
"aku minta kalian jaga soal ini kepada siapapun ya, aku tidak mau murid lain marah kepadaku" kata Elva
"ahh Elva, kita sahabatmu, mana mungkin membuat berita buruk, kamu tenang saja" jawab Sahid
"iya, lagi pula itu kan hubungan kalian, sampai kalian yang mempublikasikan nya baru itu hak kalian, kita mah silent" kata Tiko
"makasih kalian" ucap Elva merangkul keduanya
"iyaa Elva" jawab Sahid
"eh tunggu, ada pajak harus dibayar" jawab Tiko
"ahh bener, pajak pembayaran" kata Sahid
"pajak?" tanya Elva bingung
"siap, kapan, dimana da. berapapun, ayo" jawab Feris yang paham langsung menjawabnya
apasih?" tanya Elva
"pajak jadian, traktiran yangg" ucap Feris
"oh astaga" ucap Elva
dan mereka pergi makan selepas kelas Feris hari itu...
kedua teman Elva tidak percaya masih jika sahabatnya mendapatkan hati dosennya, Feris terbilang dosen tertampan, mengalahkan Michel, karna sebelum Feris menjadi dosen, dosen tertampan di pegang teguh oleh Michel tapi semua menjadi milik Feris sejak Feris jadi dosen disana
sejak itu, setiap keluar bersama, Elva dan Feris tidak canggung jika harus didepan Tiko dan Sahid
hari berikutnya, dimana Feris mengenalkan Elva kepada teman temannya juga, ketika mereka mengadakan makan bersama dengan teman satu kelas masa kuliah dulu
"bagus kan kita jadi couple" kata Feris
"yangg, serius ajak aku?"
"iya sayang, aku serius lah, kenalin kamu sama teman temanku" kata Feris
"nanti kamu gak malu? aku jelek, kan gak cantik"
"kata siapa? kamu cantik tau, tapi meski jelek, aku tidak masalah kok, aku cinta kamu karna hati bukan wajah" kata Feris
Elva memeluk pacarnya karna terharu jawaban pacarnya itu dan mereka pergi untuk makan malam bersama, setelah kenal dan terbuka dengan teman teman Elva, sekarang untuk Feris yang membawa pacarnya
"halo bro, waduh pak dosen, sama siapa?" sapa Rozi
"biasa, ini pacar, kenalin"
"pacar lo? waduh serius? sejak kapan bro?" tanya Hanafi
"masuk hampir 9 bulan"
"waduh lahiran bentar lagi tuh" jawab teman perempuan Feris lainnya
Elva berusaha menikmati acara meskipun ia termasuk sulit dekat dengan orang asing, butuh proses buat kenal hingga ke dekat, sebenarnya sama saja baik Elva dan Feris, sama sama susah berteman apalagi dekat dengan orang asing tapi mereka mengatakan jika cinta bisa melakukan segalanya
hari berikutnya, ketika baru lepas kelas Feris, semua murid mulai keluar dari kelas mereka, tidak ada yang curiga ketika Feris keluar menunggu sepi yang keluar, karna memang Feris biasanya selalu membiarkan muridnya keluar dulu
padahal hari itu, Feris akan mengobrol dengan Elva membahas untuk beberapa hal terkait nilai Elva
ketika tersisa Elva dan Tiko, Tiko paham jika Feris menunggu sepi kelas jadi ia pergi duluan
"gue duluan deh, nyusul Sahid" kata Tiko
"bah okeh deh, kapan kita kerjakan tugas nya pak Dori?"
"lusa saja, kan minggu depan ini kumpulin nya"
"okeh"
tinggallah Elva...
"Elva" sapa Feris
"ya pak" jawab Elva
mereka jalan berdua dan mengobrol sembari jalan, membahas beberapa tentang nilai Elva dan beberapa teman Elva yang nilainya minim
saat jalan, seseorang memanggil Feris, sempat kaget karna ia pikir kan siapa gitu, atau dosen lain, kan bahaya kalau sampai tau ia berpacaran dengan muridnya sendiri
tapi saat menoleh..
"Galen?" sapa Feris kaget
"kamu mah, eh gue ada urusan ini ama kamu"
"oh ini cuma membahas soal laporan, kantor menyuruhku untuk menulis kegiatan rutin kampus kan, tapi mereka suruh aku buat mempersingkat jadi buat materi rapat, karna kemarin kita kan sempat event disini" kata Galen
"oh ya? terus? untuk perlunya apa?"
"iyaa, cuma dokumentasi saja, dirapatku nanti, aku staff yang membawa event kesini kan, soalnya semua staff nya yang membawa event harus laporan detail lokasi sekitar event"
"oh yaudah gampang, udah ketemu pak Dipo?"
"belum, makanya aku nyari nya ku dulu ini, aku gimana kan gaktau"
"ya gampang deh nanti aku bakalan bantu ketemu dan bicara sama pak Dipo"
"bener ya"
"emm"
setelah panjang lebar membuat Galen baru sadar ketika ia melihat dekat Feris ada Elva..
"eh, Elva kan?" tanya Galen
"hehe, iya kak" jawab Elva
"ada tugas sama pak Feris nya ya? aduh ganggu"
"iya, tugas percintaan" jawab Feris
seketika itu Galen kaget jawaban Feris, Elva juga, Elva langsung menepuk lengan Feris karna menahan malu, disini lah Feris menceritakan juga hubungannya dengan Elva
yaa mulai terbuka sedikit demi sedikit tentang hubungannya dengan sang pacar meskipun masih hanya kepada teman teman dekatnya saja
setelah mengobrol disama, Galen cukup ikut bahagia dan mendoakan terbaik hubungan keduanya, Galen pun pergi ke kantornya lagi
meninggalkan lagi sisi kehidupan Feris Elva, membahas Galen yuk...
Galen sibuk, yaa, ia sangat sibuk apalagi pekerjaannya benar benar padat karna ia bekerja di tempat yang tepat dimana kesibukan melanda dan uang juga lancar pemasukan
ketika waktu sibuknya ada renggang sedikit, ia baru ingat untuknya membantu Wita mencarikan pekerjaan di tempatnya itu bekerja, tapi belum ada membutuhkan staff jadi ia belum bisa membantu
ketika akan kekampus mencari Feris untuk membahas soal event nya kemarin akan ia jadikan laporan tugas kerjanya, dimana ketika waktu bersamaan, Wita ternyata juga hadir dikampus untuk urusan beberapa hal selepas ia kelulusan
"Wita" sapa Galen
"eh kak Galen"
"Wita kamu ngapain kesini? kamu kan sudah lulus kan?"
"eh iya kak, sudah, barengan nya Joana, ini kesini aku butuh beberapa hal ketemu pak Dori dan pak Dipo" kata Wita
"ahh ngapain?"
"ada kak, buat laporan tertinggal, karna pak Dori meminta penulisan tangan untuk bio lengkap yang lulus semua kan"
"oh baru kumpulin?"
"haha iya, baru, kakak apa kabar?"
"baik, kamu?"
"baik kak"
"kamu masih sama pacarmu?"
"emm sudah tidak kak, sejak lulusan itu aku putus"
"bah, kenapa?"
"tidak apa apa kak, cuma gak cocok saja sih"
"ahhh sayang"
"iya, gimana lagi, dipaksa gak bisa"
"emm betul, nyari lainnya saja"
"iya itu"
Wita juga menceritakan ia tidak dapat perlakuan baik dari pacarnya sebelumnya dimana memang tidak pernah kasar tapi mulut pria itu selalu menghina ketika melihat kekurangan Wita sedikit saja misalkan, Wita sedikit menggemuk, sudah disindir pedas jika badannya jelek, berjerawat juga disindir keras, seperti itulah mantannya dulu
mereka mengobrol disana beberapa menit, dan membahas soal kelulusan kemarin karna kan Galen terlalu sibuk pekerjaannya jadi ia tidak datang
"terus akhirnya gimana sama yang lain? Ello, Vera, Joana, Nanda" kata Galen