My Name JOANA

My Name JOANA
202



tapi ketiganya kompak tidak memberitahu apa yang terjadi sebenarnya, karna mereka takut jika pernikahan Joana Egar terancam, mereka juga kompak untuk tidak di beritahu kepada Melanie, Meliana, Enggar dan Amir, benar benar hanya mereka yang tau ini


acara hari itu selesai, Egar menjalani kembali kehidupannya karna waktu terus berjalan, ketika bangun pagi, ia langsung pergi mandi, makan pagi buatan sendiri, bersiap siap dan sampai di mobilnya, ia tidak langsung pergi, ia melihat hapenya berharap Joana memberikan kabar


kisah di alami Egar beberapa hari sebelumnya yaa, beberapa hari sebelum Joana diculik dan disekap oleh Motheo dan Samuel


pagi hari, sesampainya dirumah sakit..


"pak Egar, ada yang mencari sejak pagi buta tadi sudah datang dan menunggu" kata salah satu staff administrasi rumah sakit Netra Utama itu


"siapa?" tanya Egar


"atas nama Menik Kusumawati"


"kamu bilang saya ada jadwal atau tidak?"


"saya hanya meminta beliau menunggu"


"katakan padanya hari ini jam 8, saya ada operasi pasien, dan jam 11 nya ada rapat bersama keluarga pasien, jam 2 saya ada jadwal untuk evaluasi"


"baik pak" jawab staff


staff itu menemui Menik dan mengatakan Egar sibuk, Menik akhirnya pergi..


lalu siapa Menik?


ia adalah pacar pertama Egar dan cinta pertama Egar, bahkan Menik ini juga lah gadis pertama mendapatkan ciuman pertama Egar


Egar beberapa kali menjalin hubungan dengan gadis lain setelah dengan Menik, tapi normal, tidak ciuman yang berlebihan kecuali sampai akhirnya menikahi Joana ini


beberapa hari berlalu Menik mencoba mampir ke RSNU tapi tidak juga mendapatkan Egar hingga waktu memberikannya izin untuk ia ketemu dengan Egar ketika Egar baru pulang dari salah satu kampus (bukan kampusnya) untuk mengisi jadwal seminar


ketika ia keluar dari ruang seminar di gedung kampus itu, Menik akan masuk yang akan menemui sahabatnya ternyata adalah pengurus utama kampus itu yang dulunya juga kampusnya


"Egar?" sapa Menik


"Menik?" ucap Egar


"kamu ikut seminar? oh kamu yang mengisi?" tanya Menik


"iya, kamu ngapain?"


"teman ku pengurus utama kampus ini, ini dulu kampusku juga"


"oh apa iya?"


"iya, namanya Rossa sahabat aku, dekat kok sudah lama"


"iya ya? emm"


"senang bisa ketemu kamu disini, aku tidak bisa bertemu ku beberapa hari ini di RSNU"


"memang ada apa ya?"


"apa kabar?" tanya Menik


"baik"


"kamu tidak tanya kabar ku balik?"


"kurasa baik"


"iya sih, baik, tapi tidak sebaik kamu, aku kangen sama kamu, maafkan aku ya" kata Menik


Menik akan memeluk Egar tapi Egar seketika mundur, ia menghindari kontak fisik lagi dengan Menik


"maaf" kata Egar


"Egar, aku mau menikah denganmu"


"aku tidak"


"Egar, ini kan sudah jadi impian kita, kamu masih ingat kan? aku janji akan menjadi istri paling baik"


"maaf, sejak ayah ibu kamu tanya apa kerjaanku padahal waktu itu kita hanya pacaran, sejak itu, aku tidak lagi memiliki rasa" kata Egar


"Egar, mereka sudah tidak ada"


"oh?"


"mereka sudah meninggal karna sakit, dan akhirnya aku sendirian sudah 5 tahun ini"


"oh, maaf"


"Egar" kata Menik akan menyentuh lengan Egar tapi Egar menampisnya dan berpamitan


disinilah pertemuan kembali setelah lebih 10 tahun mereka berpisah, dimana masalah putusnya mereka karna pihak orang tua Menik tidak setuju


yaa seperti dijelaskan tadi, ayah ibu Menik tidak mau anaknya berpacaran di usia masih sekolah tapi cara mereka salah memberikan pengertian itu dengan keras


sampai harus menghina Egar karna keluarganya yang biasa saja, yaa memang dibandingkan Menik, keluarga Egar tidak ada seujung kuku nya


akhirnya Menik memutuskan menuruti ayah ibunya melupakan Egar dan hidup masing masing sampai akhirnya di 10 tahun kemudian inilah mereka bertemu lagi


tak lama Rossa, teman Menik itu keluar dari ruangan yang sama dengan Egar tadi..


"iya. teman lama aku" jawab Menik


"oh ya? waah tau gitu sih ku ketemuin dari tadi"


"hemm"


"memangnya siapa dia? kok kamu mau peluk dia segala?"


"teman kok, cuma memang dekat"


"eh, dia memang cuek dari dulu?"


"gak kok, perhatian anaknya, lucu"


"lucu dari apa, kamu tau tidak, dia di cap dokter mulut beku"


"hah? apa tuh?"


"ya jarang bicara gitu, berita berita nya juga aku dengar dari anak anak yang kerja di RSNU"


"ah masak sih? gimana mungkin, dia kan dokter, kalau ketemu pasien? apa iya diam?"


"diam, beneran, diam, kata katanya dengerku sih"


Rossa menceritakan apa yang ia dengar saja tentang Egar


dimana Egar adalah seorang dokter umum dengan pasien segudang, kalau ada pasien, pasien datang nih, yang dilakukannya


tanya keluhannya,


memeriksa,


kasih hasil periksa,


kasih tulisan obat,


kasih catatan apa saja yang harus dilakukan pasien dan dilarang oleh pasien itu


benar benar diam dan beku, untuk itu ia di katakan dokter mulut beku, dan semua itu memang benar, bahkan ia memberikan materi saat seminar dengan video yang menjelaskan beberapa ya orang dalam video itu


bicara kok, tapi minim, apa yang ia ucapkan tidak pernah dengan kalimat panjang, itulah memang Egar, tapi dikeluarganya dan orang terdekatnya, ia tidak begitu lah


tapi ia bersikap mulut beku itu kepada orang yang tidak terlalu dekat dengannya apalagi tidak terlalu dekat dengan Joana, demi menjaga hatinya karna sudah beristri


merasa penasaran, akhirnya Menik mencoba meluluhkan lagi sosok itu, mencoba mendekatinya lagi berharap dekat dengannya, Egar akan lebih hangat kepada orang lain


esoknya..


"dokter Egar ada?" tanya nya saat datang ke RSNU


"ada buk, di ruangannya"


"terimakasih"


"ibuk sudah membuat janji?"


"sudah, saya disuruh tanya dimana ruangannya, itu saja" jawab nya


"okeh baik, di lantai 2 bu, jalan dari lift kekiri, lurus dan paling ujung"


"okeh"


Menik pun pergi, Menik membohongi staff itu, ia berkata sudah janjian, padahal ia tidak sama sekali kontak apapun dengan Egar


sesampainya diruangan, ia mengetuk, dan ternyata didalam, Egar bersama salah satu staff untuk membahas salah satu pasien nya


"pak kalau begitu saya permisi" kata staff itu


"okeh" jawab Egar


staff itu pergi, Egar mempersilahkan Menik masuk, karna ia tidak mungkin mengusirnya kan?


"duduklah, ada apa?" tanya Egar


"aku hanya ingin main"


"maaf aku sibuk"


"Egar. tunggu"


"ada apa?"


"ini"


Menik mengambil barang di tasnya dan mengeluarkannya dimana itu adalah celengan bersama mereka, bahkan Menik membawa buku hasil mereka memasukkan uang untuk menikah, itu memang impian mereka dimasa lalu


"apa ini?" tanya Egar


"kamu lupa apa ini?"


"apa?"