
"kalau begitu saya titip salam saja ya nona, lewat kamu, bilang sama Joana salam dari Rean dan Claudi" kata Claudi
"iya nanti saya sampaikan ya kalau saya pas ketemu, tapi saya minta kalian silent soal ini ya, saya takut jika masalah tersebar, Joana terancam"
"iyaa kak, kamu tenang saja" jawab Claudi
mereka pergi, lanjut pulang ke indonesia dan tidak lagi mengharapkan kedatangan Joana, bukan karna jahat tapi karna mereka paham sekarang situasi Joana
pernikahan Claudi dan Rean pun berlalu, kini masuk pernikahan Lina teman sekolah lama Joana dan Rozi teman dekat Feris
seperti biasa, Joana dan Egar janjian telfon video untuk Joana berikan ucapan selamat dan doa secara langsung dengan video calling itu
dan setelah dari keduanya, masuklah di pernikahan paling ditunggu Joana, bahkan mendengar kabar itu, sampai Joana rela memohon dan meminta agar Samuel atau Motheo membantunya sekali saja memberikan kesempatannya
yaitu pernikahan Vera dan Wildan, dua sahabat paling dekat sepanjang sejarah persahabatan Joana, karna pasangan kekasih yang kedua belah pihak sama sama dekat dengan Joana hanya pasangan Vera da. Wildan
mendapat kabar pernikahan itu, Joana langsung memohon kepada Motheo dan Samuel
"kak" kata Joana
"ah?" jawab Motheo
"aku boleh minta sekali saja"
"apa?"
"aku mohon kak, kasih kesempatan aku pergi datang ke pernikahan sahabatku"
"tidak, Joana aku bilang tidak"
"aku akan menuruti kamu"
"ya turuti saja, tapi setelahnya, aku tidak akan memberikan izin, itu ketetapan" kata Motheo
"kaaaak" ucap Joana
Motheo ditolak, lalu berusaha pada Samuel, tai hasilnya sama, sama sama ditolak
"kak"
"apa?" jawab Samuel
"aku minta izin buat ke pernikahan temanku ya"
"gak"
"kak, sekali saja, aku janji balik"
"gak"
"aku bawa anak buahmu deh buat jaga jaga aku, kalau aku kabur, aku kan janji balik"
"tidak Joana, kau dengar tidak?" bentak Samuel
keduanya menolak, Joana kesal dan membanting pintu kamar disana, tapi keduanya menahan emosinya karna itu adalah Joana, gadis mereka cintai
alhasil Joana tidak bisa memberikan ucapan selamat kepada Vera dan Wildan, ia juga beralasan pada Egar jika ada pasien baru di rumah sakitnya padahal ia bohong
akhirnya Egar memahami dan menjelaskan kepada Vera dan Wildan dengan baik, agar mereka menerima keputusan Joana
hingga sebulan selesai acara Vera Wildan, kini dari sisi Joana, bukan Egar, tapi Joana yang mendengar pernikahan Elyas dan Erisa
ketika itu Joana duduk membaca buku, Fabian datang, menyapanya, Joana masih bersikap cukup baik ketika pada Fabian daripada pada anak buah yang lain
"Joana.."
"ya kak?"
"apa kau mendengar kabar Erisa dan Elyas?"
"mereka? ada apa kak?" tanya Joana menutup bukunya
tapi sayang nya saat akan menceritakan, tapi malah Motheo datang membuat Fabian tidak bisa bebas keluasa mau menjelaskan, tapi ia tetal harus menjelaskan meskipun sedang diperhatikan Motheo
Fabian menjelaskan tentang kabar yang ia dengar dari beberapa teman Erisa yang akan menikah
mendengar penjelaskan Fabian, Joana melirik kearah Motheo dan merayunya..
"dengar, aku tidak tuli" kata Motheo
"yasudah, apa kau beri ijin aku pergi datang kesana?"
"tidak"
"kan di amerika, gak keluar dari amerika" kata Joana
"tidak Joana" jawab Motheo
"hemm, aku kan tidak keluar dari amerika? aku disini terus kak, pernikahannya di amerika kan kak" jawab Joana
"tidak" jawab Motheo lagi
"kau ikut deh, aku tidak masalah"
"tidak" jawab Joana
"kaaaaak" teriak Joana
"tidak akan aku kasih izin apapun alasannya kecuali aku yang minta kamu pergi, ingat" kata Motheo
Joana akhirnya diam dan ia masih tidak bisa merayu atau memaksa permintaannya di izinkan oleh Motheo, ia hanya diam..
tapi Elyas yang sudah kirim sebar undangan, Egar yang jauh di indonesia sudah dapatkan undangan pernikahan itu, lalu kenapa Elyas sampai pada Egar di indonesia harusnya kan sampai ke Joana dulu karna sesama di amerika
ya karna Elyas dan Erisa tidak tau keberadaan Joana sekarang, bahkan mereka tidak tau jika Joana disekap dimana oleh Motheo dan Samuel meskipun mereka tau Joana ada ditangan mereka
malamnya, Egar menelfon Joana, tapi Joana ragu mengangkatnya..
"kenapa?" tanya Motheo
"tidak" kata Joana
"tidak angkat?"
"angkat"
"gimana sih"
"iya aku angkat"
Joana mengangkatnya dan mengobrol tentang pernikahan Elyas, disini Egar mengatakan jika ia sangat sibuk jadi tidak bisa pergi ke amerika
pasien baru datang dan harus jadwal operasi 2 orang dalam sehari yang sama dengan pernikahan Elyas, jadi Egar tidak bisa datang..
Joana mengatakan akan mengusahakan datang ke acara pernikahan Elyas tapi itu bohong karna bahkan Joana tidak dibolehkan datang ke nikahan itu oleh Motheo, tapi karna tidak mau kuatir jadi Joana mengatakan ia tidak janji takut jadwal kerjaan juga sibuk
setelah bertelfonan dengan istrinya, mereka tidur dan melakukan kegiatannya masing masing, hari itu tiba, pernikahan Elyas dan Erisa, di sisi Elyas dan Erisa, mereka sibuk siapkan semuanya tapi tidak dengan Egar
Egar tidak mempersiapkan apapun untuk datang ke amerika karna ada pekerjaan menunggunya seharian ini jadi ia pun memutuskan untuk melanjutkan kesibukannya
"sayang, aku kerjaan banyak, aku pergi kerja, hari ini maaf aku tidak bisa datang kenikahan" kata Egar
"iya sayang, aku nanti bilang ke kak Elyas kalau aku datang, aku sendiri belum tau kerjaan ada apa tidak" kata Joana
"iya sudah"
padahal disinilah Joana merasa depresi nya dimulai, disini juga ia memutuskan percobaan bunuh dirinya dengan melompat dari balkon kamar nya
Egar sendiri mengoperasi pasien pertama dan pasien kedua berjarak empat jam tapi itu cukup cepat bagi dokter penanganan sehari dua pasien
setelah seharian selesai, tengah malam pulang kerja, Egar tidak menelfon Joana hanya mengirim pesan cinta saja, kegiatan seharian itu membuatnya lelah
"sayang.. besok pagi saja aku menghubungimu, kamu istirahat malam ini ya" isi pesan itu
esok paginya..
Egar menghubungi Joana sekali tapi tidak terangkat, tapi Egar masih berpositif thinking tentang kesibukan Joana, tapi hal mengejutkan Egar terjadi dimana ia yang bermalas malasan diatas ranjang saat pagi itu, dimana kegiatannya masih nanti sore baru ke rumah sakit
bekas seharian kemarin, pagi itu Egar memutuskan tidur lagi, dirasa ia kurang, tidur semalam tadi masih kurang jadi tidur lagi, tapi baru sejam tidur, dan itu masih setengah sadar dan tidak, tapi Egar bermimpi buruk dan terjatuh dari kasurnya
seketika itu Egar teriak kesakitan karna lehernya nyeri, karna tidak ada orang dirumahnya, ia mengambil hapenya menelfon Enggar memintanya datang