My Name JOANA

My Name JOANA
277



mereka mengobrol pun disana, anak Ello hanya satu, dan itu sudah besar karna memang mereka tidak berambisi memiliki anak banyak


setelah banyak hal mengobrol dan Joana akan pamitan, sama dengan misi ketika ia kerumah Vera, tapi tidak mungkin kan Joana menanyakan toilet kepada Ello apalagi meminta Ello mengantarkannya


yang ada Ello akan menyuruh Puri mengantarkan sementara Joana butuh bicara dengan Ello karna Ello yang sahabatnya


"emm Ello, aku mau bicara tapi tentang kita berdua saja bisa? boleh Puri?" tanya Joana


"oh kalau aku boleh kok Joana" jawab Puri


"gakpapa Poy?" tanya Joana kepada Egar


"yaa gakpapa"


"kita ke dapur saja bagaimana? gak terlalu jauh juga" kata Ello


"yaa terserah" jawab Joana


tak kehabisan ide ia pun mengatakan ingin bicara berdua saja dengan Ello ditempat lain dan Egar juga Puri memberikan mereka waktu


"ada apa Joana?" tanya Ello


"ini buatmu, aku sengaja siapkan ini tadi di rumah Vera" kata Joana


"apa ini Joana?"


"cek, ambil saja semua terserah mau pakai apa kamu"


"yaa apa? buat apa? acara apa maksudnya?"


"tanda permintaan maafku saja, aku tidak bisa hadir berapa kali dalam moment kebahagiaanmu" kata Joana


"Joana aku loh iklas, aku paham situasimu"


"udah ambil saja, kamu anggap aku sahabatmu tidak?"


"iyaa tapi ini berlebihan"


"tidak lah, mana sahabat ke sahabatnya berlebihan kasih uang saja"


"iyaa gak usah deh Joana jangan"


"Ello ambil, beneran loh ini"


sama dengan sebelumnya, Joana memaksa kepada Ello agar menerima nya dan ia pun menerima juga..


"oh ya jangan katakan sama Egar soal ini ya" kata Joana


"loh kenapa Joana?"


"jangan deh. aku mau kasih uang ini murni uangku, kalau dia tau nanti bakalan dia ganti jadi bukan uang ku dong ku kasih kamu, padahal aku mau kasih kamu atas uangku"


"oh beres itu Joana makasih Joana" kata Ello


"boleh memelukmu? tadi aku dapat pelukan Vera"


"boleh banget" kata Ello


Ello memeluk Joana dan mereka begitu merasakan rasa peduli itu masih ada meskipun sebelumnya ada retak diantara Ello dan Vera yang berdampak juga pada persahabatan bersama Joana


mereka balik ke ruangan tamu, lalu Joana berpamitan, ia juga memberikan amplop untuk anak Ello Puri dengan uang nominal 500 ribu


setelah Joana dan Egar pergi, Puri melihat cek di saku celana Ello


"sayang, itu kertas apa?" tanya Puri


"oh ini cek dari Joana"


"cek?"


Ello menjelaskan semuanya kepada Puri tentang apa yang tadi ia lakukan dengan Joana di dapur dan Puri melihat cek itu, ia kaget karna isi nya 100 juta


"sayang, ini 100 juta" kata Puri


"coba? astaga iya? apa Joana salah kasih cek nya?" tanya Ello pelan


"coba deh telfon, mumpung gak jauh"


"iya tapi kan ada Egar, kalau telfon ketahuan, aku chat saja"


"ini juga, lihat lah, isi kasih uang ke anak kecil sebanyak ini" kata Puri


"ya Tuhan anak ini"


Joana memang memberikan uang kepada teman teman yang ia datangi hari itu tapi tidak semua ia beri 100 juta banyaknya, hanya tertentu yaitu Vera Wildan, Ello Puri dan Wita Galen saja, yang lainnya masing masing dapat dari Joana sebanyak 50 juta, yaa tetap saja bagi mereka 50 juta itu banyak banget


padahal untuk Joana yang sekarang, 50 - 100 juta itu hanya uang permen dari yang ia dapat kan perbulannya dari Motheo dan Samuel kan, belum lagi jika Joana minta yang lain pasti keduanya menurutinya semua


Joana pun balik kerumahnya karna urusannya selesai, sesampainya dirumah, Egar menyuruh Joana untuk tidur karna ia tau jika Joana kelelahan semalaman kan tidak tidur malah lembur alias hubungan badan


mereka pun tidur sejak sore, tidur dari jam empat sore, dua jam nya kemudian dimana ketika mereka masih tidur, Meliana datang


Meliana memiliki kunci rumah Egar karna Egar memberikan duplikat kunci rumahnya kepada Meliana dan Melanie


Meliana masuk, meletakkan masakan masakan yang ia bawa dari rumah dan mencari keberadaan kedua nya tapi saat melihat di kamar dimana keduanya tidur, Meliana membiarkannya dan keluar dulu menyiapkan makanan nya setelah nya lalu membangunkan keduanya


"Joana.. Egar.. bangun yuk, waktu makan malam" kata Meliana


"mama? kapan kesininya kok Egar gak tau?" tanya Egar


"kamu tidur jadi mama takut ganggu ya pergi siapkan makan malam dulu"


"maaa?" sapa Joana memeluk Meliana


"iya, mama disini, ayo bangun, makan dulu" kata Meliana


"maa, maaf ya tidur pas masih sore" kata Egar


"gak papa, kalian habis jalan jalan kan kemana mana, kecapekan" kata Meliana


"mama tau?" tanya Joana


"lihat status kalian"


"oh iya juga"


"yaudah, mama tunggu di bawah"


"yaa"


Meliana adalah orang yang cerewet dan semua serba disiplin, ia paling tidak suka tidur masih sore, itu kebiasaan ajaran nya memang kepada Egar makanya Egar meminta maaf atas ini tapi karna Meliana paham mereka kelelahan jadi membiarkannya


apalagi Meliana tidak pernah melarang, memengaruhi atau apapun itu ketika Joana yang melakukannya karna begitu saking sayangnya ia kepada Joana


saat makan bersama, karna hanya bertiga, Enggar ternyata tidak bisa hadir


"loh ma, kemana Paeng?" tanya Egar


"Paeng lagi kerja keluar kota, menginap saja katanya, karna kan sudah semalam ini belum lepas tugasnya" jelas Meliana


"oh mama menginap sini ma" kata Joana


"iya ma, kan sudah malam, balik kemalaman" jawab Egar


"mama gak bawa baju ganti" jawab Meliana


"pakai bajuku gakpapa ma, kan muat" jawab Joana


"memang iya?"


"iya lah ma, aku sama ukuran baju sama Malan, Malan sama mama kan sama?"


"iya sama sih, berarti sama kita?"


"iyaa"


malam saat tidur Joana memberikan baju yang tidak pernah ia pakai, maksudnya belum pernah ia pakai selama tiga hari di indonesia, Meliana mencoba baju itu muat, ia senang dan menerima bajunya bahkan ia memintanya dan Joana memberikannya


"waah muat banget Joana" kata Meliana


"ya mama pakai saja kok"


"iya kalau mama ambil? bagus soalnya"


"mama" ucap Egar


"kenapa?" tanya Meliana


"ya kali ma pakai baju anaknya?"


"ya gakpapa kok, itu baju jarang aku pakai juga" jawab Joana


"makasih ya sayang" ucap Meliana


saking senang nya Meliana kepada baju itu, karna model dan warna pas dengan seleranya