
"mama siapin buat kamu, ini mama bikin baru banget loh, tuh kan panas, uhuuuuy buat anak tersayang karna mama tau kalian berdua suka ayam" ucap Meliana
"waah ayam bakarnya Malia, aku lama gak makan ma"
"ya kan? ayo makan barengan"
"yaa ma"
makan berempat, siangnya hingga sore di sambut oleh Meliana dan Enggar, malamnya disusul oleh Melanie dan Amir, dimana keduanya yang baru sampai dirumah setelah pulang kerja karna pulang masing masing tidak bareng
"kok siap lagi? datang ganti baju? pergi lagi?" tanya Lestari
"iya buk, ini lihat Joana. Joana datang pagi tadi, gak enak sama Meliana" jawab Melanie
"ahh, emm Lan, Mir, ibuk boleh tidak ikut kalian? ibuk sudah hampir lima tahun gak ketemu dia" kata Lestari memelas
Lestari memang nyaris lima tahun tidak ketemu Joana, karna pas Joana balik ke indonesia, ia tidak pernah bisa ikut menyambut Joana, antara sibuk dan antara takut jika ia bertemu dan susah melepaskan lagi
tapi kali ini rasa itu sudah tidak lagi bisa ditahankan olehnya, memaksa ikut, Melanie mengizinkan, karna memang Melanie dan Amir selalu mengajak Lestari ikut tapi tidak pernah mau
"kan kami selalu mengajak, ibuk tidak mau setiap Joana datang" kata Amir
"iya, ibuk gak berani, takut gak bisa iklas lagi kasih dia pergi" jelasnya
"yaudah ikut buk, gakpapa, bareng kita, ayo ibuk siap siap" ucap Melanie
mereka berangkat bertiga, diperjalanan juga Melanie mengabari kepada Melinda jika akan pergi menemui Joana malam itu, Melinda operasi pasien malam, besok suaminya juga ada ujian dikelas mengajarnya
jadi setidaknya baru bisa bertemu antara besok siangnya sampai besok malam paling lambatnya
sementara Amir, Melanie dan Lestari sampai dirumah Joana dan disambut oleh Egar, mereka masuk, tidak ada yang berbeda seperti pertemuan sebelumnya karna Joana dengan kedua orang tuanya sudah pernah bertemu
tapi dengan Lestari...
"ibuk kangen" ucap Lestari memeluk Joana menangis
"ibuk, kenapa kamu menangis? jangan lah"
"iya ibu bahagia saja kok, tangis bahagia"
mereka menghabiskan rindu semalam itu, ketiga nya memutuskan menginap juga, saat semua tidur, Lestari tidak bisa tidur, ia ingin sekali mengobrol dengan Joana, ia bangun dari tidurnya dan melihat kearah jam sudah tengah malam
Lestari berjalan ke arah kamar Joana dan Egar, sampai depan pintu tepat, ia hanya diam, saat akan mengetuk pintunya, ia membatalkan tangannya, karna tidak enak kalau mengganggu tengah malam tidur, apalagi Joana ada suami, jadi Lestari balik kekamarnya
sementara Joana didalam kamarnya, melihat kanan kirinya, dan ia belum juga bisa tidur, tapi sayangnya Joana tidak keluar dari kamar atau turun dari kasurnya
baru bisa tidurnya Joana sekitar jam tiga pagi, dan itupun ia tidur hanya tiga jam sebelum jam enam pagi sudah dibangunkan oleh Egar untuk rutinitas pagi mereka yaitu keliling sekitar komplek rumah mereka
"Moy bangun ya, bangun dulu ayo, jalan pagi" kata Egar
"emm, iya, aku pergi toilet dulu"
"iyaa, aku siapkan baju nya ya"
"kamu sudah siap?"
"sudah tapi, tuh kan"
"ahh ya tunggu Poy"
"iya aku tungguin, sana dah"
Joana keluar dari kamar mandi dengan handuk, karna kan baju tidak ia bawa ke toilet, tapi saat Joana keluar kamar mandi dengan handuk malah Egar seperti macan ketemu daging segar
"kenapa kamu?" tanya Joana
"kamu kenapa pakai handuk gini?"
"kan baru mandi Poy, ini bajunya baru kuambil" kata Joana
tapi saat tangan Joana mengambil baju disamping sofa diduduki Egar, Egar malah mendorong Joana dan menariknya ke kasur
daaaaan yang terjadi... paham kan?
tidak jadi pergi jalan pagi malah olah raga yang lainnya, jadi lah mereka tidak peduli melakukannya mau pagi juga, dan tanpa mereka sadari ternyata Meliana akan mengetuk pintu kamar Joana Egar
"mau ke anak anak?" tanya Melanie
"iya Lan, kamu kemana?" jawab Meliana
"sama, aku ke anak anak, ini lihatlah aku siap ikut mereka jalan"
"loh mau ikut juga? aku juga, yaudah ayok, panggil mereka"
tapi Meliana malah menyadari jika ada hal tidak biasa dikamar Egar Joana, Meliana memang lebih tajam perasa, ia lebih cepat mendengar jika ada sesuatu
"tunggu" kata Meliana
"kenapa Mel?" tanya Melanie
"coba dengar, aku dengar mereka, apa kamu tidak dengar?" tanya Meliana
"kenapa? dengar apa?"
"dengarkan makanya dulu"
"ahhh, mereka sepagi ini?" tanya Melanie
"iya itu kan, gimana dong? aduh jangan deh, kasihan mereka tau, kan mereka jarang bareng, udah udah, biarin lah" kata Meliana
"yaudah ayo pergi" kata Melanie
mereka tidak jadi jalan, jadi makan sendiri sendiri, Meliana makan sisa makanan malam juga bersama Melanie yang makan sisa miliknya, tapi setelah makan, menunggu lagi
sekitar jam 9.20 Joana melihat jam meminta izin pergi ke toilet sebentar, ia beralasan untuk pergi ke toilet meminum obat KB nya karna sudah jam nya, ia hanya tak mau kebobolan dan hamil lagi
"Poy, aku ke toilet dulu" kata Joana
"ayo aku antar"
"ya mana ada, aku bentar kok Poy, toilet kamar juga kan"
"yaudah deh cepat ya Moy, belum selesai kan?"
"yaa Poy"
Joana mengambil obatnya, mengambil satu pilnya, lalu keluar dan langsung mengambil air minum di laci samping kasur tidurnya untuk bisa menelan obatnya, dan selesai minum, mereka lanjutkan olahraga nya, hehe
hingga melewati jam makan siang, Melanie dan Meliana juga masih belum melihat Joana dan Egar keluar kamar
"ehh, lah lah, jam satu kan ini?" ucap Meliana
"iya Mel, kenapa?"
"itu anak anak?"
"astaga iya ya, mereka gak ada ini keluar"
"kenapa Lan?" tanya Lestari
"itu Joana sama Egar buk, gak ada keluar" kata Melanie
"loh ada apa?" tanya Lestari
"tadi sih kita dengar mereka melakukan hubungan badan buk" jawab Meliana
"oh ya biarin atuh ma, jangan ganggu urusan anak muda" jawab Enggar
"ya dari pagi loh pa" jawab Meliana
"ya gakpapa Mel, kan usaha buat bikin cucu untuk kita" jawab Amir
"hahah bener sih" jawab Melanie
baik Amir, Melanie, Meliana dan Enggar sejak keempatnya disatukan atas pernikahan Joana Egar, menjadi seperti teman berkumpul karna memang usia mereka hanya sedikit jaraknya dan masing masing tidak mau dipanggil sebutan selain nama mereka
hingga jam dua siang, masih belum keluar, ya jelas belum kelar urusan