My Name JOANA

My Name JOANA
291



"yaudah kami tinggal, ada urusan, kamu lanjutkan ya" kata Elva


"yaa kak" jawab Rahayu


kedua teman Elva paham siapa kakak yang dirindukan oleh Elva yang Elva tadi maksud, tapi Rahayu berpikirnya itu memang kakak kandung Elva mungkin, bukan istri dari pria yang baru saja ia ajak berkenalan tapi tertolak


Elva pergi bersama dua temannya kekelas Egar, berniat memang untuk menanyakan apa saja yang Joana lakukan sepulangnya, yaa menanyakan cerita kepulangan Joana


Elva tidak bisa menemani Joana selama pulang karna pekerjaannya dikampusnya banyak, ia juga lagi banyak ujian dari beberapa dosen jadi tidak sempat menemui Joana


setelah sampai, mereka masuk dan menyapa Egar


"kaaaak" teriak Elva


"bah Elva? kalian ngapain dah?" sapa Egar


"hai kak Fero" sapa Elva


"hai Elva, kamu jarang terlihat, kemana saja?" sapa Fero


"ah aku banyak tugas kak, full, mana ujian, ini aku mau ketemu kak Egar buat nanya gimana kemarin sama kak Joana"


"loh kamu gak ketemu?"


"ketemu, bentar doang, bentar banget, tapi udah sekali aja ketemu pula"


"bahh"


Egar, Fero dan Elva juga dengan Tiko dan Sahid disana membahas Joana kemarin, ngapain saja, kemana saja, bicara apa saja, dan banyak sekali


balik kepada Rahayu, Rahayu pergi dari tempat itu setelah urusannya beres dengan Elva, beruntung ia tidak memiliki masalah lebih panjang lagi dengan Elva itu


beberapa hari berikutnya..


dimana ia mengikuti seminar dengan beberapa murid lainnya ke kampus yang lain, ia berpapasan dengan Tivano, dimana Tivano aktif menjadi kepengurusan utama seminar


"atas nama siapa?" sapa Tivano mendata murid


"Rahayu Sukmawati kak" kata Rahayu


"oh, bagus sekali nama kamu, indonesian asli ya"


"haha iya kak"


"dari fakultas kedokteran kejiwaan?"


"iya kak maba (mahasiswi baru)"


"oh kedokteran kejiwaan, keren, kamu suka atau gimana ini masuk kedokteran kejiwaan? karna pilihan itu sulit loh, peminat banyak tapi pashion banyak yang gak nyampek"


"aku memang ingin menjadi dokter jiwa kak, ingin menolong pasien jiwa"


"ahh, keluarga?"


"keluarga setuju"


"bagus dong dapat dukungan, memang keluarga pashion kemana?"


"keluarga pashion kedokteran semua"


"oh ya? waah keluarga dokter"


"bukan dokter sih pak, baru saya dokter, papa kepala perawat dan mama ku bidan"


"oh tapi ya sama tenaga medis lah ya"


"haha iya begitu lah kak"


"gimana menurutmu sekolah disini?"


"yaa bagus lah kak, aku suka, disini banyak perpustakaan, setiap fakultas ada, belum lagi perpustakaan besarnya"


"oh kamu suka ke perpustakaan?"


"suka banget kak, aku lebih suka membaca daripada menonton atau mendengar penjelasan soal apapun"


"film? kan mana mungkin dibaca?"


"ya nyari bukunya, kan kadang film ada bukunya"


"oh ya bener"


membahas beberapa hal kecil, membuat Tivano malah teringat teman kuliah pertukaran pelajarnya yaitu Joana, bagaimana tidak, bahkan Joana lah yang memberikan masukan kepada kampus untuk membuatkan perpustakaan disetiap fakultas tapi masih mengaktifkan perpustakaan utama sementara pembahasan Tivano dengan Rahayu tentang perpustakaan


"ahh dia membuatku teringat Joana, apa kabar Joana ya? dia baik baik gak ya? lagi apa dia?" ucap Tivano dalam hati


"ahh cuma teringat temanku saja, sahabat sih, sama dia denganmu, dia suka membaca, dia akan lebih memilih membaca daripada menonton atau mendengarkan penjelasan" jelas Tivano


"ahh oh ya?"


"emm, oh ya, siapa nama kamu? Rahayu?"


"ya kak, panggilnya Ayu saja"


"okeh siap, terimakasih Ayu sudah mengobrol denganku"


"sama sama kak"


baru saja bertemu dengan Tivano, saat ia mengurus beberapa hal dengan anggota BEM kampus, karna sudah akan dimulai, jadi sudah ada pengurus utama BEM


"permisi kak" sapa Rahayu


"yaa silahkan masuk" sapa panitia ketua utama


Rahayu masuk dan duduk dengan yang lain, lalu dimulai penjelasan tentang beberapa hal yang akan dilakukan para anggota baru dalam BEM, dan pembahasan dibawakan oleh Galen dan Wita


setelah semua selesai, beberapa orang murid mulai keluar, Rahayu kearah Galen dan Wita yang ada di kursi depan ruangan meeting bem itu


"permisi kak? saya mau tanya soal pelantikan nya kan masih minggu depan, tapi pendaftaran nya lusa, tapi lusa saya ada seminar" kata Rahayu


"oh daftar sekarang bisa, tadi dijelaskan bisa daftar kan mulai sekarang" jawab Galen


"bisa kak? iya daftar sekarang saja"


"atas nama dan dari fakultas apa kelas berapa?" tanya Wita


"Rahayu Sukmawati, fakultas kedokteran jiwa, kelas 15.5" jawab Rahayu


"oh kelas itu kamu?" tanya Wita


"yaa kak"


"hemm, dulu saya juga awal kuliah dapat kelas itu, banyak kenangan saya sama sahabat saja, jadi kepikiran kabar dia" jawab Wita


"emm kangen sahabat kak?"


"yaa begitulah, okeh, sudah saya data" jawab Wita


"kamu ikut seminar ke pengurusannya siapa?" tanya Galen


"kak Tivano kak"


"oh ya udah, bener"


setelah Rahayu pergi, Rahayu merasa jika sudah tiga kali orang berbeda mengatakan rindu kepada sosok orang terdekat mereka saat berkenalan dengan Rahayu, Rahayu tak mau ambil pusing itu dianggap saja kebetulan


yaa.. malah giliran Wita yang teringat kepada Joana, bagaimana tidak, di ruang kelas tempat Rahayu itulah pertama kali nya Wita dan Joana berkenalan


beberapa hari berlalu, lepas dari kegiatan seminar dan juga pelantikan BEM, Rahayu kembali dengan urusan kelas nya dan ia diminta oleh salah satu dosen pengajarnya untuk mengantarkan tugas yang telah dikumpulkan keruangan dosen karna dosen harus pergi ke ruang rapat


Rahayu lepas kelas pun pergi ke fakultas keguruan dan disana ia menanyakan pada beberapa anak murid disana alamat tempat kantor dosennya itu baru ia lanjutkan jalan


sampai ia bertemu dengan Elva lagi..


"kak Elva ya?" sapa Rahayu


"iya? kamu Ayu kan?"


"iya kak"


"waah bisa ketemu disini, ada apa kamu ke fakultasku?"


"ini kak, disuruh dosenku antar keruangan pak Dori, dosen utama kampus"


"oh mau keruangan pak Dori?"


"iya kak, aku disuruh keruangan dosen utama, pak dori, sebelah mana?"


"lurus aja, sampek keluar dan kearah selatan sedikit, aku gak bisa antar ada urusan, coba gak buru buru, kuantar kamu"


"oh makasih kak, dikasih tau saja cukup, aku tidak mau merepotkan kamu"


"yaa, yaudah aku tinggal dulu"


Elva adalah orang yang susah dekat dengan orang asing, tapi kepada Rahayu ia bisa cepat dekat, entah apa karna vibes Rahayu sama dengan vibes Joana, gadis yang sudah dianggap Elva seperti kakak kandungnya meskipun ia hanyalah adik dari mantan Joana


jalan lah lagi Rahayu, setelah keluar dari gedung fakultas dipintu belakang, ia bingung lagi kemana harus pergi keruangan dosen dimaksud tadi