My Name JOANA

My Name JOANA
132



"aduh sini coba lihat, biar aku kasih minyak panas ya, aku bawa" kata Elva


"emm"


Elva membantu merawat dengan mengoleskan minyak panas ke pergelangan kaki Feris disana, Feris tersenyum bahagia melihat bagaimana sikap Elva benar benar jauh dari awal mereka kenal


the real "benci jadi cinta"


setelah agak redahan sakitnya, ia menjelaskan jika ia berniat mengembalikan kembali Elva ke ranjang tidur karna ia mau mengalah tidur di sofa tapi malah terpeleset, untung tidak terlalu parah, hanya bengkak


"habis kamu ini, ngapain sih" tanya Elva


"lah kamu loh, bisa bisanya mindah aku ke kasur, kenapa kamu malah tidur disini?"


"aku tidak enak ke kamu yangg, kamu kan yang bayar ini, masak aku yang enak enakan tidur sana"


"ya aku kan pengen biar kamu istirahat yang enak"


mereka berdebat kecil tapi akhirnya mengakhirinya dan lanjut tidur dengan kesepakatan Elva tidur di kasur sementara Feris di sofa


setelah paginya...


mereka keluar mencari makan, sekitar sana dan dapat makanan yang pas ketika pagi hari, mereka masuk


"waah, ini makanan panas pedas kan?" ucap Elva


"iya, ini kamu pesan apa"


"aku samain saja deh ma kamu, aku tidak paham semua menunya"


setelah memesan makanan disana, Elva memerhatikan Feris yang mengobrol dengan staff pelayan disana untuk memesan makanan, setelah staff pergi..


"dari tadi lihatin aku, kenapa?" tanya Feris


"hehe, kamu lucu, kamu kok pinter bahasa inggris?"


"ya lah, aku dosen kan, harus bisa lah"


"emm, iya sih, susah gak sih yangg?"


"ada susah ada gampangnya kok, tapi kamu perlu belajar, serius, ini butuh buat kita bisa komunikasi juga kan"


"iya sih"


makanan pun datang, sembari makan, mereka masih sembari mengobrol


"kamu sendiri kenapa mau ikut aku? aku bercanda nawari ikut kupikir tidak mau" kata Feris


"emm aku ingin ikut saja sih, sambil liburan gitu"


"emm"


"tapi kamu mau pergi kapan?"


"aku perginya nanti sore, emm siang sih, sampai tengah malam, kamu diam di resort saja ya"


"iyaa"


kepergian Feris ke amerika karna ia memiliki urusan dari perwakilan ayahnya (Dipo) untuk menuju ke unniversitas California disana, dimana kampus tempat Joana dan Tivano menjadi pertukaran pelajar disana


sementara niat Elva ikut bukan karna berlibur seperti yang ia katakan kepada Feris, tapi karna ingin mencari kakaknya, ia ingin tau kehidupan kakaknya di amerika


tapi tidak mengatakan kepada Feris jika ia akan menemui Elyas, dan juga tidak akan mengatakan pada Elyas ia datang bersama Feris


karna ia sudah tau tentang hubungan tidak baik antara Elyas dengan Feris karna Joana, jadi ia saling menutupi cerita dari sisi keduanya


Elva tau jika sampai Feris tau Elva adalah adik Elyas, Feris akan meninggalkan Elva begitu saja karna melihat bagaimana cara Elyas mengambil Joana dari Feris


begitupun kepada Elyas jika sampai tau, Elyas akan marah besar dan tidak memberikan restunya, jadi lebih baik memutuskan untuk diam saja


"malah diam, makan dilihat tersedak loh nanti" kata Feris


"hehe"


"mikir apa?"


"enggak"


mereka makan lagi, setelah makan, Feris meminta bill, membayar nya, lalu berdiri karna akan pergi, saat berdiri, sebenarnya Feris dan Elva berpapasan dengan Motheo, tepat sekali dimana Motheo yang tanpa memakai penutup wajah apapun karna capek juga, ia berjalan ke arah rumah makan tempat Feris dan Elva juga makan


semua orang di rumah makan itu tau, siapa Motheo, dan semua hanya diam sembari menahan rasa takutnya, tapi Elva dan Feris yang notabene nya adalah pelancong, jelas tidak tau lah siapa pria baru masuk itu dan melewatinya begitu saja


"apa kamu lihat?" tanya Feris kepada Elva


"mata, dasar mata" kata Feris


"hehe"


keduanya lalu balik ke resort dan santai duduk dan menikmati pemandangan disana, saat duduk santai..


saat siangnya, belum pas jam 1 siang, Feris berpamitan kekampus dan meninggalkan Elva, Elva melihat Feris benar benar pergi pun menelfon kakaknya


"halo bang, bang dimana?" tanya Elva


"di kantor, kamu dimana?"


"bah, kerja bang? aku di amerika sudah"


"loh sampai? kapan? kenapa baru bilang?"


"aku capek jadi nyari tempat tidur dulu"


"terus dimana?"


"emm udah cek out sih, makanya kita ketemuan diluar saja ya, aku kirimi alamatku ada ya"


"yaa"


Elva pergi ke salah satu cafe dekat sana dan mengirim alamatnya lalu Elyas yang masuk kerja tapi jam makan siang. ia membatalkan makan, memberikan makanan kepada kedua temannya


"kemana kamu?" tanya Lerry


"aku mau keluar dulu, ini baru istirahat makan siang kan? adikku datang dari indonesia, jadi aku mau temui dia dulu, oh ya ini makanan bekal ku kamu makan saja bareng pak Halburt daripada gak kemakan" kata Elyas kepada Lerry


saat keluar, ia juga menyapa Halburt...


"pak, kemana?" sapa Halburt


"eh ini, jemput adikku, dari indonesia dia datang, kamu masuk dah, di Lerry ada makanan, bagi kamu sama Lerry" kata Elyas


Elyas berjalan pergi, menggunakan mobil kuning milik Erisa, dan sampai di cafe itu, ia masuk dan menyapa adiknya di meja no.3


"Elva, kamu kenapa baru kabari abang?" tanya Elyas


"iya bang, aku gak sempat, baru sempat"


"terus ini kamu semalam tidur dimana?"


"hotel tapi udah cek out"


"cek out? terus baju bajumu?"


"emm ada"


Erisa membahas lain agar tidak sampai tau kakaknya jika ia pergi dengan Feris


"sudah, aku cari kan kamu rumah deh, kecil gakpapa ya, penting kamu bisa tidur" kata Elyas


"dimana bang?"


"ada ayo"


saat keluar cafe dan melihat Elyas memasukkan tas Elva ke mobil kuning, Elva bingung tapi ia masuk saja, setelah mulai jalan, Elva melirik seluruh isi mobil itu


"mobil siapa bang?" tanya Elva


"mobil Erisa, dia kasih aku buat kerja"


"ahh kok lu yang dikasih mobil?"


"ya gakapa kan? lagipula dia memaksa aku membawa nya jadi aku yang antar jemput dia kerja"


"emm, kaya memang dia bang?"


"gak begitu"


setelah makan, mengobrol, karna harus balik kerja, jadi Elyas memutuskan mencarikan dulu adiknya tempat yang tidak jauh dari rumah kontrakan Elyas


"abang mau kerja lagi ini, kamu kucarikan rumah deh buat tinggal sementara ya, dekat rumahku ada yang mengekostkan harian" kata Elyas


"iya deh bang"


mereka keluar lalu menuju rumah itu, Elyas menelfon pemilik rumah dan tak lama pemilik rumah datang, Elyas menjelaskan jika itu adiknya dari indonesia dan akan tinggal dalam beberapa hari


"iya bisa, ini kosong" kata pemilik rumah