My Name JOANA

My Name JOANA
23



"apa Egar pacarmu?" tanya Feris


"Egar? dia teman kak"


"lalu Ello?"


"dia lagi, sahabat ku"


"terus soal Nero dan Elyas?"


"semua temanku kak"


diam beberapa detik lalu Feris megeluarkan buku dari tasnya, menulis beberapa perjanjian sesekali sambil menulis, ia melirik wajah Joana


setelah menulis, ia memberikan pada Joana..


"kamu tau? jika Ello tidak akan pernah menang audisi pemilihan pengganti ketua senat?" tanya Feris


"memang gitu?"


"iya, aku akan bantu agar dia menjadi pemenang tapi syaratnya ini" kata Feris


Joana membaca, dan salah satu perjanjian, Joana harus mau jadi pacar dari Feris..


"lalu jika aku menerima ini?" tanya Joana


"aku pastikan Ello pemenangnya"


Joana dengan polosnya menandatangi itu


dan mereka resmi berpacaran


tidak ada yang menyangka, jika keputusan Joana menerima Feris itu adalah sedikit pemaksaan


esok paginya, Feris telah berdiri di depan mobilnya sambil menunggu kedatangan Joana


tak lama Joana datang dan Feris mendekatinya..


"kamu sudah dateng?" sapa Joana


"iya, ayo"


"iya, oh ya sudah kenal kan sama teman ku? ini Vera sama Ello"


"Feris" sapa Feris


"Vera"


"Ello"


mereka jalan berempat..


hari berlalu, waktu tak terasa sudah mendekati pemilihan ketua senat, para kandidat sudah sibuk menyiapkan beberapa kebutuhan mereka..


saat suasana di kantin, Joana seperti biasa duduk bertiga dengan Vera dan Ello, mereka mengobrol, tak lama Egar datang ikut mengobrol, seperti biasa, Egar masih melakukan kebucinan nya pada Joana dan Joana masih menganggap itu sudah biasa karna Joana tau bukan hanya dia yang di begitukan oleh Egar, tapi juga beberapa mahasiswa lain..


melihat kedekatan Joana dengan Egar merasa tidak seperti biasa, Feris mendekati mereka, ia duduk ditengah tengah Joana dan Egar


begitu juga ketika saat masuk kelas Feris, ia meminta untuk Joana ikut masuk dan duduk mengikuti pelajarannya meskipun tidak mendengarkan dan tidak paham penjelasan, itu tak masalah


sama hal nya ketika ada jam dikelas Joana, ia juga akan masuk dan mengawasi Joana..


saat Joana masuk kelas, ia duduk dipojok paling belakang, juga Vera dan Ello saling berbisik, ia heran kenapa bisa Joana mau dengan Feris


pikiran buruk menyelimuti mereka, mengira jika ada hal aneh terjadi pada Joana, apa itu paksaan, atau guna guna..


hari berlalu, dimana saat pemilihan untuk ketua senat pengganti jabatan yang lama dimulai, setengah hari dihabiskan pemilihan itu dan yang pada akhirnya pemenangnya adalah benar Ello...


itu tentu tak lepas dari Joana yang meminta bantuan pada Feris, dan Feris yang berusaha membantu untuk kemenangan itu, sebagai ganti ia berpacaran dengan Joana


hari berlalu.. semakin dibuat cinta pada Joana, karna Joana selalu bersikap lembut sekalipun melihat Feris marah


saat santai di kantin, karna hari itu tidak ada jam di kelas Joana, dan ia tau Joana sedang pergi keluar kota bersama ayah ibu dan tantenya..


suasana kantin tidak terlalu ramai, karna sebagian ada yang mendapatkan hari libur mereka..


salah satu teman Feris duduk disampingnya, kebetulan temannya ini juga kenal dengan Egar dan lelaki yang pernah dekati Joana


"memang apa yang membuat mu menyukai Joana selain dia cantik dan pintar?" tanya Pipi


memiliki nama asli Hanafi, yang biasa dipanggil sebutan Pipi, ia adalah salah satu teman baik Feris selama sekolah disana


"kamu kali ini benar benar cinta pak bos" kata Pipi


"kamu benar, Joana gadis tipe idealku" kata Feris


dan ketika Feris tak pernah mau ditinggal sedikit pun oleh Joana, ditambah suatu ketika dimana ia merasa cemburu tentang Joana yang didekati oleh seorang lelaki bernama Egar itu


cerita kembali saat Joana dan yang lain sudah tidak lagi ada jam libur, mereka akan kembali melakukan kesibukan mereka dikampus bersama yang lain


teman Joana yaitu Wita, yang mengerjakan tugas bersama Joana, saat itu lupa mencharger ponsel milik Joana, jadi hape Joana kehabisan batre nya membuatnya tak memberi kabar pada Feris


hal itu membuat Feris kesal pastinya... ia pun mencari tau dari fakultas kedokteran, dan salah satu orang melihatnya


jika Joana bersama beberapa teman dari kelasnya ditemani beberapa teman Egar yang pastinya para lelaki


"oh aku lihat kak, dia tadi ramai ramai sih sama temannya dikelasnya itu si Wita sama ketua senat baru itu, tapi juga sama kak Egar dan teman teman Joana dari sekolah lain"


"dimana?"


"itu, taman depan perpustakaan"


karna kesal, ia pun menunggu mereka selesai dan Feris menunggu tak jauh dari sana..


ketika semua berpisah, bukan Joana yang diikuti Feris tapi teman Joana yang bernama Nandra itu merasa mendapat kesempatan


Feris menancapkan gas nya dan menabrak motor dikendarai Nandra, setelah menabrak, Feris meninggalkan Nandra dan langsung menjual mobilnya itu, dan mengganti mobil baru


"sayang, mobil baru lagi?" tanya Joana saat menyadari mobil baru kekasih nya


"iya, baru beli, lagi pengen ini"


"oh"


mendatangi polres ayah Nandra marah dengan kejadian itu, tak terima dan melaporkan kasus anaknya itu..


tapi saat pencarian, sudah tidak ada jejak dalam peristiwa itu, justru mobil itu diamankan polisi ketika didapat dari salah satu rumah warga


banyak yang menuduh termasuk polisi polisi jika pelaku nya adalah pemilik mobil itu


"pak, saya tidak tau apa apa" kata lelaki itu


"ya, tapi bukti semua mengarah" kata polisi


akhirnya, lelaki itu pun ditahan selama menunggu hasil pemeriksaan yamg berkelanjutan


Dan didalam sel, banyak kejadian yang membuat pemilik mobil itu kebingungan kenapa tiba tiba ditangkap?


selang beberapa saat, kondisi Nandra membaik dan Nandra tidak membenarkan jika bapak yang ditangkap itu adalah pelakunya karna ia tidak mengenal


terbukti tidak bersalah, polisi membebaskan pemilik mobil baru itu


begitu seterusnya yang akan dilakukan oleh Feris jika ada seorang pun mencoba mendekati kekasihnya..


suasana di kampus.. Joana sedang berada di perpustakaan, ketika Feris mencari dimana keberadaan Joana..


salah satu teman Joana menunjukkan dimana keberadaan Joana


Feris pun berjalan, lalu mendekati arah Joana


"hai kak" sapa Joana


"kamu ngapain?" tanya Feris


"tugas dari dosen sayang, hemm harus selesai sore nanti"


"oh, aku duduk temani kamu ya"


"boleh, kamu gak ada kerjaan dikelas?"


"gak ada, kosong, malem baru ada, nanti aku anter kamu pulang dulu deh sore nya ya"


"iya, oh kamu sudah makan belum?"


"belum, males makan, gak sempat juga" jawab Feris


"kenapa gak makan? makan lah" kata Joana


"tidak apa apa, malas"