
dan ketika sama sama sadar jika suara itu mereka kenali, mereka saling tatap dan akhirnya, penghujung tahun ketiga mereka berpisah, kembali dipertemukan
tak berlama lama keduanya saling peluk dan sama sama meneteskan airmata kebahagiaan, tidak ada hal terindah dalam dunia ketika jarak menyatuhkan kembali keadaan
sepuluh menit mereka berpelukan tanpa melepaskan pelukan itu dan tanpa sepatah kata apapun karna sikap mereka sudah menunjukkan ungkapan kebahagiaan atas pertemuan itu atas korban dari kejam nya jarak dan waktu yang akhirnya di pertemukan oleh waktu pula
"kok pada rame?" ucap Joana
"haha mereka lihat kita sudah seperti drama korea" kata Egar
"kamu... masih sama saja masih sering melucu"
"lah kan memang itu aku, masak berubah?"
Joana memeluk kembali suaminya itu, semua orang disana mengabadikan kejadian itu, di bandara mereka melihat betapa terharunya hubungan mereka, semua orang tau, dua sejoli itu korban dari ldr dilihat dari sikap mereka ketika bertemu
dalam pelukan Joana, ada kejadian aneh dari Egar yang tak terduga, karna setelah memeluk Joana dengan penuh bahagia, Egar langsung mencari di sekitar sana, matanya berkeliling seperti sedang mencari sesuatu
"dimana dua pria itu? aku yakin mereka ada di tepat ini juga" ucap Egar dalam hatinya
"semoga Egar tidak mencurigai sedikitpun tentang dua pria mengikutiku (Ravansa dan Delvin)" ucap Joana dalam hati
Joana melepaskan pelukannya dan Egar menunjukkan wajah bahagia nya karna bertemu dengan istrinya lagi tapi karna inilah pertama bertemu setelah tiga tahun berpisah malah diantara mereka seperti merasakan jika keduanya canggung
seperti baru kenal baru dekat dan seperti baru ketemu, yaa baru ketemu sih tapi sebelumnya mereka kan ldr, tapi entah ada yang kurang lengkap saja ketika mereka bertemu, tidak lagi seperti yang dulu bertemu
"kita jalan kemana?" tanya Egar
"kamu gak capek? kita nyari hotel dulu buat kamu istirahatnya"
"oh ya udah ayo" ajak Egar
Egar memberikan tangannya untuk Joana menyentuh dan jalan bergandengan tangan, Joana menerimanya dan mereka jalan sembari melirik satu sama lain menahan malu, yaa mereka benar benar terlihat seperti pasangan yang baru berpacaran
entah ada hal mengganjal yang membuat keduanya sering merasakan malu malu ketika mengobrol
"didekat sini saja ya" kata Egar
"iya, ada kok, aku tau, ayo"
"naik apa?"
"grab saja, ini aku sudah pesan untuk grab"
"oh, padahal ada taksi kan disana"
"gak udah terlanjur"
"ya dah"
mobil datang dan mereka masuk, didalam mobil, Egar masih menggenggam tangan Joana, Joana pun sama, mereka tidak saling lepaskan tangan masing masing apapun tadi terjadi
mereka keluar dari bandara menunggu grab dan pergi untuk menyewa hotel disana, saat Joana memesan hotel itu paling terbaik, Joana membayarnya tanpa ragu lalu ambil kuncinya dan menuju kamar mereka
"berapa?" tanya Egar berbisik
"ahh sudah jangan pikirin berapa harga"
"loh ya terus gimana bayarnya"
"kan aku"
"aku lah, aku bayar"
"gak, jangan, ini sudah dibayar, ayo pergi" kata Joana
Joana menarik tangan Egar untuk jalan ke lift menuju kamar hotel mereka dengan bergandengan
yaa selama jalan dari bandara, ke hotel dekat bandara, hingga akan masuk ke kamar mereka, Egar dan Joana tidak melepaskan tangan mereka masing masing dari genggaman tangan pasangan mereka
karna sebagaimana mereka menghargai dan rutin wajib bahkan sebelum ldr mereka jalani, kontak fisik itu penting walau sekedar bergandengan tangan
setelah sampai dikamar, keduanya masuk lalu Egar pun beristirahat disana, ditemani sang istri
"aku telfon mama papa dulu ya, biar gak nunggu kabar aku" kata Egar
"oh ya udah, aku apa kamu yang telfon?"
"aku saja"
"yaudah"
Egar menelfon video calling kepada keluarganya, mulai dari keluarga Joana dulu
"Malan, Pamir.. ini aku sudah sama Joana" kata Egar
"oh baru sampai?" tanya Amir
"iya baru di hotel"
"sayaaaang? nak, apa kabar?"
"baik pa, papa sama mama?"
"baik nak, kami baik, kami jadi lega karna Egar sudah bersama kamu" jawab Melanie
"oh ya, sudah aman sama aku ma haha"
"iya, yaudah sana istirahat dulu, kan capek perjalanan, mama juga besok pagi mau kerja" kata Melanie
karna perbedaan waktu indonesia amerika kan berlawanan, jika Joana telfonan waktu amerika, berarti di indonesia masuk waktu malam, perbedaannya kurang lebih delapan sampai sembilan jam
jadi bisa paham ya kalau Joana dan Egar telfonan, jika Egar malam telfon ya artinya Joana mengawali harinya sementara suaminya sudah mengakhiri harinya
begitu sebaliknya jika Joana mendapatkan telfon dari Egar di malam hari sebelum ia tidur, Egar kadang berpamitan untuk pergi bekerja
"aku telfon Malia sama Paeng ya" kata Egar
"iya lah, mereka kan juga butuh kabar" jawab Joana
"yaudah tunggu"
"ehh kalau ini aku saja telfon, biar sureprize"
"haha okeh"
setelah menelfon Melanie Amir bergantian menelfon Meliana Enggar
Joana menelfon Meliana dan mengangkatnya...
"halo sayang, kenapa?" sapa Meliana
"maa, aku mau kabari kalau suami sudah sampai" ucap Joana
"oh ya? mana?"
"mamaaa" sapa Egar
"paaa, papa, Egar sampai, sudah sama Joana ini" kata Meliana teriak
"ihs mama, kenapa teriak" ucap Egar
"ya lah, mama senang kalian udah bersama"
"ya gak teriak juga"
"udah biarin lah" bisik Joana
"haaai, Joanaaa Egaaar?" sapa Enggar
"paaaa, ini aku sudah sama menantumu" ucap Egar
"haha iya iya, gimana? ahh kok jadi papa yang salting?"
"udah sana tidur deh, istirahat dulu, dimana kalian?" tanya Meliana
"dihotel ma, yaudah aku istirahat ya" kata Egar
"iya sana sana"
mereka selesaikan telfon, memberikan kabar orang tua agar tidak kuatir perjalanan Egar
"aku buatkan makanan camilan dulu ya" kata Joana
"emm ya.."
Joana bangun lalu pergi kedapur membuatkan makanan yang dibawa Joana lalu duduk bersama suaminya depan televisi, disinilah mereka membahas banyak hal, pekerjaan, kegiatan dirumah, dan masih banyak lainnya, masih dengan situasi canggung keduanya
Joana pun menemani suaminya tidur siang karna kan habis perjalanan hingga malamnya dan sekitar jam sebelas malam mereka sama sama terbangun, karna Joana ketoilet, kebiasaan Joana ketoilet tengah malam, dan menjadi kebiasaan Egar kalau istrinya bangun, ia juga bangun
masih ingat kan kebiasaan Egar yang ini?
yang berbeda dari Motheo dan Samuel jika Joana tidur lalu bangun tengah malam ke toilet ya mereka tidak ikut turun apalagi menemani tapi Egar melakukannya
"kamu kenapa bangun?" tanya Joana
"kamu kemana?"
"toilet, Poy"
"iya tunggu, ikut"
"masih sama dia" ucap Joana dalam hati
setelah dari toilet ternyata keduanya sudah tidak bisa tidur lagi