Samuel berpamitan keluar negri beberapa urusan pekerjaan


"Bay, aku malam ini gak nginep, aku mau pergi luar negri malam ini juga" kata Samuel


"ngapain?"


"kerjaan"


"kerjaan apa kerjaan?"


"iya kerjaan Bay, udah jangan kuatir"


"hemm"


"kapan datang suamimu?"


"lusa"


"emm, inget, jangan mencoba bermain main sama ucapan dan janji kamu ya, aku sudah belikan rumah, turuti semua permintaan kamu, passport bahkan sudah aku aktifkan"


"iya iya, kamu tenang saja Bay" jawab Joana


"ahh? apa?"


"apanya?"


"bilang apa?"


"kenapa?"


"coba lagi, bilang, apa kamu bilang"


"yang mana?"


"barusan, jangan muter muter lah, kamu panggil aku apa?"


"Bay kan"


"emm tumbenan?"


"astaga aku cuma nepati janji buat terima kamu juga kak Theo, intinya setidaknya aku bisa bertemu dengan suamiku, karna diizinkan, ya aku tepati janji sendiri"


"beneran? terus gini ya"


"emm iyaa, yang penting kamu tidak mengekangku seperti kemarin, sudah seperti tawanan saja aku dipenjara"


"iyaaa Bay"


Samuel pamitan setelah dua jam dirumah Joana, Joana sendirian lagi, ia keluar kamar dan menyalakan televisinya, ia melihat jam masih jam tujuh malam, karna lapar, ia keluar, ia sempat melihat ada rumah makan cukup sederhana seperti rumah makan yang tidak begitu elit tapi tidak juga buruk


ia bersiap siap pergi ke rumah makan itu lalu sampai..


"ada yang mau dipesan?" sapa pelayan disana


"yaa, menu nya hanya dua?"


"iya, ini saja kami fokuskan kak"


"yaudah pesan dua duanya" kata Joana


"baik kak, makan disini atau pulang?"


"disini"


"yaa"


Joana saat duduk melihat tepat di samping rumah makan itu seperti ada toko hape, tidak besar tapi cukup lengkap, saat makanan datang, Joana menanyakan pada staff pelayan tadi


"kak, itu disebelah, toko hape?" tanya Joana


"iya kak, pemiliknya masih satu dengan rumah makan ini"


"oh ya? ada hape apa saja?"


"lengkap kak disitu, memang kecil toko nya tapi barang lengkap kok"


"oh ya?"


"iyaa"


Joana lanjut makan setelah mengobrol dengan staff disana, setelah makan, ia yang penasaran ke toko hape itu pun mendatanginya, melihat lihat..


"ada yang mau dicari kak?" sapa pelayan toko haps itu


"emm, hape baru yang mana?"


"ini kiri pojok, semua baru, tapi tiga yang fresh, terbaru"


"oh ya? emm, yang paling mahal?"


"yang kiri"


staff pria disana menjelaskan tentang ketiga hapenya, juga menjelaskan beberapa fiturnya, dan Joana mengambillah satu diantaranya yang paling mahal


"saya ambil, bisa bantu saya carikan nomor juga, kamu aktifkan nomor dan hape ini, nanti langsung isikan pulsa dan paketan untuk data internet" kata Joana


"bisaa"


setelah diurus semua selesai, Joana pun membayar tagihan yang di minta staff toko itu, lalu Joana melihat hapenya dan mengecek semuanya


saat akan pamit pergi, staff memberikan Joana kembalian, kembalian nya 40ribu tapi karna staff berniat memberikan potongan harga karna Joana membeli sebanyak sembilan juta jadilah ia memberikan kembalian nya 50ribu


"apa ini kak?" tanya Joana


"kembaliannya nona, saya kasih potongan harga"


"oh tidak usah, saya tidak minta kembalian, saya anti ambil kembalian receh" jawab Joana


"ohh, tapi ini lumayan nona, 50ribu"


"iya ambil kakak saja, sudah saya pamit, permisi"


"makasih kak"


Joana tidak bermaksud merendahkan uang kembalian itu recehan tapi itu cara barunya agar bisa memberi dan berbagi dengan orang lain tanpa membuat Motheo atau Samuel curiga kepadanya


karna Joana tau, jika ia tidak lepas begitu saja dari pengawasan keduanya, Joana tau ada dua pria kepercayaan untuk mengawasinya dan itu bukan satu dari empat anak buah utama keduanya, tapi masih ada dua anak buah lainnya yang bertugas ketika diluar sih, yang sekarang, Joana yakin sedang mengawasi Joana


tapi pintarnya Joana mengelabui jika tempat hape itu untuk pembayaran setelah makan di rumah makan sebelahnya dan Joana sudah mengonfirmasi dengan kedua staff disana, mereka pun mau membantu Joana


"kak, jadi kalau ada yang tanya saya ngapain kesini, jawab saja saya bayar makanan di samping, kan warung sebelah milik sini juga?" ucap Joana nada pelan


"iya kak, masih milik sini"


"okeh"


"yaudah kak, terimakasih ya, saya sudah makan dan itu bayar tagihannya, saya permisi" jawab Joana sedikit keras


dan ketika Joana pergi, Joana benar, Ravansa dan Delvin menemui staff itu dan menanyakan


"gadis tadi beli apa kesini?" tanya Delvin


"oh baru saja? bayar makan kak, karna warung sebelah bayarnya kesini kan" kata staff


Joana kembali kerumahnya, setelah mendapatkan hape baru, berencana akan ia sembunyikan hape itu seperti ia menyembunyikan pil KB nya


esoknya.. sehari tepatnya sebelum esok Egar datang, terdengar suara ketukan rumah atas Joana, Joana membukanya dan ia keluar


"kok jam segini udah kesini?" sapa Joana


"iya, ini kan sudah pagi"


"iya, ada apa?"


"gak ada, ketemu kamu gak boleh? aku lupa minta kunci rumah, sini aku satu biar aku datang gak susahin kamu buka pintu" kata Motheo


Joana juga menerapkan kepada Motheo wajib mandi di rumah bawah sebelum masuk rumah atas tempat Joana tinggali ya


Joana menjelaskan yang sama ketika ia menjelaskan kepada Samuel dan Motheo menurutinya saja, Joana masuk dan Motheo juga turun


Motheo selesai mandi dan memakai baju yang ada dikamar lantai bawah itu, jadilah naik dan menyapa Joana


"besok jadi loh ya suamiku datang" kata Joana


"iya Boo, ngerti aku, aku juga mau pergi ada urusan kerjaan"


"luar negri?"


"dalam kok, kenapa?"


"gak, kalau luar negri kok samaan dengan kak Sam, kemarin malam dia kesini pamit buat keluar negri"


"kemana?"


"itali"


"yaudah, aku masuk"


"yaudah"