
"iya buk, nanti malam biar saya datang dan membayarkannya lunas, berapa hari kamu disini Elva?" ucap Elyas melirik adiknya
"tiga" jawab Elva
"okeh 3 hari bu"
"okeh siap, silahkan deh ini kuncinya, dalam sudah rapi"
"terimakasih"
karna harus pergi lagi, Elyas berpamitan meninggalkan Elva, Elva sudah tidak tau ia dimana, ia ada didaerah mana karna sudah terbilang cukup jauh dari resort nya
Elva menelfon Feris dan mengatakan ia pergi kerumah temannya, Feris mengangkat telfonnya dan menanyakan dimana detail rumahnya tapi ia tidak mau memberi tahu
"gimana sih, kok bisa kamu pergi pergi?" tanya Feris
"emm iya yangg, aku sama teman ku"
"teman gimana? kamu berteman sama teman teman Joana yang disini?"
"iya, aku kabari terus kekamu kok"
"aku pulang 4 hari disini loh ya"
"iya, ketemuan dibandara saja"
"yasudah"
Feris memutuskan tinggal di rumah salah satu teman dosennya dan meninggalkan resort juga sementara Elva..
Elva baru saja selesai mandi, ia kaget mendengar ada yang membuka pintu rumahnya, karna rumah itu tidak terlalu besar hanya memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang makan dan ruang televisi menjadi satu didepan
yaa minimalis saja, jadi terdengar jika ada yang membuka pintu, Elva kaget dan takut juga karna kan ia masih asing disini, pikirannya sudah kemana mana, tapi ternyata itu Elyas
"bang, ngagetin saja lah, bilang napa" kata Elva
"apa?"
"datang itu bilang, aku kan lagi mandi, jadi kaget denger pintu buka"
"iyaa, sana dah pakai baju, aku bawakan makanan"
Elva pergi kamar nya dan memakai baju lalu keluar dan makan bersama, baru mereka mengobrol disana, Elva terus mengorek tentang kehidupan abangnya disana, mulai dari rumah, kendaraan, dan kerjaan
"bang, ceritain lah kehidupan abang disini" kata Elva
"emm apa?"
"soal rumah deh, abang rumah tinggal dimana?"
"tinggal sama teman, ngontrak sih berdua tapi sama sama mengumpulkan uang kok kami, buat beli rumah pribadi" kata Elyas
"abang jadi mau tinggal disini?"
"jadi, abang serius sama Erisa"
"hemm, jadi pengen kenal dia"
"ya nanti ku kenali"
"okeh, terus kamu kok bisa sih makai mobil itu? kak Erisa percaya banget dah sama orang"
"orang? aku pacarnya kan?"
"ya tapi tetap saja kalian kan berhubungan juga baru"
"iya tapi dia percaya, aku tidak mau mempermainkan kepercayaannya" kata Elyas
"segitu sayang nya ya bang sama dia?"
"iya lah, jujur saja, aku juga pernah cerita kepada kamu dan Joana kan"
"kerjaan, abang pertama datang masih nyari nyari, apalagi minim kan bisanya abang bahasa inggris tapi lama kelamaan jadi lancar sih, terbiasa jadi bisa, abang melamar dibeberapa tempat tapi yang menerima ada 1, jadi abang ambil, ya meskipun waktu itu bayaran minim"
"sekarang masih minim? gak nyari kerjaan lain?"
"gak kalau sekarang soalnya abang sudah jadi kepala pengawas toko utama dan kontrak tetap" kata Elyas
"ditempat apa ya bang?"
"kebutuhan dan aksesoris perlengkapan sekolah dari sekolah dini sampai mahasiswa semua banyak alat tulis ditempat abang kerja"
"waaah pantes abang betah"
mereka mengobrol banyak hal disana, malamnya, Elva tidur, Elyas pamit pergi, Elyas menemui pemilik rumah untuk membayar 3 hari menginap adiknya lalu pergi
hari berlalu, pagi hari, Elva bangun mendapat telfon dari Feris dan mereka bertelfonan, memang selalu Feris yang bangun lebih pagi
dibandingkan dengan Elva, karna melihat memang Feris jauh lebih rajin dan disiplin soal waktu sejak menjadi dosen tak lain juga karna pelajarannya ketika kebersamaannya dengan Joana
setelah bertelfonan sekitar 1jam, Elva dan Feris menutupnya, dan melakukan aktifitas mereka masing masing
Elva hanya duduk depan rumah itu, tidak ada yang membuat nya bosan di tempat baru, kurasa kebanyakan orang seperti itu ya, dan ketika ia penasaran, ia keluar dari pagar rumah itu dan melihat sekelilingnya
ia melihat dekat rumahnya itu ada coffeshop, ia penasaran mau kesana tapi ia belum makan, jika minum kopi sebelum makan itu tidak baik, jadi ia makan dulu makanan yang semalam dibawakan Elyas untuknya sarapan
siangan, sekitar jam 10an, Elva pun pergi ke tempat itu, setelah makan, mandi dan siap pergi..
sesampainya..
ia sulit berkomunikasi, tapi ia memakai bantuan translate di internet jadi bisa mengerti, setelah memesan minuman, membayar, lalu duduk dan bermain hape disana, ia menghabiskan minuman nya dengan sedikit demi sedikit hingga 2 jam lamanya
"astaga, 2 jam aja, aduh capek rasanya" gerutu Elva
Elva akan pergi, ia membawa bungkusan minumannya untuk ia buang tapi saat ia berdiri, ia berjalan, dan melihat waktu masih siang, abangnya saja bilang kemungkinan besok baru bisa datang tengah malam karna kerjaan lemburnya
jadi Elva memutuskan untuk pergi ke kampus tempat Feris ada pekerjaan, dan tempat Joana pernah belajar 7bulan lamanya
ia mencegah taksi itu dan hanya mengatakan minta antar ke unniversitas California, dan supir langsung paham
setelah sampai.. tepat didepan gedung kampus, Elva melihat betapa megahnya gedung itu, ia merasa bangga jika akan berkuliah disini
ia menelfon Feris karna tidak mau ia tersasar di gedung itu, dan tak lama Feris keluar dari gedung itu
"yangg" sapa Feris
"yangg, aku tungguin dari tadi"
"iyaa, ayo masuk, kamu mau kemana?"
"kemana mana deh, aku pengen lihat saja, eh kamu gak ada pekerjaan kan?"
"udah selesai semuanya"
"iya bagus deh"
mereka jalan mulai dari kantin, lalu beberapa lorong tempat itu, ke beberapa tempat pelatihan, tempat untuk praktikum, hingga Feris membawa ke fakultas kedokteran
Feris menunjukkan tempat ruangan kelas Joana dulu dimana Joana belajar dan melihat dari luar saja, kelas itu begitu indah, rapi, mewah, dan Elva terkesan sekali dibuat nya
"ini kelas Joana dulu diajar" kata Feris
"waah, bagus ya... rapi ya, kok kamu tau?"
"iya tau lah, kan dijelaskan sebelum Joana masuk kekelas mana, ini kelas 1.17"
"oh iya, itu papan namanya, aku juga pernah lihat statusnya kak Joana dikelas 1.17"
baru saja selesai dan mereka akan pergi, mereka meninggalkan ruang kelas itu, tak jauh dari sana, mereka berpapasan dengan Marcello dan Akeyla dimana mereka berjalan berdua dan sama sama tidak saling kenal jadi ya tidak saling melirik apalagi menyapa, hanya lewat saja sudah
tak lama keluar dari fakultas itu, mereka akan pergi ke gedung utama, baru saja keluar dari sana, mereka akan sampai parkiran murid disana berpapasan dengan Samuel, tapi mereka tidak mengenal