My Name JOANA

My Name JOANA
106



"heran gue sama lo dan pak Feris ini, kenapa dah bukan terlihat kaya murid ke dosennya gitu ya" ucap Tiko


"iya Elva, coba lu bersikap lebih sopan kek, lebih baik gitu, gimana juga dia dosen Elva" jawab Sahid


"eh Sahid, kurang apa, aku bersikap baik kedia, dia aja killer, gesrek, heran ada kampus angkat dia jadi dosen"


"ya lah, dia aja anaknya pak Dipo, kamu tau itu" kata Tiko


"haduh mau anaknya siapa, dosen kok malah gila, untung dosen, kalau bukan, gue bejek bejek tuh" gerutu Elva


tapi ternyata tidak ada yang sadar jika Feris berada dikelas itu dan dikursi paling belakang


"hei" ucap salah satu temannya memberikan kode


seketika mereka bertiga menoleh kearah belakang dan kaget ada Feris disana


"pak Feris, bapak sejak kapan?" tanya Tiko bingung


"apa kamu bilang tadi, coba diulang? mau diapakan aku kalau bukan dosenmu?" tanya Feris kearah Elva


"apa pak, itu bapak salah dengar kali" jawab Elva


"tidak, aku jelas dengar, aku sejak awal disini"


"bagaimana bisa masuk kapan masuk, kita tidak ada yang sadar pak" kata Elva


"kalian saja keasikan menghujat saya"


"pak, gak begitu pak, kami minta maaf pak" kata Sahid


"sudah, kamu tidak salah, saya dengar sejak awal tadi menggerutu membenci saya hanya dia, Tiko sama Sahid, kalian tenang saja, semua kelas ini murid keluar, kecuali Elva" kata Feris


"pak, ada apa ya pak?" tanya Elva


"kamu, bersihkan seluruh ruang kelas ini, sampai bersih, pel juga lantainya, kasih pewangi ruangan, dan bersihkan seluruh nya" ucap Feris


"pak, itu kan bukan tugas saya, ada cleaning kan pak" kata Elva


"cleaning ada, mereka ada waktunya istirahat bekerja, ini jadi tugas kamu, melawan, saya suruh seluruh kelas di fakultas ini bersihkan"


"iya pak, saya kerjakan" kata Elva


"sampai saya mengajar dikelas ini nanti sore tapi kotor sedikit, batal saya mengajar"


"iyaaaa pak" teriak Elva


"hei hei, jawabnya"


"iya pak" jawab Elva lebih lembut


Feris pun pergi, karna memang ia mengajar dikelas sebelah sebelum 3 jam kemudian di kelas Elva


sebagai teman yang pengertian, Tiko dan Sahid membantu Elva membersihkan semuanya


"makanya Elva, sudah kubilang, jangan macam macam" kata Tiko


"dasar gesrek, gila, dosen killer" kata Elva menggerutu lagi


"makanya sudah tau dosen killer jangan ditantang, udah, jangan mengeluh lagi, nanti dia tau lagi" jawab Sahid


3jam kemudian, semua murid dikelas Elva sudah berdatangan, Elva meminta agar semua yang masuk menggunakan keset untuk membersihkan sepatu mereka sebelum masuk


"ehh mundur, mundur, keluar lagi, sepatu di bersihkan keset ini" kata Elva


semua menurut karna semua tau hukuman apa yang didapat Elva dari Feris, hingga semua masuk dan Feris juga masuk


Feris masuk, meletakkan bukunya di meja kelas itu, lalu melihat sekelilingnya, mencium aroma kelas memang wangi, semua tertata rapi dan bersih, melihat sekeliling lantai bersih, baru Feris memulai pekerjaan nya mengajar dikelas itu


yaa bukan sekali ini Feris melakukan itu untuk memberikan pelajaran kepada Elva yang selalu sering menjawab saja apa yang dikatakan orang lebih tua darinya


tapi bahkan setiap akan ada kelas nya, ia meminta untuk Elva membersihkan kelasnya sebelum ia masuk mengajar, sama dengan dikelas lain, Feris memerintahkan murid dikelas itu membersihkan hingga wangi kelasnya sebelum ia masuk mengajar


selalu memberikan waktu 30 menit atau setengah jam untuk murid merapikan dan membersihkan semuanya sebelum ia masuk mengajar tapi ketika dikelas lain random menyuruh siapa saja yang membersihkan yang penting kelas bersih


dikelas Elva selalu Elva yang diperintahkan membersihkan, Elva dan Tiko, Tiko jarang karna Tiko tidak sebandel Elva juga meskipun terkadang ia susah dibilangin sama dengan Elva tapi Sahid? Sahid bukan tipe orang yang sama dengan Elva dan Tiko meskipun ia dekat dengan keduanya


karna Sahid murid paling rajin dikelas itu, untuk itu mengapa kelas mengangkatnya sebagai ketua kelas nya


hari berlalu dan esoknya...


Wita akan keluar kelas duluan...


"Wita, kamu ikut kan makan siang ini?" sapa Joana


"eh iya dong Joana, nanti aku kesana, aku pergi dulu ada urusan lain"


"okeh deh, kutunggu beneran"


"iyaa"


Joana bersama Vera dan Ello pergi ke kantin lebih dulu, Wita mengatakan akan menyusulnya nanti karna ada urusan bentar


setelah sampai karna memang masih kurang 1 jam, mereka mengobrol lagi bertiga, panjang lebar tapi arahnya kembali kearah Joana dengan Elyas


"eh gimana sama kamu dan kak Elyas? kok aku gak pernah lihat dia kemari?" tanya Ello


"eh iya ya, tidak ada aku lihat dia, katanya dia menyusul kamu?" sambar Vera


"iya, menyusul"


"terus apa kabar hubungan kalian?" tanya Ello


"sudah putus, aku sama kak Elyas memutuskan hubungan"


"putus? lah kenapa? sejak kapan? kok gak cerita awal awal?"


"yaa gitu deh"


"cerita ayolah"


Joana menceritakan banyak hal tentang hubungannya dengan Elyas dan itu membuat Ello dan Vera bernapas lega


"loh, kenapa malah kalian bersyukur?" tanya Joana


"aku memang tidak suka sejak awal kamu pacaran sama dia apapun itu alasannya" jawab Ello


"bener, gak bagus dia buat kamu, putus saja baik, masih ada pria lain yang menghargai kamu lebih darinya" jawab Vera


"ehh bahas aku, kamu Vera, gimana?" tanya Joana


"aku? gimana? apanya?"


"hemm ya sama pacarmu, kamu masih kan sama Wildan?"


"oh hehe iya masih, aku gitu gitu saja lah sama Wildan, putus nyambung lagi, putus nyambung lagi"


"ahh namanya hubungan, tapi masih kan?"


"iya masih, hehe"


"bucin mereka" sambar Ello


"bucan bucin, coba deh kamu tanya Joana dia sama siapa pacaran, gila dia itu, deketin cewek itu" ucap Vera


"ohh deketin cewek itu? siapa cewek itu maksudnya Vera?"


"tuh tanya sama dia saja"


"siapa memang Ello, waah aku sudah lama sekali tidak bersama kalian sudah pada punya pacar, siapa dah Ello?"


"emm" ucap Ello bingung


"lama, gue jelasin Joana ya, dia deketin sama Puri, inget Puri kan? itu yang pernah mengaku pacarnya kak Nero"


"ahh, iya itu, ahh kalian pacaran?" tanya Joana


"belum sih, masih dekat" jawab Ello


"udah tau Puri musuhin Joana, sahabat dia, malah deketin musuhnya" kata Vera


"bukan gue ya deketin dia" jawab Ello


"iyaaa tapi dia deketin lo, lo gak mikir apa motifnya deketin lo?" tanya Vera


"motif? motif apanya?"


"yaelah, masih aja tanya, jelas sudah pasti mau ngancurin persahabatan kita lah, karna dia tau lo sahabat Joana" kata Vera