
belum lagi mengontrol pasien tanganannya selama tiga jam sekali, terutama pasien utama nya selama dua jam sampai sejam dengan rutin
sore baru menulis laporan untuk perhariannya baru lah cekout kerja dan bisa pulang
melihat semua kegiatan Joana, Samuel juga melihat bagaimana memang tidak lah mudah menjadi dokter di rumah sakit jiwa, membuat Samuel merasa bersalah atas kemarin sudah menghukum Joana begitu keterlaluan
ia pulang lebih dulu, dan sampai dirumah Joana, tapi ia baru saja duduk di sofa dalam kamar yang ada dirumah bawahnya, Samuel kepikiran untuk ia pulang saja, karna ia tidak mau melihat Joana biar Joana bisa beristirahat dengan tenang
karna jika ia melihat Joana, bukan tidak mungkin napsunya kembali memuncak dan akan memaksa Joana untuk melayaninya lagi jadi Samuel pun pergi lagi
melihat Samuel baru saja datang, tapi malah pergi lagi, Albern dan Benjie bingung, tapi yaa mau apa lagi? mereka tanya juga tidak berani
"kemana bos mu?" tanya Benjie
"gak tau, gak berani ah nanya, dia bukan nona" kata Albern
"ya tanya dong, kalau nona nanya gimana?"
"jawab saja gak tau, pergi lagi, gitu, kalau kau berani tanya sana"
"malas dah"
"malas apa takut?"
"malas dih"
"malas ribut"
"iya itu juga"
tak lama Samuel pergi, Joana datang, Joana turun dari mobilnya dan menyapa kedua satpam jaga rumahnya lalu masuk kekamar bawah untuk mandi, baru selesai mandi, Joana akan naik tapi ia menyapa dulu satpamnya
"kalian sudah pada makan?" tanya Joana
"siang sudah nona tadi beli diluar" kata Benjie
"berapa sisa uang kutinggal?" tanya Joana
"ini nona"
"pegang, aku tambah kalian beli makanan, sekalian dengan Vansa Delvin" kata Joana
"makasih nona"
Joana naik dan masuk rumah atasnya, ia melihat seisi kamar tidak mendapatkan Samuel, malah ia mendapatkan pesan dari Motheo jika Motheo akan terbang keluar negri
setelah mendapatkan pesan masuk dari Motheo Joana duduk dulu, sembari lanjutkan membaca buku kemarin ia baca
karna jam sudah menunjukkan jam enam sore, Samuel juga tidak datang, Joana pun keluar dan turun menyapa satpam jaganya
"Albern, Benjie" sapa Joana
"yaa nona?"
"tau Sam kemana?"
"tadi sebelum nona datang, bos datang kok nona, tapi pergi lagi, hanya sebentar dan gak tau kemana" kata Albern
"ohh yaudah, biarin saja deh, aku masuk dulu"
"ya nona"
"oh ya, ini makan malamnya, kamu atur sendiri, kalau pergi, aku belikan bahan masakan"
"mana nona tulisannya, nanti aku keluar ke market" kata Benjie
"ini, market deket sini saja ya"
"iya nona"
Joana masuk kembali kerumahnya, Benjie langsung pergi membelikan belanjaan Joana dan sekalian membeli makan untuknya dan Albern
Albern sendirian, tapi tak lama malah Ravansa dan Delvin datang hampir bersamaan tapi tidak dengan alasan yang sama
"Delvin, Vansa? kalian kok datang malam?" tanya Albern
"aku malas dirumah, gak ada kerjaan, bosen, biasa diluar jadi kesini" jawab Ravansa
"aku juga, bos Theo gak di markas, dia keluar negri, jadi ngapain aku dimarkas ya kesini, eh kemana Benjie?" tanya Delvin
"dia disuruh nona beli belanjaan buat dapur"
mereka duduk disana bertiga, tak lama Benjie datang, lalu mengantarkan pesanan Joana
"makasih Benjie" kata Joana
"yaa nona"
Joana melirik ternyata ada Ravansa dan Delvin
"itu Vansa dan Delvin ngapain?" tanya Joana
"aku baru datang juga jadi baru tau nona" jawab Benjie
"Vansa, Delvin, ngapain?" tanya Joana dari balkon rumahnya
"bosan nona dirumah jadi aku kesini" kata Ravansa
"iya nona, biar temani Benjie dan Albern" kata Delvin
"oh, oh yaudah, ini aku kasih uang buat makan malam kuberikan pada Benjie, kamu cari sendiri ya"
"yaa nona"
"yaudah ini buat mereka juga ya Benjie"
"ya nona"
Joana pun masuk membawa belanjaan dari Benjie dan memasak untuk makan malam nya sendiri, baru ia duduk di depan televisi dan masih membaca buku sebelumnya lagi dilanjutkan setelah belajar nya baru ia tidur
sementara diluar, Benjie, Albern, Ravansa dan Delvin duduk berempat, mereka biasa jaga malam, biasannya untuk tidur juga selalu Benjie dan Albern bergantian, selang Albern tidur dua jam, baru Benjie juga tidur jam secara bergantian
disini mereka tidak tidur malah menggibah, membicarakan Joana dengan kebaikannya
"aku baru ini ketemu sama perempuan seperti nona, baik sekali dia" kata Benjie
"iya bener, dia beda memang, kalau gadis lain, sudah tau dia adalah istri bos, jangankan baik, malah seenak jidat nya saja memerintah, memaki maki, marah ke kami kan?" jawab Albern
"yaa dia memang sebaik itu, sejak awal bos Theo membawanya kerumah"
mereka membahas tentang Joana, bagaimana baiknya Joana, sikap, bicara, aturan, semua hal
"nona itu cantik sebenernya, tapi karna dia gadis polos, gadis biasa saja jadi terlihat biasa saja kan" kata Albern
"iya kalau disini, tapi masih disini kelihatan cantik karna baiknya dia loh" jawab Benjie
"yaa itu juga, maksudku cantik dia karna baik"
"tapi jangan salah, kalau nona kerumah bos kayak kemarin" kata Delvin
"ada apa?" tanya Ravansa
"ya beda aja gitu, kaya bukan nona, kan sudah kalau dirumah bos harus pakai apa juga terserah bos"
"iya di rumah bosku juga begitu kan" kata Ravansa
"pokok gak ada yang bakal sangka kalau itu seorang Joana" jawab Delvin
"bener, sama aku juga" jawab Ravansa
bayangin saja, selama Benjie atau Albern saja ikut dengan bos mereka, mau makan, ditawari saja jarang meskipun sering juga memberikan uang tapi bisa dihitung, lah Joana..
"belum lagi seperti ini, kita full makan sama nona loh kamu tau" kata Albern
"yaa tau, aku pun sama, aku sejak ikut sama nona begini, di perhatikan makan, seperti teman" kata Delvin
"belum kalau pas aku butuh uang, dikasih itu sama nona lah coba bos? gak ada kecuali kita ngomong, itu aja masih ribet pertanyaan kemana mana mastiin duit buat apa, lari kemana, apa hasilnya" jawab Ravansa
"yaaa bener banget, kaya ribet aja gitu" jawab Ravansa
makan full sehari ditanggung Joana, belum ada kebutuhan terdesak juga Joana beri uang tanpa minta balikan, masih memberikan uang jajan sedikit sedikit tapi ada itikad baiknya
"ya pantas saja bos suka yaa" kata Albern
"nah, bener, itu kupikir, dulu aku gak tau apa spesial nya gadis ini" jawab Ravansa
"sekarang paham?" tanya Albern
"ya kalau itu aku sudah paham dari awal sih, memang nona baik" jawab Benjie
disini keempat nya berpikir pantas saja Motheo Samuel jatuh cinta pada gadis seperti Joana