My Name JOANA

My Name JOANA
253



mereka membahas banyak hal disana termasuk tentang rencana Egar datang ke amerika niat utamanya untuk izin kepada istrinya karna akan berkuliah


menonton drama itu membuat Egar baru ingat membahas niat utamanya itu


"astaga Moy, hampir saja aku lupa, aku datang untuk mau mengatakan soal alasan aku kemari" kata Egar


"apa memang?"


"kamu kenapa gak tanya?"


"ya gak tau Poy, aku pikir kamu datang memang untuk ketemu aku"


"yaa aku memang mau ketemu kamu juga sih"


"nah, terus apa alasannya kamu bilang?"


Egar menjelaskan niatnya yang akan mengambil kuliah lanjutan untuk S3 nya di indonesia untuk ambil jurusan dokter spesialis jiwa, alasannya mengambil jurusan itu karna ia ingin menjadi dokter jiwa seperti istrinya


Egar menjelaskan juga jika ia akan datang ditiap libur tahunan kuliahnya setelah naik per-dua semester


"gitu" tambah Egar


"oh yaudah gakpapa kok kamu ambil kuliah terus kerjaan kamu?" tanya Joana


"ya kerjaan tetep kerja Moy, kan bisa kerja sambil kuliah"


"bisa atur waktunya?"


"bisa bisa, nanti kalau aku ada jadwal kuliah sama operasi pasien bentrok, aku kasih buat dokter lain biar bagi job saja" kata Egar


"yaudah terserah kamu dah Poy, tapi yang penting kamu bisa ya jaga diri, atur waktu tidur, waktu kerja sama istirahat jangan berantakan" kata Joana


"siap, jadi aku dapat izin ya" kata Egar


"iyaaa dapat, aku kasih izin"


"iyaudah telfon mama papa dulu ah, buat bilang kalau dapat izin, biar mereka gak kuatir nunggu kabar aku"


"eh tunggu tapi beneran kamu akan datang setiap tahun"


"iya, datang kesini"


"kalau gitu aku per enam bulan ke indonesia"


"hah? kamu serius ini?"


"serius"


"yaudah deh aku cepat harus kabari mama papa"


"yasudah"


Egar menelfon orang tuanya dan orang tua Joana, mengatakan kalau ia sudah meminta izin kepada istrinya dan diizinkan, membuat Joana akhirnya juga mengatakan kepada orang tua mereka jika mengizinkan


malamnya..


"Moy, aku udah seharian dirumah ini, dilantai atas ada apa sih? kok kamu gak bawa aku keatas?"


Joana takut membawa Egar keatas akan banyak dapat bukti soal Motheo atau Samuel tapi ia baru ingat sehari sebelum kedatangan suaminya, ia telah membersihkan semuanya termasuk lantai atas dan kamar kamarnya jadi aman jika membawa Egar keatas


"oh kamu mau lihat lihat? yaudah ayo" ajak Joana


Joana pun mengajak Egar keatas, dan menuju pintu keluar lalu naik tangga, hingga masuk ke dalam rumah atas


terdapat tiga kamar dimana ketiganya dijadikan satu kamar, setengah untuk kamar tidur Joana dan setengahnya untuk wardrobe Joana


saat Egar masuk..


"emm ini kamar siapa?" tanya Egar


"kamar aku, aku kan tidur atas bawa, biar rata menempati nya" jawab Joana


"ahh, wangi, lantai atas paling wangi daripada bawa"


"oh bawa gak wangi ya?"


"wangi, tapi gak begitu menyengat sih"


"ahh ini terlalu menyengat ya"


"enggak juga kok"


mereka mengobrol disana berdua..


Joana akhirnya mengakui saja jika itu adalah rumah mengontrak, agar Egar tidak semakin curiga karna Joana tinggal di rumah yang mewah meskipun menimalis bergaya rumah biasa


jadi bisa membuat Joana ada alasan untuk beberapa barang mewah di rumah itu seperti lukisan, kanvas, televisi, sofa dan semua lainnya yang mahal diaku Joana semua adalah milik dari pemilik rumah itu jadi Joana bantu menjaga saja


"kenapa bilang sejak awal kamu mengontrak Moy?" tanya Egar


"dasar yaa, masih saja, yaudah gakpapa, ngontrak dulu, nanti ditabung uangnya, ngerti Moy?"


"iyaa"


Joana pun membiarkan Egar taunya ya mengontrak


di hari kelima, dimana tersisa dua hari lagi, Egar di amerika, dihari kelima ini, Egar memberikan kode untuk Joana mengajaknya mengenalkan dirinya kepada beberapa orang yang kenal Joana di amerika itu


"Moy, kamu kalau di amerika ini kan pasti ada yang kenal?" tanya Egar


"ada lah, kenapa Poy?"


"emm, pengen deh aku dikenalin sama teman teman kamu, aku kan suami kamu"


"oh, kamu mau?"


"iya mau, kapan?"


"hari ini deh, siang ini aku ajak jalan jalan ya? kan hari kelima sudah, takut gak keburu"


"iya deh"


Joana mengajak Egar untuk berjalan keliling kota amerika, mengunjungi tempat tempat yang Joana kenali beberapa orang nya


"kemana Moy? hari ini?" tanya Egar


"aku mau ajak kamu pergi kan, nanti aku kenalin sama dokter Shilly sama dokter Jorse juga ya"


"waaah beneran? kita ke Jorshy?"


"iyaa, sama beberapa rumah orang yang kukenal lainnya"


mereka siap siap lalu memesan grab untuk pengantaran pertama mereka ke rumah sakit Jorshy..


didalam mobil, Joana menjelaskan siapa dan bagaimana dua sosok ini, yaitu Jorse dan Shilly, agar Egar tau karakter orangnya dan bisa bersikap yang bagaimana


sesampainya..


mereka masuk, beberapa staff disana menyapa Joana, yaa.. semua mengenali siapa Joana


"dokter Jo, apa kabar?" tanya beberapa staff disana


"iya dokter Jo kita udah lama gak bertemu"


"iya, baru kelihatan, apa baru datang dari indonesia?"


Joana kaget juga bingung, karna ia takut Egar curiga, Egar taunya kan Joana bekerja disana, kenapa malah mereka menjawab ucapan itu jika lama tidak bertemu Joana


akhirnya Joana mengalihkan pembicaraan nya agar tidak berlanjut jauh


"ahh, aku ada kok, sering dirumah, kan pasien ku sudah mulai balik dan normal, aku tetap mengawasi nya diluar" jawab Joana


"ahh iya kami tau kok, sudah benar benar sembuh loh pak Wilson" kata staff


"iya, oh ya, kenalin, ini Egar" ucap Joana


"Egar Pradika" kata Egar mengenalkan diri


"salam kenal pak" sapa mereka


"ini suami saya, dia baru datang lima hari lalu untuk menjenguk saya" kata Joana


"oh astaga, jadi ini suami nya dokter?" tanya staff


"iya"


"astaga maaf dokter kami tidak tau, kami pikir teman atau gimana" jawab staff lain


"tidak masalah, ini sudah kukenali kan"


"iya dokter aduh jadi tidak enak"


"iyaa gak papa kok, santai, oh ya kemana suster Westly?" tanya Joana


"suster Westly ada diruangannya sih, dia sibuk buat atur program baru untuk kegiatan pasien"


"oh ya? yasudah saya temui dia nanti, kalau dokter Jorse dan dokter Shilly?"


"coba saja tanyakan suster Westly"


"okeh dokter, waah senang nya lihat dokter lagi" ucap mereka


Joana berjalan, dan ia berharap agar suaminya tidak terlalu memikirkan ucapan para staff tadi, tapi pikiran nya salah, malah Egar menanyakan itu sembari mereka jalan menuju ruangan Westly


"itu mereka kenapa baru ketemu kamu? kamu kan masih bekerja disini?" tanya Egar