
tapi sebenarnya, Joana sudah sadar sejak awal ia keluar dari ruang kelas nya jika ada yang mengikutinya dan ia mengenali aroma tubuh itu, padahal Motheo sedang tidak memakai wangi wangian apapun
setelah sampai dan bertemu dengan Carrabelle, Joana pun keluar dari ruangan itu dan berjalan kembali ke perpustakaan, akhirnya Joana pun menyapanya
"kakak kemarin kan" ucap Joana
Motheo terdiam, ia bingung Joana bicara pada siapa begitu
"kak, apa kamu mau menculikku lagi kah?" tanya Joana membalikkan badannya dan melihat kearah Motheo
seketika itu Joana membalikkan badannya dan Motheo juga membalikkan badannya untuk membelakangi Joana dan berjalan akan pergi, tapi ia berpikir lagi, jika ia berjalan pergi, ia dapat apa yang dia mau
jadi ia perlahan membalikkan badannya dan menoleh kearah Joana yang sudah berjalan juga pergi, akhirnya ia mengikuti kembali Joana
Joana merasa diikuti lagi, ia hanya diam, terus berjalan, dan tiba tiba ia menghentikan langkahnya, membalikkan badan lagi, ia melihat masih pria yang sama mengikutinya tapi pria itu membelakangi Joana
Joana pun hanya diam disana, masih berdiri menatap kearah Motheo, Motheo yang melirik sedikit jika Joana malah memerhatikannya, ia pun masih saja diam
ragu lagi ragu lagi, karna jika ia pergi, ia tidak bisa ikuti Joana, tapi jika ia balik, ia ketahuan
"aarrrgh, baru ini aku merasakan kebingungan begini, ada apa denganku?" teriak Motheo dalam hatinya
sambil ragu, ia masih berpikir lalu akhirnya melirik sedikit kearah tadi, Joana sudah tidak ada, ia pun merasa lega dan membalikkan badannya, tapi saat ia membalikkan badannya, ia kaget karna Joana ada dibelakangnya
"wooh" ucap Motheo kaget
"kan, kamu lagi, ada apa lagi deh ikuti aku?" tanya Joana
"aku.." ucapnya bingung
"masih belum percaya aku tidak kenal sama Sherla Sherla itu? kesal ya sama kamu, harus gimana aku bicara coba bilangnya kak?" tanya Joana
Motheo hanya diam dan ia tidak tau lagi memang harus berkata apa, jadi ia masih berdiri sambil menahan malu, malu karna ketahuan
tak lama Joana menarik tangan Motheo agar jalan bersamanya
"hei, ada apa ini, kenapa menarikku?" tanya Motheo
"biar kamu ikuti aku seharian, biar kamu tau aku benar tidak ada teman namanya Sherla" kata Joana
karna memang ini dianggap kesempatan mendekati Joana, Motheo hanya diam saja mengikuti Joana yang menarik tangannya disana
dan ini adalah kali pertama dalam sejarah Motheo hidup, ada wanita yang berhasil menyentuh tangannya, padahal sebelumnya, jangan kan menyentuh, menatap matanya saja tidak mampu
jangan kan itu semua, lewat, berpapasan saja, tidak ada yang berani mendongakkan kepalanya ketika ada Motheo tapi Joana menarik tangannya
"diem disini, aku mau baca materi sebelum ada kelas" jawab Joana
Joana membawa Motheo duduk di tempat biasa ia duduk dibelakang kampus tepatnya di belakang gedung fakultas kedokteran di unniversitas itu
Motheo memerhatikan Joana yang sibuk membaca buku catatan, mempelajari beberapa materinya dan ia baru sadar disini Joana tidak memakai hape, notebook atau laptop sama sekali, bukannya dijaman canggih sekarang semua full elektronik
"kamu kenapa tidak memakai laptop, atau hape atau apa?" tanya Motheo
"aku tidak perlu, yang penting ada buku, buku ini juga laptop untukku" kata Joana
"kamu gak pakai laptop atau hape sama sekali?"
"pakai, aku membawa laptop kemana mana aku ada kelas kampus, juga aku ada hape, tapi kalau bisa aku pakai buku, kenapa harus pakai barang itu?" jawab Joana
Motheo seketika terdiam, bahkan banyak tulisan catatan yang di tulis tangan manual oleh Joana, dan cara pikir Joana mampu membuat Motheo kagum sekejap saja
"apa artinya kamu tidak memakai sosial media?" tanya Motheo
"sosial media?" tanya Joana
"emm, yaa seperti kamu menonton youtube, melihat instagram, atau.. yaa semacamnya"
"aku tidak pernah pakai, aku tau, aku juga bisa caranya, tapi aku tidak pakai"
"kenapa?"
"gak suka saja, penuh drama, aku lebih suka yang bertemu langsung bicara" jawab Joana
Joana melanjutkan membacanya juga disana masih ada Motheo yang memerhatikan Joana, Motheo merasa dirinya beda hari ini, ia merasakan ia bukan lagi Motheo yang kemarin, yang garang, ganas, pemarah
seketika ia berubah, Motheo yang gila akan rasa suka kepada seorang gadis yang terlihat biasa saja
tak selang beberapa lama, ada Ranya dari kejauhan mrmanggil Joana..
"Joana" panggil Ranya
"hei Ranya, kenapa?" sapa Joana
"kamu ada kelas"
"beberapa menit lagi"
"oh. iya sudah, kalau nanti malam aku main ke kamar asrama mu yaa"
"waah boleh boleh"
"aku lagi ada masalah jadi aku ceritakan besok pas di kamar"
"jadi kapan mau ke asrama, malam nanti atau besok?"
"besok deh, boleh kan?"
"oh iya boleh boleh, malam ini soalnya aku juga ke rumah ibu"
"ooh"
mereka mengobrol disana tapi Motheo memerhatikan Joana saja meskipun ada Ranya, sesekali saja melirik Ranya, Ranya melihat pria disamping Joana merasa tidak asing juga
ketika ia pergi, ia sambil memikirkan siapa pria itu, jika Samuel, badannya berbeda sekali disana, tapi siapa
sementara Joana yang setelah membaca beberapa menit, Joana melirik kearah Motheo yang masih saja memerhatikannya disana
"sudah, aku ada kelas, kamu masih mau ikut kah?" tanya Joana
"iya mana mungkin"
"makanya"
"tapi boleh deh nungguin" jawab Motheo lagi, bermaksud mengetes Joana
"oh yaudah ayo" jawab Joana
akhirnya Motheo ikut Joana pergi kelas tapi tidak ikut masuk, hanya ingin memastikan Joana masuk kelas dan memerhatikan Joana dari luar kelas
"kak, aku masuk ya" kata Joana
"iya, ahh oh ya, aku boleh minta nomor kamu?"
"boleh, ini" ucap Joana memberikan ponselnya karna terdapat nomor telfonnya di layar hapenya paling atas
"okeh" jawab Motheo
"mana nomor kamu?" tanya Joana
"oh ya bentar aku telfon, nah itu nomornya" kata Motheo
"iyaa aku simpan, bye kak" sapa Joana
Joana pergi masuk kelas, beberapa temannya juga, lalu disusul dosennya, tidak ada yang dalam hati Motheo yang sambil menatap Joana berkata
"aku jatuh cinta ya, ahh dunia bisa gila hanya karna aku jatuh cinta nanti" kata Motheo dalam hatinya
beberapa menit berlalu, hingga 1 jam berlalu, kelas selesai, Motheo masih disana, ia juga merasa aneh, ia orang paling tidak mau menunggu, dan sekarang ia menunggu, untuk gadis yang bersekolah
setelah semua sepi, tersisa 3 murid kelas itu, yang pastinya Joana, dan yang 2 nya adalah Akeyla dan Mercello
"yauda deh aku pergi dulu ya" kata Akeyla
"kemana loh? searah kan kita pulang?" tanya Marcello