My Name JOANA

My Name JOANA
168



beberapa staff di rumah sakit jiwa itu melirik kearah Joana dan mereka saling mengatakan satu dengan yang lain


"apa itu dokter yang dari indonesia?" tanya staff


"mungkin" jawab yang lain


"apa mungkin, dia seusia anakku"


"iya juga, anakmu kan masih sekolah SMA ya?"


"baru masuk, sama kan perawakannya"


"iya juga, apa bukan dia?"


"dia lah, kan sama suster Westly, suster Westly disuruh oleh pak Jorse"


"iya ya"


setelah sampai diruangan, Westly mengetuk lalu membawa Joana masuk


"selamat siang pak" sapa Westly


"siang, silahkan masuk, ada apa Westly?"


"ini pak, dokter Joana" kata Westly


sama dengan staff nya yang lain, ia bingung kenapa ekspetasi nya berbeda dari kenyataannya tentang Joana, dipikiran Jorse, Joana mungkin lebih tua darinya, atau seusianya


tapi...


"Joana? apa benar?" tanya Jorse


"iya pak, salam kenal, saya Joana"


"saya Jorse"


"ahh dokter Jorse, senang bertemu denganmu"


"sama, emm ini kenalkan istri saya"


"Joana" sapa Joana


"Shilly, salam kenal, emm boleh saya meminjam identitasmu?" tanya Shilly


"bisa"


Joana memberikan identitasnya (KTP), identitas dari amerika juga Joana berikan, dan baru mereka percaya itu Joana


"emm pak, bu, apa kalian tidak percaya ini Joana?" tanya Westly


"iya, saya pikir salah orang, saya pikir Joana sudah ibu ibu" bisik Jorse


"hehe pak, banyak yang bilang begitu" jawab Joana


"waduh maaf dokter, kami tidak bermaksud seperti itu" jawab Shilly


"iya bu, tidak masalah, saya juga hanya bilang cukup banyak kok yang mengira sama dengan pikiran kalian soal saya dikira nya lebih tua, hehe"


"iya sih, waduh, apa nih kuncinya masih muda begini? usia muda, terlihat seperti anak SMA" ucap Shilly


"haha ibu bisa saja, saya hanya tidak pernah marah, itu kuncinya, saya tidak mengatur hidup saya dengan beberapa hal, itu menyiksa, cukup tidak pernah marah saja"


"waah perlu di tiru" jawab Shilly


"haha bisa" jawab Joana


kembali kepada pembahasan tentang beberapa hal terkait kontrak kerja permintaan RS JORSHY kepada Joana


setelah membahas semua terkait, Joana menerima tawaran semua itu, dan ia pun di perbolehkan istirahat seharian itu, sebagai hari libur sebelum ia mulai bekerja besok


"baiklah, urusan selesai, besok biar ketemu sama kakak dari pasien yang akan menjelaskan tentang adiknya" ucap Jorse


"baik pak"


"hari ini kamu libur seharian deh, bisa ke rumah saya sediakan, bisa minta antar sama Westly"


"baik pak"


Jorse memanggil Westly dan menyuruhnya mengantarkan Joana pulang ke rumah untuknya dari Jorse dan istrinya


sesampainya..


"nah selamat istirahat ya Joana" sapa Westly


"iya makasih ya, kamu sudah antar aku sana sini, hehe"


"iya Joana, kamu tidur ya, yang banyak, biar bisa fresh besok kerja"


"iyaa Westly makasih ya"


"hapal kan jalan tadi dari sini ke Jorshy?"


"bisa bisa, hapal kok, hehe"


"kalau ada perlu, itu di sana (menunjuk) rumah dinas aku, aku bareng bareng sih, jadi agak rame, nanti aku kenalin ke yang lain deh"


"waah siap"


setelah Westly pergi, Joana masuk rumah yang akan jadi miliknya itu, rumah minimalis, namanya juga dapat konsen dari tempat kerja, seberapa juga yang bersyukur, penting bisa tidak terkena panas hujan


setelah sekitar 4 jam tidur, Joana bersiap siap, akan pergi ke tempat Westly, ia bosan, ingin bertemu banyak orang, dan sesampainya, ternyata semua masih ada diruang tamu dengan pintu terbuka, Joana berdiri disana


"eh, ada tamu" kata staff disana


"eh itu bukan yang tadi siang?"


"iya dong"


"cari siapa?" sapa salah satunya


"saya cari Westly, ada?"


"ada, apa kamu dokter dari indonesia itu?"


"iyaa, saya, salam kenal, saya Joana"


"salam kenal juga"


"iya kenalin semua, ini Joana, dokter dari indonesia itu" jawab Westly


mereka berkenalan disana dan mereka sedikit ragu berteman dengan Joana, bukan karna apa, tapi justru mereka merasa sadar diri saja mereka siapa, mereka hanyalah suster, perawat biasa, sementara Joana dokter


"kamu yakin mau berteman dengan kami Joana?" tanya salah satunya


"hei, kenapa tanya itu?" tanya Westly


"Westly, aku tanya Joana"


"iya Joana, kita kan suster biasa disini, kamu gak malu, harusnya berteman sama dokter sama dokter juga lah"


"ahh, itu kan hanya kebiasaan buruk, aku berteman sama siapa saja, kalian juga baik, kenapa tidak berteman dengan kalian juga" jawab Joana


"nanti kalau kamu ada teman dokter, kuyakin, kamu lupa sama kita"


"tunggu saja nanti" kata Joana


"hahaha"


hari berlalu, Joana bersiap siap untuk hari pertama nya bekerja, ia sampai sudah di Jorshy, lalu masuk ruangan kerja Jorse dan Shilly


"nah, ini dokternya" kata Shilly


"selamat siang dokter Shilly" sapa Joana


"siang, silahkan Joana masuk, kenalkan, ini keluarga dari pasien yang akan kamu tangani"


pria disana adalah kakak dari pasien yang akan ditangani oleh Joana, bernama Walton, adiknya atau pasien Joana sendiri bernama Wilson


Walton disana melirik kearah Joana yang baru datang, ia langsung terpesona dan merasa jika ia menyukai Joana di awal ia bertemu itu, bahkan sampai membuatnya lupa, ia sudah menikah, ia sudah memiliki 2 anak dengan istrinya


setelah dari ruangan Shilly, Joana dan Walton diantarkan oleh Westly dan Jorse ke ruangan pasien, setelah sampai, Joana melihat dari pintu kaca ruangan itu, bagaimana kondisi pria didalam ruangan itu


Walton menjelaskan pertama kali adiknya mengalami depresi, hanya karna ditinggal menikah oleh pacarnya, yap itu ada didunia nyata dan Joana tidak habis pikir, masalah sepeleh berdampak hebat


"kamu yakin bisa?" tanya Walton


"doakan saja yang terbaik pak" kata Joana


"saya sudah pasrah, saya taruh harapan kepada kamu"


"terimakasih" ucap Joana menepuk pelan lengan Walton


Joana dengan yakin pun masuk, lalu melihat kearah Wilson, Wilson pun menoleh, ia teriak..


"siapa?" bentaknya


"makanya kenalan dulu, mau kan? aku Joana"


"kamu bisa baca tidak?"


"bisa dong"


"itu nama ku" ucap Wilson menunjuk kearah papan nama miliknya


"ahh kamu tau itu nama kamu?"


"tau lah, bodoh" bentaknya


"aduh gak boleh kasar dong, jangan bilang begitu"


"kenapa?"


"aku gak kasih kado"


"apa kadonya?"


"tebak apa?"


"mainan?"


"betul, ini"


Joana memberikan gantungan kunci yang pernah laris di amerika, tapi sudah lama tidak keluar, jadi sekarang menjadi barang paling limited, karna barangnya yang sudah lama pabrik tidak lagi produksi