
"emm oh okay" jawab Ameera
"emm Joana, kami pamit pergi juga, oh ya, makasih untuk baru saja" kata Motheo
"ahh kak, tunggu" kata Joana
"ya Joana?"
Joana berjalan mengambil flash milik Motheo dan mengembalikannya, ia takut tidak sempat untuk mengembalikannya lain hari
"ini bawa lagi" kata Joana
"oh iya, okeh, kamu hati hati saat pulang, aku berharap suatu nanti akan kembali ke amerika, dan mencariku" kata Motheo
Motheo pun pergi, tanpa menyapa Ameera dan tanpa bersikap sopan, ia menunjukkan sikap dingin nya disana, pergi meninggalkan rumah itu, saat akan masuk dalam mobilnya, ia membuka pintu mobilnya dulu, lalu menoleh kearah Joana,
Joana hanya diam disana ketika Motheo menolehnya malah ia menunduk, tapi Motheo tersenyum penuh kelegaan karna sudah mendapatkan ciuman keduanya dari Joana ketika Joana sadar, Motheo langsung masuk dan pergi dari sana
"itu bos Theo?" tanya Ameera
"iya bi"
"kamu kenal sama dia selama ini, dia benar benar tidak menyakitimu kan? kamu ingat siapa dia kan Joana?" tanyanya
"iya bi, aku tau dia ketua gengster terkejam di amerika, tapi aku tidak mendapatkan perlakuan kasar dari dia, lagi pula bibi tidak usah kuatir, bulan depan aku balik ke indonesia, jadi aku tidak akan lagi berhubungan dengan kak Theo" kata Joana
"iya sudah, yang penting bibi berharap kepadamu, jaga diri ya sayang, dimana pun kamu berada"
beberapa hari kemudian, tepat 2 minggu sebelum perginya Joana, tepat Samuel datang sebelum Joana mendatanginya untuk berpamitan..
suasana masih diruang kelas, baru saja selesai pelajaran kelas Joana..
"Joana, diam saja daritadi?" tanya Akeyla
"emm, tidak"
"kamu lahi ada masalah?" tanya Akeyla lagi
"dia kepikiran 2 minggu lagi kan, Joana, aku sangat beruntung bisa kenal kamu meskipun sebentar, makasih ya sudah mau menjadi temanku selama ini" kata Marcello
"Cello, iya, aku juga senang bisa kenal denganmu"
"Joana, kamu adalah gadis terbaik yang kukenal selama ini, aku berharap kita tidak akan pernah menjadi orang lain lagi lepas kamu balik ya, tetap kabari kami ya" kata Akeyla
"aku akan membuatkan grup untuk kita bertiga chat privasi bertiga, bagaimana?" tanya Marcello
"iya aku mau itu" jawab Joana
"aku juga setuju itu" kata Akeyla
mereka mengobrol disana membahas banyak hal pemgalaman dan kebersamaan mereka sebelum Joana benar benar akan kembali dan tidak tau kapan akan balik kesini lagi..
"itu bos Sam" kata Marcello
"oh iya, emm kurasa kami akan pergi duluan ya Joana" kata Akeyla
"kok pergi?" tanya Marcello
"ya kan ada bos Sam, udah ayo, aku yakin bos Sam tidak akan melukai Joana" bisik Akeyla
tak lama, Samuel datang, ia masuk ruangan kelas Joana dan menyapanya..
"Joana" sapa Samuel
"emm Joana, aku dan Cello pergi ya duluan, gakpapa?" tanya Akeyla
"iya gakpapa kok, makasih ya banyak cerita hari ini" kata Joana
"hehe"
tinggallah Joana dan Samuel disana..
"hai kak Sam" sapa Joana
"hai, emm sudah kelasnya?"
"sudah?"
"ini terakhir jadi aku mau pergi, eh kamu datang"
"pulang dong? makan yuk" ajaknya
"dimana?"
"diluar saja gimana"
"iya udah deh, ayo, aku belum makan memang"
Joana pun pergi, saat sampai mobil ternyata didalam mobil sudah ada 3 anak buat Samuel yang ikut juga
"hai kak, waah ikut ya?" sapa Joana
"mereka hanya mengawal kita pergi" kata Samuel
"tidak, turuti saja kataku, mereka akan mendengarkan perintahku, ayo pergi naik taksi lain" kata Samuel
"ya, aku pergi tapi mereka ikut"
"emm baiklah, biar mereka mengikuti taksi kita"
"kenapa gak masik dimobil ini, kan masih muat" kata Joana
"tidak mau aku" kata Samuel
"ya udah"
Joana dan Samuel pergi naik taksi dan ke salah satu restoran dekat kampus
sesampainya, Samuel meminta agar 3 anak buahnya yaitu Morza, Nico dan Ravansa untuk duduk di meja luar depan ruang vvip yang dipesan privat untuk Joana dan Samuel makan berdua
setelah Joana masuk..
"loh kok kamu saja kak? mana yang lainnya?" tanyanya
"yang lain diluar, disini hanya untuk kita, aku mau bicara berdua bersama kamu"
"oh"
tak lama pelayan datang mereka pun memesan, lalu mengobrol kecil sembari menunggu makanannya, baru mereka pun makan setelah pelayan menyiapkan semuanya
saat tengah makan, Samuel menghentikan makannya perlahan dan ia mendekati wajah Joana karna Joana duduk disampingnya
"Joana" sapanya
"iya kak?"
"ada yang mau aku bahas berdua, makanya aku mau kita berdua disini"
"soal apa ya kak?"
"emm... aku suka sama kamu Joana, aku menyukai mu sejak awal kita ketemu tapi aku tulus menyukaimu" kata Samuel
Joana melirik arah Samuel disana, menghentikan menguyah makanan nya
"emm kak, aku sebenarnya juga ada yang mau kubahas kok, aku mau pamitan sama kamu, 2 minggu lagi aku kembali ke indonesia" kata Joana
"ahh, kamu akan balik? kok mendadak 2 minggu?"
"sebenearnya tidak mendadak kak, tapi aku baru sempat mengatakan ini"
"emm, kamu kembali?"
"tidak tau, mungkin kembali hanya mengurus beberapa sertifikat dari kampus belum selesai, dan itu sebentar" kata Joana
"hemm"
Samuel diam disana, melanjutkan makan, Joana juga, melihat Samuel melanjutkan makannya ia pun melanjutkan makan juga
tak lama, Samuel membuka pertanyaannya
"kamu pergi kembali sama siapa?" tanya samuel
"sama ibuku"
"ibuk saja? lalu pacarmu?"
"dia sudah bukan pacarku" kata Joana
"ohh kalian putus?"
"iya, sejak aku tau dia ada hubungan sama Erisa, pacarnya kak Fabian"
"emm, oh ya, kamu tau dari mana?"
"aku tau sendiri kak"
"hem"
tak lama saat Joana meminum minumannya dengan sedotan minum, membuat Samuel merasa ingin menciumnya, ia seketika teringat tentang ia yang pernah mencium Joana, dan tak perlu lama lama saat Joana melepaskan bibirnya dari sedotan itu, Samuel langsung menyosornya
Samuel tidak membiarkan Joana teriak apalagi menolak ciumannya dan disana Joana meminta agar Samuel melepaskannya tapi setiap Joana meminta itu, Samuel mengigit bibir bagian bawahnya
dan setelah selesai menciumi bibir Joana, Samuel melepaskannya
seketika itu Joana langsung menyentuh bibirnya dengan tangannya dan ia hanya diam, memikirkan bahwa ia tidak percaya baru saja apa yang ia alami dan untuk kedua kalinya dengan 2 pria berbeda
saat melihat kearah Joana, Samuel melepaskan tangan Joana yang terus menyentuh bibir nya itu
"jangan pegang bibirmu itu terus, kau membuatku makin ingin melakukannya" kata Samuel
"kak, apa yang kamu lakukan?" tanya Joana
"maafkan aku, aku hanya reflek tadi, tidak sengaja"