
"oh iya udah, kemana kalian?" tanya Elli
"ke hukum, nanti biar ketemuan lagi di kedokteran, ini selesai kan" kata Vera
"okeh deh"
Vera dan Joana pergi, tinggallah Ello disana, sementara Joana dan Vera berjalan diikuti Puri, yaa Puri masih mengikuti mereka
saat sampai di fakultas hukum, Vera dan Joana masuk lagi perkelas, sampai akhirnya ia bertemu dengan Elyas dikelas Elyas
"Joana, kamu disini?" tanya Elyas
"iya kak, ini antar buku para anggota bem" jawab Joana
"sini Joana biar aku" kata Vera
Vera berjalan masuk kelas dan diluar hanya ada Elyas dan Joana
"aku dengar adik kamu kecelakaan?" tanya Joana
"kamu tau nya dari mana?"
"aku ketemu sama kak Arsan sama kak Mikail"
"oh"
"gimana sekarang? sudah membaik?" tanya Joana
"hemm anaknya nakal, gak mau diatur, jadi drop lagi" jawab Elyas
"astaga, kalau gitu hari ini aku bisa jenguk?"
"serius?"
"iya serius"
"kamu mau kerumah ku?"
"iya, aku sudah ada alamatnya"
"dari?"
"kak Arsan"
"emm"
"kak, aku bantuin Vera ini, tunggu" kata Joana
Joana masuk kekelas Elyas, diikuti Elyas masuk juga, setelah urusan selesai Elyas menahan tangan Joana dan memintanya ikut kelasnya hari itu
"Joana ikut kelas ku ya" kata Elyas
"tapi kan aku bukan anak kelas ini"
"gkpapa, aku ikut saja, aku ingin ditemani kamu, kan katanya mau pergi kerumah? jadi bisa langsung kerumah barengan" jawab Elyas
"emm yaudah deh"
Joana berpamitan kepada Vera, ia juga menjelaskan jika akan menjenguk adik Elyas, jadi Vera pergi sendirian
sementara Joana duduk disamping Elyas dan selama disana tidak ada yang berani menyapa Joana apalagi hanya melihat karna ia tidak mau berurusan dengan si singa nya
saat duduk bersama, selama materi, Elyas mengikuti pelajaran begitu tenang, jauh dari hari biasanya yang selalu menebarkan emosi dan api nya
dosen disana melihat ada yang aneh dari Elyas yang jauh dari kata biasanya, bahkan terlihat wajahnya sedang bahagia, dosen itu melihat ketika disamping Elyas ternyata ada Joana
"oh pantes" jawab dosen itu dalam hati
pelajaran selesai, dan Elyas membereskan tasnya lalu pergi bersama Joana, mereka menuju kerumah Elyas
sesampainya..
"ayo masuk" ucap Elyas
"iya kak, makasih"
Elyas membawa masuk Joana dan menuju kamar adik Elyas, setelah masuk, Elyas menyapa adiknya
"ini abang bawa teman abang mau jenguk kamu katanya" ucap Elyas
"siapa bang?" tanya adiknya
"hai" sapa Joana
"hai kak" sapa adik perempuan Elyas
"salam kenal ya, aku Joana" sapa Joana
"yaahh kak, salam kenal, aku Elva" sapa Elva
Elva adalah adik perempuan Elyas, mereka tidak hanya berdua, masih utuh ayah ibu, tapi cerai dan ayahnya menikah lagi jadi sibuk dengan keluarga barunya sementara ibunya pergi kerja keluar negri
jadi tidak ada yang mengurus Elva selain Elyas, tapi yang nama nya pria, mau sepeduli apa juga masih ada rasa cueknya apalagi si Elyas yang sikapnya brutal begitu
disana Joana berkenalan dengan adik Elyas, dan mengobrol langsung dekat dan nyaman, apalagi usia mereka sedikit jarak, karna usia Elva dibawa Joana 4 tahunan
"ini makan, urus sendiri apa apa" kata Elyas
"ehh kok makanan beli?" tanya Joana
"aku gak bisa masak Joana" kata Elyas
"iya biar aku buatin saja, bubur diluar belum tentu enak, aku kalau cuma bubur juga bisa"
"serius kamu buatin?"
"iya, itu biar aku yang makan, kalau orang sakit itu harus makanan benar dijamin bersih, jadi harus pakai buatan sendiri" kata Joana
"tapi kamu gak kerepotan?" tanya Elyas
"gak kak, antar aku didapur dulu ya"
Elyas mengantarkan Joana di dapur dan menunggu Joana disana, tapi Joana meminta agar ditinggal saja
"loh kak, kok masih disini?" tanya Joana
"aku teman kamu"
"jangan, kamu temani adikmu saja, dia yang harus dijagain"
"tapi"
"kaaak"
"iyaa"
Elyas pergi begitu saja dan menuju kamar Elva, sesampainya didalam kamar..
"itu pacarmu bang?" tanya Elva
"bukan"
"bukan? lah siapa? masak teman?"
"iya teman saja, dia anak kedokteran dikampus abang, tapi abang kenal dekat"
"emm, aku tau kamu suka kan"
"hem, anak kecil jangan ikut campur urusan abang"
"abang, serius kan?"
"diem, udah istirahat" ucap nya sedikit keras
"em iya iyaa" jawab Elva
disana Elva memandangi abangnya, ia merasa memang abangnya sedang jatuh cinta, karna tidak seperti biasanya dan ini ia baru melihat karna sebelumnya ia sebagai adik dari Elyas, tau betul abangnya kasar atas didikan ayahnya dan tidak peduli pria atau wanita ia tetap kasari jika ia kesal dan membenci
tak terasa malam tiba, yaa karna sejak sore Joana dirumah Elyas mengobrol dengan adik Elva, tapi Joana tidak masalah, ia sudah mengabari ibunya juga jika akan pulang malam karna menjenguk adik dari temannya yang sakit
beberapa menit berlalu, saat Elyas diam disana tapi tiba tiba lampu malah mati
"loh, kok mati lampu?" tanya Elva
karna kuatir pada Joana didapur, Elyas pun pergi ke dapur dan mengecek Joana disana
"kamu tunggu sini, aku mau lihat Joana didapur"
"ya"
Elyas pergi kedapur dan mencari Joana dengan lampu blits yang ada di hape nya, dan ia mendapatkan Joana masih saja dengan santainya mengerjakan pekerjaan didapur itu
"Joana, kamu masih melakukan kegiatan? apa bisa?" tanya Elyas
"bisa kak, sudah biasa" jawab Joana
Elyas kurang meneliti apa jawaban Joana disana, yaa karna Joana sudah biasa dengan gelap, jadi ia bisa melakukan pekerjaan nya walaupun dalam situasi gelap
Elyas malah memerhatikan Joana disana dan takjub karna melihat Joana tidak seperti gadis lainnya yang takut gelap kebanyakan
setelah makanan jadi, Elyas menahan tubuh Joana di sana dan menatap kedua mata Joana, mendekati wajah Joana, Elyas juga menyentuh lengan baju Joana lalu tangannya berjalan kearah pipi Joana tapi Elyas langsung menahan tangannya dan merapikan baju joana
ia tidak bisa melakukan itu kepada gadis sepolos Joana meskipun ada kesempatan melakukannya padahal iblis didalam dirinya sudah mencoba merasukinya untuk mencium Joana
"kak, ada apa sama pipi ku?" tanya Joana
"tidak" jawab Elyas
"aku mau antarkan buburnya"
"iya ayo aku antar"
setelah sampai dikamar, Joana menyapa Elva yang sendirian, Joana memeluk Elva disana karna ia tau Elva sedang takut sendiri dimalam gelap juga
"sudah, ada aku disini, makan ya" kata Joana
"iya kak, makasih"
Joana menyuapi makan adik Elyas, dan selesainya baru memeluk lagi Elva yang ketakutan disana