My Name JOANA

My Name JOANA
76



mereka membahas pekerjaan tugas untuk kelas malam tadi, tak lama, Marcello membahas soal pria kemarin (Elyas)


ia menanyakan apa itu benar pacar Joana dan menjelaskan jika ia tidak percaya Joana berpacaran


Joana juga menjelaskan tentang bagaimana ia bisa berpacaran dengan pria itu, dijelaskan semua oleh Joana bahkan tentang bagaimana dan siapa Elyas


"emm" jawab Akeyla


"kalian kenapa tanya ini?"


"aku penasaran saja, aku kenal kamu anak pendiam, lalu memiliki pacar, itu aneh" jawab Akeyla


"haha gak aneh kok, aku niat baik dengan dia, niat nya saja kalau berpacaran kurang baik jadi ya image nya jelek"


"iya juga sih bener itu" jawab Marcello


"kalau kalian? pasti punya pacar kan? jujur saja sama aku, kita curhat semua disini bareng bareng, kan aku sudah cerita dan terbuka" kata Joana


Akeyla dan Marcello saling melirik dan diam disana, mereka tidak memiliki pacar memang


"kita mah apa Joana, gak ada pacaran gitu, beneran, gak mikirin saja" kata Akeyla


"tapi ada dong deket deket saja?"


"ya ini, aku jujur ya, dekat sama laki laki ya hanya Marcello" kata Akeyla


"bah, memang iya?" tanya Marcello kaget


"emm, kamu kan sudah sejak awal kuliah denganku, ya kan mana ada kamu lihat aku sama pria?"


"iya sih"


"nah kamu ganti ganti"


"bukan ganti ganti, kamu salah pikiran, setiap aku jalan sama perempuan, mereka sepupuku"


"mana ada sepupu, tapi kamu pacari? oh pacaran sama sepupu?"


"dih sepupu, sungguh"


"kamu bilang tau sama aku kalau mereka pacarmu, ada 3 cewek malah"


"lah iya beneran, suwer, tiga tiganya sepupu"


"mana ada? gak ada, gak percaya"


Joana melihat percakapan mereka malah tersenyum, reflek saja karna tidak pernah Joana melihat mereka berdebat selama ia dekat dengan mereka, dan Joana menyeletuk..


"kurasa kalian berjodoh" ucap Joana


keduanya langsung terdiam dan melirik kearah Joana bersamaan


"hahah iya kan, sama tuh melihatku bareng" jawab Joana tertawa kecil


"Joanaaaa" teriak kecil Akeyla


"sungguh nih, aku serius, kalian cocok sekali"


"apasih, kita bersahabat, jangan sampai ada pecah karna ini" kata Marcello


"loh, kalau kalian berpacaran, aku tidak masalah kok bener" kata Joana


"udaaaah" jawab Akeyla


"iya Joana ih, bahasan nya apa" jawab Marcello


"kalau berjodoh, artinya aku mendapatkan tiker vvvvvvip" kata Joana meledek lagi


"Joana udah ya" jawab Akeyla


"haha siap, sudah"


hari berlalu, dimana ketika seringnya kegiatan Joana membuatnya sangat sibuk, hingga untuk melihat pesan masuk juga tidak sempat ia lihat apalagi balas


ketika sibuk urusan, pergi sana, pergi sini, kerjakan tugas, laporan dosen, ke perpustakaan. dan lainnya, waktu bersamaan Ranya datang kekelas Joana..


"hai key, cell" sapa nya


"emm, Ranya, ada apa?" tanya Akeyla


"gak ada, aku tuntas kelas, jadi main, eh Joana kemana?"


"Joana ke ruangan bu Carrabelle"


"ngapain?"


"ya biasa lah, banyak tugas ia kerjakan"


mereka duduk bertiga disana, rencananya memang mengisi waktu senggang Ranya, hingga kepada isengnya Ranya bertanya..


"menurut kalian, seperti Joana itu kira kira ada yang suka gak?" tanya Ranya


"ahh, maksudnya?" tanya Akeyla


"ya maksudnya, kalau Joana ada yang suka gak ya kalau kayak gitu? kan anaknya gak mikirin selain tugas dan kampus"


"lah, kau tidak tau memang Joana memang memiliki pacar" kata Marcello


"oh apa iya?"


"iya lah, nama nya Elyas, kemarin sih ketemu kita jadi kenalan"


Akeyla dan Marcello menceritakan apa yang dijelaskan Joana soal siapa Elyas, dari sana Ranya punya 1 berita penting untuk mengatakan kepada Samuel untuk hal itu


"emm aku pergi duluan deh ya" kata Ranya


"loh kemana?" tanya Akeyla


"ada urusan, mau pulang duluan saja, bye"


Akeyla dan Marcello mulai curiga kepada Ranya disana, karna sudah dapat informasi malah pergi begitu saja tanpa menunggu Joana


padahal sebelumnya, ia tidak akan pergi kalau belum ketemu Joana


tapi yang ada setelah Ranya pergi, ia menelfon Samuel dan mengajaknya bertemu malam itu, lalu Samuel mengiyakannya saja


malamnya.. sesampainya di tempat janjian...


"ada apa?" tanya Samuel


"aku ada berita bagus"


"oh, soal apa?"


"Joana, Joana punya pacar, kamu tau?"


"Elyas? ya aku tau, tentu aku tau"


"yaaa kamu sudah tau?"


"iya tau, kamu mau mencoba memerasku lagi?"


"tidak, aku kan melaksanakan saja tugasku, aku ada berita baru kupikir kamu belum tau"


"aku tau, sebelum kamu tau, ada lagi?"


"tidak ada"


Samuel dan Motheo sebenarnya sudah sama sama tau soal Elyas, karna Samuel ada Fabian yang memberikan penjelasan tapi Motheo memang tau sendiri soal itu


Samuel berdiri akan pergi tapi ia kembali lagi, berjalan kearah Ranya


"satu lagi, selesaikan urusan kita, jangan hubungi aku lagi, dan ingat, jangan libatkan aku dalam situasi apapun disini, karna aku sudah membayarmu dengan mahal hanya untuk informasi soal Joana" ucap nya


"tapi bos" ucap Ranya


"apa? mau memerasku? terakhir, aku kasih berapa kamu minta, sebagai tanda terimakasih saya karna kamu berteman baik dengan Joana, katakan pada saya, berapa kamu butuh" kata Samuel


"70juta" jawabnya


Samuel mengeluarkan hapenya, lalu mentransfer 70 juta


"sudah masuk, silahkan cek di atm mu" ucap Samuel


Samuel kembali membalikkan badannya ia pun pergi dan Ranya juga pergi, Samuel memutuskan semua hubungan dengan Ranya karna ia tau Motheo menyukai Joana


ia tau siapa Motheo, jika sudah berurusan dengan Motheo, jangankan hal besar, hal kecil akan tercium olehnya


untuk itu, ia takut terdeteksi oleh Motheo, itu akan berbahaya jika sampai Motheo tau apa hubungan Samuel dengan Ranya untuk mendekati Joana


esoknya, ketika Joana baru keluar dari kelasnya, Samuel datang menyapanya...


"Joana" sapanya


"kak Sam? ada apa kak?"


"gak, kamu kenapa tidak pernah buka chatku?"


"aku benar benar sibuk kak"


"emm, ini kemana lagi?"


"ini sekarang santai kak, aku hanya akan pergi ke perpustakaan"


"aku temani?"


"boleh, ayo"


mereka jalan kearah perpustakaan, lalu duduk disana bersama, Joana sibuk menulis, mengerjakan tugas dan beberapa laporan tulisan tangan


tapi yang dilakulan Samuel adalah memerhatikan Joana tengah sibuk...


"kamu tidak capek ya belajar terus?" tanya Samuel


"tidak kak, kan buat masa depan" jawab Joana


"masa depan kalau kamu bersamaku, aku tidak akan membuat mu sedikit saja merasa sedih apalagi susah" jawab Samuel pelan


"kenapa kak?" tanya Joana masih sibuk dengan bukunya


"oh tidak"


Joana kembali sibuk dengan pekerjaannya


"Joana, ini bukumu" kata penjaga perpustakaan


"oh okeh, makasih kak" jawab Joana


"oh ya, tugas kamu yang mengisi formulir untuk praktikum gimana? sudah kamu berikan dosen?"