
"kalau mereka biarkan disini" kata Samuel
Samuel menarik tangan Joana masuk rumah itu dan keempat anak buahnya menunggu didepan
saat Samuel didalam bersama Joana, Samuel menahan tangan Joana dan menatap kedua mata Joana
"aku tidak mau lagi kehilangan kamu" kata Samuel
saat Samuel mendekati wajah Joana, Joana menampisnya dan memberitahu dirinya sudah menikah
"maaf kak Sam, aku sudah menikah" kata Joana
seketika itu, Samuel terdiam, ia mematung sejenak dan menatap kearah kedua mata Joana, Joana memberikan bukti cincin yang ia pakai di jarinya, ia bahkan memberitahukan buku pernikahannya
Samuel terdiam sejenak, ia kaget atas keputusan Joana yang telah menikah, tapi bukan Samuel jika menyerah
"aku tidak masalah, aku bisa membahagiakanmu" kata Samuel
"ahh, terserah deh kak, apa mau mu, tolong hari ini aku mau istirahat, jatah libur kerjaku hanya 2 hari, besok aku kerumah bibiku"
"okeh, istirahatlah, aku akan pulang, aku rasa aku sudah tau alamatmu, jadi aku bisa kapan saja kesini" kata Samuel
"iya deh, apa sesuka mu"
Samuel benar pergi dan meninggalkan rumah Joana, Joana tidur disana mencoba melupakan segalanya yang terjadi, malamnya...
Joana ingin keluar dan melihat beberapa penjual makanan yang ada di sekitar rumah nya, ia pun keluar dan berjalan, saat diam disalah satu tempat untuk membeli makanan, ia menunggu dan selesai ia membayarnya dan akan membawa makanan itu pulang
tapi yang ada, seseorang menabraknya dan membuat makanan dan minuman baru saja ia beli jadi berantakan dan berceceran semua di tanah
tidak mungkin kan Joana ambil lagi? jadi Joana pun melirik arah gadis yang menabraknya itu yang sejak tadi meminta maaf tapi akan lari lagi
"hei, kamu kan Faren?" sapa Joana
"Joana?" ucap Faren kaget
Faren melihat beberapa orang mengejarnya sudah dekat, ia menarik Joana untuk lari dan bersembunyi
masih ingat Faren? yaa.. dia adalah pacar dari Max, Faren menjelaskan mengapa ia berlari dan ternyata ia memiliki masalah dengan Max dan Motheo
dimana Faren sudah menghina Motheo hanya karna Max memilih menjadi anak buah Motheo yang kejam itu dibandingkan dirinya
alhasil, dari sikapnya itu, Faren harus kehilangan ayah ibunya yang mati karna dibantai oleh Motheo, tersisa pamannya dan kakeknya tapi Faren tidak tau apa kabar mereka baik baik saja karna Motheo bisa saja membunuh seluruh keluarga Faren
mendengar itu, Joana naik pitam...
"aku boleh pinjam jaketmu?" tanya Joana
"jaket ini? untuk apa?"
"aku menggantikanmu untuk dikejar oleh suruhan kak Theo itu" kata Joana
"tapi bahaya Joana, mereka sudah membawa pistol dan pisau masing masing lengan, dan ada bos Theo disana" kata Faren
"sudah, sekalian semua baju mu, kita ganti di toilet itu"
mereka akhirnya bertukar baju, Faren bingung tapi itu cara dia menyelamatkan dirinya, ia bersembunyi di toilet itu karna takut keluar sementara Joana keluar
"Joana, kemana?" tanya Faren
"sudah disini, jangan keluar" kata Joana
"aku takut kamu terluka"
"tenang saja"
saat mereka mendapati ciri ciri pakaian yang tadi dipakai Faren, Motheo melihat itu, melarang anak buah nya yang lain disana, ia yang akan turun tangan, langsung menyodorkan pisau mereka masing masing kearah leher Joana tepat sisi kanan dan kiri
mereka belum sadar itu Joana..
"tidak bisa kamu lari lagi, kamu lupa berurusan dengan siapa disini?" tanya Motheo
Joana masih diam saja tidak berkutik, ia pun melirik sisi kanan kirinya, berpikir jika sedikit saja ia menoleh, bisa saja lehernya tersayat, jadilah ia hanya diam..
tapi ketika apa yang dilakukan Motheo sama dengan apa yang dilakukan Samuel, ia mencium aroma yang ia kenal begitu lekat di otaknya
seketika itu, ia juga teringat aroma tubuh ini adalah aroma tubuh Joana, dan Motheo langsung melemparkan pisaunya
"bos, ada apa?" tanya anak buahnya
Motheo berjalan kearah depan Joana dan benar saja, ia kaget langsung melemparkan pistol yang tersisa disana
"bos?" ucap anak buahnya kaget
dan ketika semua melihat Joana disana, semua ikut kaget itu benar Joana
Motheo belum percaya, ia mengusap beberapa kali wajahnya, ia juga membalikkan badan untuk membelakangi Joana dan untuk menepuk wajahnya
"salah. itu salah pasti" gerutu Motheo
"kak Theo, kenapa? kenapa kamu tidak langsung menusuk leher ku? atau menembak kepalaku?" tanya Joana
"asssh, bukan, kamu bukan Joana"
"aku Joanaaa" ucapnya
Motheo menyentuh lengan Joana, melihat dengan jelas dan meneliti, dan benar itu Joana, yaaaa Joana balik ke amerika, itu membuat Motheo begitu senang dan memeluk Joana
"kenapa tidak membunuhku hah?" teriak Joana
"jangan lah, aku kangen sumpah sama kamu Joana" kata Motheo
Joana melepaskan Motheo dan menatap nya tajam
"apa kamu akan membunuh Faren ketika dia bersamaku?" tanya Joana
"kamu mengenalnya?"
"yaa, dia sahabatku"
"sahabat?"
"jangan banyak bicara kak, aku tanya"
"tidak, aku tidak akan lagi memburu nya"
Joana menarik Faren kehadapan Motheo, Faren takut, apalagi disana beberapa anak buah Motheo langsung menyodorkan pistol mereka
"apa kamu akan membunuh?" tanya Joana
"Joana" ucap Faren ketakutan
"tidak, aku tidak menyentuh lagi Faren" kata Motheo
Motheo memberikan kode kepada seluruh anah buahnya untuk pergi balik ke markas, dan semua bubar, disini Faren melihat bagaimana Joana menyelamatkan nyawanya
Motheo memeluk kembali Joana, dan memaksa menciumnya disana, semua orang disana akhirnya menandai wajah Joana, gadis yang pertama kali mereka lihat dapat ciuman dari seorang Gengster terkejam bahkan sang ketua
Motheo membawa paksa Joana, dengan ancaman sedikit
"ikut aku" kata Motheo
"tidak, aku tidak mau, banyak pekerjaanku"
"pekerjaan apa malam begini?"
"tidak kak, kapan kapan saja"
"ikut atau-" ucap Motheo menyodorkan pistol kearah kepala Faren, Faren menjadi kaku seketika itu Joana mengiyakannya
"ahh iya iya, ayo pergi" kata Joana
Motheo dan Joana pergi, Joana memberikan nomor telfonnya diam diam kepada Faren sebelum ia pergi, dan Joana masuk kedalam mobilnya
sepanjang perjalanan pulang Faren, Faren merasa bersalah, karna Joana sudah dibawa pergi oleh Motheo, bisa saja tidak selamat
sementara Joana dan Motheo didalam mobil..
"kamu sudah hampir membunuh dua kali" kata Joana
"maaf kan aku ya" kata Motheo
Motheo menghentikan mobilnya, lalu membuka belt nya dan mendekati arah wajah Joana untuk menciumnya, dan Motheo memaksa dengan menahan ciuman itu selama satu jam, lebih lama dari Samuel
setelah selesai, Joana pun mengambil kertas dan bulpoint menuliskan persyaratan disana untuk Motheo tidak lagi mengganggu Faren dengan isi perjanjian
"saya berjanji tidak akan mengganggu kembali sedikit saja kepada Faren dan keluarga nya"