
kedatangan Elyas untuk menanyakan kronologi nya saja, mencari tau saja apa yang terjadi
"sudah Lerry, kamu kerja saja" kata Elyas
"bener Elyas, aku pikir sudah ada kepengurusannya"
Lerry kembali kepekerjaannya, ada staff yang harus ia awasi, tak lama hape Elyas berdering tanda telfon masuk dan saat melihatnya itu dari Erisa
"halo, iya" sapa Elyas
"hai Elyas, ini aku Erisa, disimpan tidak?"
"iya kusimpan kok, ada apa Erisa?"
"tidak, kamu dimana? aku baru saja dari toko"
"oh ya? aku ditoko, kamu jauh?"
"aku baru akan masuk mobil, kamu ditoko?"
Elyas melihat kearah parkiran dan benar ada Erisa, dan mereka mengobrol disana
awalnya Elyas memang sedikit menjaga sikap dan jarak kepada Erisa, tapi sejak terbiasanya mereka saling kirim pesan chat meskipun hanya membahas hal basa basi
kedekatan mereka kembali berjalan, sejak dekat dengan Erisa, Elyas merasa ia seperti menemukan yang ia cari, gadis yang ia cari yang ia inginkan
bukannya joana?
iya, Joana memang bisa membuat Elyas jatuh cinta dan luluh tapi tidak dengan ketika dengan Erisa
rasanya jauh berbeda, Erisa adalah tipe perhatian, berbeda dengan Hwajun, yang perhatiannya hanya kepada kuliah, kerja, dan urusan lainnya selain urusan hati
sementara Erisa, Erisa merasa ia nyaman dibanding dengan Fabian, Fabian sering sibuk, tidak ada waktu banyak untuknya
Erisa hanya manusia biasa yang ingin banyak waktu dari sang pacar daripada banyak uang tapi tidak ada waktu dan ia menemukan kepada Elyas
Elyas pekerja keras, ia rajin bekerja, tapi ketika Erisa datang, ia selalu menyempatkan menemuinya dan itu terjadi sejak ia kenal dengan Elyas
dimana keduanya saling nyaman tapi membuat mereka lupa, siapa posisi mereka masing masing
berpindah kepada Joana, yang hari itu tidak ada pekerjaan kampus tapi ia memutuskan pergi ke toko buku
karna semalam ia sudah menginap dirumah Lestari, ia baru berjalan kearah toko buku ya dari rumah itu
saat akan pergi..
"Joanaa" teriak Motheo
"kak Theo?" sapa Joana
"emm mau pergi?"
"iya, ke toko buku"
"sama?"
"sendirian sih"
"boleh aku temani?"
"ya boleh"
mereka pun jalan kearah toko buku yang tidak terlalu jauh dari gedung asrama kampusnya
"kamu gak ke asrama?" tanya Motheo
"tidak kak, sore kemarin aku pergi kerumah ibuk, dan ini baru dari sana"
"memang gak ada kelas?"
"tidak ada seharian ini makanya pulang"
"emm"
sesampainya di toko buku, Joana berjalan masuk diikuti juga oleh Motheo, selama mengikuti Joana, Motheo hanya memerhatikan Joana juga memerhatikan sekelilingnya
betapa ia tidak pernah masuk toko buku sejak ia hidup didunia, ia berpikir buat apa masuk toko buku apalagi perputakaan sekolah, itu membuat waktu, karna Motheo merasa ia sudah bisa mengerjakan tanpa membaca
"hai Joana, apa kamu mau melanjutkan membaca buku kemarin?" sapa penjaga toko buku itu saking kenalnya kepada Joana
"yaa, aku hampir lupa, makasih sudah ingatkan, mana" jawab Joana
"ya dong, pastinya, aku sampek simpan bukunya dibawa laci ku haha"
"haha ada ada saja ya kamu"
"haha"
saat Joana berjalan kearah meja untuk baca buku itu, penjaga toko buku itu merasa dalam hatinya sama sekali ia tidak asing dengan pria bersama Joana tapi siapa, dimana, apa, ia lupa
sementara Motheo, yang ikut duduk disamping Joana, ia melihat kearah wajah Joana
"emm Joana" sapanya
"yaa kak" jawab Joana masih sibuk dengan buku dan membacanya
"aku boleh tanya tapi kamu jangan marah ya"
"iya kak, kenapa?"
"jujur deh, kamu pernah berciuman dengan pria?"
"emm, pernah" jawab Joana santai
"iya"
"sama siapa?"
"sama ayahku"
"astaga, itu beda" kata Motheo jawab lega
"beda apa nya? aku kalau pergi kemana mana dicium sama papa, aku juga cium tangannya"
"iya beda"
"bedanya apa memang terus?"
"maksudnya aku ciuman, berciuman sana pria lain, pacar mungkin" jelas Motheo
"aku memang punya pacar sih tapi ciuman belum pernah"
"sekali?"
"iya, sekalipun"
"ah masak?"
"iya, buat apa sih pacaran kalau cuma berburi ciuman? aku gak gitu orangnya"
"ahh"
dalam hati Motheo ia berpikir lagi, malam itu ketika ia mencium bibir Joana itu artinya ciuman pertama, dan bahkan Joana tidak tau, ciuman pertama nya telah diambil Motheo
makin membuat Motheo jatuh cinta semakin gila kepada gadis polos didepannya ini
siangnya sudah hampir masuk sore, Joana bersiap akan pulang, dan terlihat sudah ada Akeyla didepan toko buku menunggunya
"kak, mau ikut?" tanya Joana
"kemana?"
"ya aku mau balik asrama, tuh sama Akeyla"
"katanya tidak ada jadwal kampus?"
"iya gak ada, itu Akeyla ambil laptopnya kemarin pagi kenitipkan dikamar asrama"
"ohh yasudah, kamu pergi saja, aku ada urusan"
"oh, yaudah, byebye kak"
"yaa"
kebetulan juga tadi Motheo mendapatkan kabar dari Max soal urusan beberapa hal, ia tidak bisa datang karna memilih menemani Joana membaca tapi karna melihat Joana sudah bersama temannya, Motheo aman pergi menuju urusannya
sementara Motheo pergi, Joana menyapa Akeyla
"key" sapa nya
"hei, ayo" ajak Akeyla
"kamu sama siapa kesini?"
"gak ada, jalan, tadi sama mama ku ke market sana, tapi aku tinggal buat kesini"
"oh dasar ya"
"emm hehe, eh tugas dari dosen besok malam sudah?" tanya Akeyla
"iya setengah, nanti aku lanjutkan lagi dirumah ibuk saja" jawab Joana
setelah sampai di asrama Joana, mereka masuk dan hanya mengambil laptop milik Akeyla, lalu Akeyla juga langsung pamit pergi
sementara Joana mau pergi balik kerumah Lestari lagi, ia memutuskan mandi dulu sebelum pergi pagi
setelah mandi, ia bersiap siap, dan baru selesai semua, ia mendapatkan pesan masuk dihapenya
ia melihat pesan masuknya tapi tidak tau dari siapa karna nomornya baru, baru akan membaca malah nomor itu menelfonnya
"halo" sapa Joana
"Joana ya? ini aku, Fabian, temannya kak Sam"
"oh, kak Fabian, kenapa kak?"
"ini, kamu sibuk? bisa tidak datang? emm kak Sam sakit"
"sakit? kenapa kak?"
"demam, badannya terasa panas tapi dia kedinginan"
"oh aku kemana ini?"
"kerumah nya saja ya, aku kirim lokasinya"
"siap"
setelah menutup telfon, lalu Joana mendapatkan alamat nya, ia pun menghentikan taksi, lalu masuk dan memberikan alamatnya
Joana tidak tau jika supir taksi yang didalam itu ternyata adalah ayah dari Ranya, ayah Ranya bernama Alberto
Alberto sebenarnya pengawas saja, tugas nya mengawasi beberapa taksi, mengambil setoran, menggaji, yaa seperti itu seterusnya
tapi karna dihari itu juga salah satu staff nya berhenti, ia menggantikan menjadi supir selama mencari staff baru