
mereka juga lanjutkan obrolan disana, setelah dua jam telfon yang sudah menjadi rutin mereka perharinya kecuali salah satunya sibuk, Joana duduk di samping penyekat balkon kamarnya sembari menatap kearah langit
meninggalkan Egar kembali kepada Joana lagi yaa..
*aduh bolak balik deh, yaa maklumi sajah ya guys, always happy your day... lanjoooot...
Joana yang sibuk dengan pekerjaan barunya dengan pasien baru yaitu Calvin
dihari hari berikutnya, Joana yang berusaha untuk meyakinkan dirinya akan membukakan pasung kepada Calvin
"hai Calvin, makan yuk" kata Joana
"kamu makan disini?" tanya Calvin
"ya dong, biar Calvin ada teman"
Joana menyuapi Calvin dengan perhatian, ia menyuapi, mengusap bekas makanan, memberikan minuman, karna tangan kaki Calvin di pasung
kebaikan Joana membuat Calvin merasa ia dihargai, ia mulai merasa jika Joana benar orang baik, untuk itu Calvin tidak ragu untuk menjadi orang yang terbuka apapun kepada Joana
"oh ya, Calvin, capek tidak dipasung?" tanya Joana
"capek lah Joana, aku ingin lepas dari sini, aku tidak akan menyakiti siapapun, aku kan sudah janji berkali kali kepadamu"
"iya, aku akan bantu tapi aku kan harus mengurusinya dulu, meyakinkan para dokter dulu, tapi beneran kamu janji tidak akan marah tanpa sebab?"
"iya janji"
"kalau ada masalah nanti bilangnya sama aku ya, jangan marah gak jelas tanpa sebab"
"iyaaa, kapan dibukakan?"
"ya tunggu saja ya dulu" kata Joana
akhirnya Joana benar benar meyakinkan dokter untuk melepaskan pasung kepada Calvin, Jorse memberikan hak sepenuhnya soal Calvin kepada Joana seperti yang dilakukan oleh Joana kepada Wilson dulu
"pak, jadi?" tanya Joana
"yaa, saya berikan keputusan terbaik apapun dari kamu, saya percaya sama kamu" kata Jorse
"iya kak"
"ini kuncinya"
"terimakasih kak sudah percapaya kepadaku"
"tapi peringatan Joana, berhati hatilah, karna tingkat depresi Calvin satu level diatas Wilson" jelas Shilly
"iya kak, doakan aku lancar kepada Calvin juga ya" kata Joana
Joana pun mendapatkan kunci pasungan itu, lalu Joana kembali ke ruangan pasungan Calvin, karna kuatir, Shilly menyuruh suaminya mengikuti Joana, karna Shilly tidak bisa ikut, ia ada urusan dengan pasien lainnya
Jorse mengikuti Joana, melihat apa yang dilakukan Joana dan cukup membuat Jorse terkesima dengan sikap dikeluarkan oleh Joana dimana Joana tidak langsung membukakan pasungan Calvin itu
"hai Calvin" sapa Joana
"Joana, duduk sini, aku pengen lihat dong video yang kemarin lucu lucu dihape kamu"
"oh bisa tapi nanti dulu itu, aku mau bilang dulu kabar baik" kata Joana
"apa?"
"aku sudah dapat kunci buat buka pasungmu"
"oh ya? seriusan kamu?"
"ya dong, tada.. ini ini"
"aaah Joana, iya, ayo kapan mau buka?"
"eits gak hari ini, aku tidak mau buka langsung setelah dapat ini, aku mau kamu mantapkan hatimu dulu untuk berjanji kepadaku tidak akan marah tanpa sebab"
"iyaaa aku kan sudah janji"
"gak hari ini tetap, besok baru ku bukain, malam ini tidur disini dulu semalam saja, sembari aku siapkan kamar untukmu" kata Joana
"kamu beneran ini? yaudah janji besok kan?"
"iyaa janji janji"
besok dimaksud oleh Joana dengan Calvin adalah minggu depan ya, karna Joana libur week end tiga hari dari jum'at, sabtu dan minggu
sorenya Joana pulang kembali kerumahnya, dimana ia akan pergi kerumah Motheo malam nya, karna sudah biasa kalau Joana libur kerja, itu sudah jadi hak milik siapa yang membawa nya pulang
mereka akan bebas kerjaan jaga Joana jika Joana kerumah Motheo begitu sebaliknya ketika Joana dirumah Samuel, yang akan bebas tugas ya Delvin dan Benjie
"nona, apa kamu mau mampir membeli sesuatu? atau apa?" tanya Delvin
"tidak, langsung pulang, aku capek"
"okeh baik"
dan setelah sampai di rumah Motheo, Joana masuk kamar Motheo, Motheo yang mengisap rokoknya langsung mendekati Joana tapi Joana melepaskan Motheo
"kenapa Boo?" tanya Motheo
"tunggu, aku mau mandi dulu ya"
"oh kupikir ada apa"
Joana pergi mandi, lalu ia keluar dan masuk kamar wardrobe, disana sudah disiapkan pakaian harus dipakai Joana selama dirumah Motheo seperti perjanjian mereka
sudah dipastikan Joana berpakaian seperti yang ditentukan oleh Motheo, celana street panjang, baju kaos oblong dan rambut tali satu keatas, semua serba hitam
Joana pun keluar dari kamar wardrobe dan masuk kamar Motheo, duduk disofa samping Motheo duduk dan ini adalah mangsa paling enak bagi Motheo, tanpa basa basi, Motheo menciumi leher Joana dan memeluk Joana dengan sikap manjanya
"kamu sudah makan?" tanya Joana
seketika mendengar itu, Motheo langsung menatap wajah Joana dimana Joana sibuk membaca buku miliknya disana
"kamu..." ucap Motheo
"aku hanya tanya, kamu sudah makan? jangan gak makan makan ya, nanti sakit"
"kenapa tumben bilang ini?"
"iya yang kerepotan kamu sakit itu aku, iya kalau Sam, Sam kan masih ada keluarga, kamu ya aku semua urus"
mendengar itu Motheo langsung memeluk Joana lagi makin erat dan makin manja lalu berkata
"makanan itu beli, aku gak mau kamu masak buat aku makan, daripada masak, mending kamu melayani aku diatas ranjang saja" bisik Motheo
"ditawarin makanan malah yang lain dibahas" jawab Joana
Motheo memeluk terus Joana tidak melepaskannya, Joana tidak lagi mau menolaknya
Joana menutup bukunya, ia bingung bagaimana caranya untuk mengatakan kepada Motheo soal ia akan pergi ke indonesia seperti yang Joana janjikan pada suaminya jika akan datang libur pergantian semester pertama
"Boo" ucap Joana
"ya Boo, ada apa?" tanya Joana
"emm.."
"kenapa sayang? kamu pengen sesuatu?"
"emm aku mau bilang sedikit saja, soal.. aku pengen pulang ke indonesia" kata Joana
"pulang? apa kamu bilang? tidaak ada ya" kata Motheo menatap Joana tajam
"kamu sudah janji kasih aku izin pergi ke indonesia kan?"
"berapa hari? berarti balik?"
"ya balik"
"berapa hari dulu?"
"seminggu lah"
"seminggu? bener balik? kalau sampai gak balik?"
"iyaaa tau aku apa terjadi tau tau" kata joana
"benar ya, kalau tidak balik seminggu lagi, aku akan mendatangi rumah mu diindonesia lalu menghancurkan semuanya"
"iyaaa aku ngerti"
"yaudah, boleh, tapi sama Delvin dan Benjie ikut"
"apaan? Benjie kan khusus jaga rumah, Delvin jangan ikut, aku berjanji kepadamu aku benar balik, aku tidak berani bohong kepadamu"
"benar ya, awas saja resiko besar kamu dapat berani bermacam macam denganku"
"iyaa aku ngerti kok itu"