My Name JOANA

My Name JOANA
138



"Aal?" sapa Joana


"Joanaa, lepasin aku, aku benci mereka, mereka akan membunuhku" kata Alisia


"siapa yang membunuh? tidak ada Aal"


"mereka semua staff, mereka benci sama aku Joana, kamu tidak lagi jarang kesini, aku tersiksa, aku cuman butuhnya sama kamu"


"yaudah, kamu diam disini beberapa hari dulu ya, karna aku mau minta izin juga kan lepasin kamu, kamu janji tidak akan membuat kemarahan?"


"tidak tapi sama kamu, tidak mau aku disapa apalagi disentuh orang lain"


"iya, makanya jangan marah marah terus, yaudah istirahat sana, aku mengerjakan pekerjaanku dulu"


"yaa"


Joana pergi dan mengurus beberapa pekerjaannya, karna kan dia memiliki pekerjaan baru harus ia mulai sebagai staff baru di Netra


hari hari berjalan dimana akhirnya Joana mampu membuat Alisia lepas dari jeratan pasung nya, dan kembali kekamarnya lagi


"nah, disini lagi deh kamu kan?" tanya Joana


"iya, waah bagus sekali kamar nya, wangi"


"ini kamar kamu sebelumnya, dan staff bersihkan, jadi bisa tidur tenang deh kamu"


"iyaa Joana"


hari demi hari dilalui, dimana 50 persen waktu kerja Joana untuk merawa Alisia, dan 50 persen lagi untuk nya bekerja dengan staff lainnya untuk membantu pasien lainnya juga


meninggalkan Joana dengan kehidupannya lagi yaa, yuk berpindah kita pembahasan kepada Sherla


Sherla dan Nandra belum berpacaran tapi keduanya menunjukkan semakin hari semakin dekat, Nandra dan Sherla sering jalan berdua keluar, makan, jalan, jajan, Nandra tau Sherla tidak bekerja, tidak memiliki uang, malah dapat jatah bulanan dari ayah ibu Joana


tapi jangan salah, Sherla memiliki pekerjaan baru sebagai penyanyi solois ya, ia kerap dipanggil dibeberapa tempat seperti cafe, ulangtahun anak SMP SMA, reuni akbar sebuah sekolah, dan lainnya untuk bernyanyi karna Sherla memiliki suara indah


suara indah dan permainan gitar yang menjadi bakatnya ini mulai di keluarkannya saat event acara Galen, dan saat semua orang mulai mengenal, dan mulai mengajaknya bergabung sekedar mengisi acara ketika di pernikahan Dimas dan Melinda


meskipun setiap lagu dibawakannya selalu berbahasa inggris karna ia belum pintar menyanyikan lagu bahasa indonesia


jadi tidak selalu meminta jatah uang dan bebani keluarga Joana tapi sudah mulai bisa mendapatkan pamasukan uangnya sendiri


tapi semua ininsiatif Nandra membayar semua yang Sherla butuhkan selama mereka jalan, baik makanan, minuman, jajanan, sepatu, baju dan lainnya juga


ketika akan janjian jalan..


"buk. ada?" sapa Nandra


"Joana? atau Sherla?"


"Joana bisa buk"


"huss" sambar Sherla


"haha bercanda, aku sama buk Tari sering candaan ya buk"


"hehe iya gakpapa" jawab Lestari


"emm buk, aku pergi sama Nandra ya" kata Sherla


"iya, jangan kesorean pulang ya"


"ya bu"


saat mereka jalan akan pergi ke mobil Nandra


"hei, kalian pacaran?" tanya Lestari


"akan bu" kata Nandra


"Nandra" ucap Sherla menepuk lengan Nandra


mereka terlalu sering memang jalan, berdua dan kemana mana untuk Nandra bisa mengajak Sherla mengerti banyak tempat diindonesia


ketika sampai di salah satu cafe, mereka duduk sambil belajar


belajar? yaa belajar, karna keduanya sama sama belajar, jadi Sherla mengajari Nandra untuk bahasa inggris tapi Sherla juga belajar dari Nandra banyak paham bahasa indonesia


hari berlalu, mereka sepakat tidak berpacar pacaran, tapi menjalin hubungan layaknya pacaran, itu semua untuk mereka tidak ada kata putus ketika ada masalah, jadi berteman, ada masalah ya diam, sampai semua dingin dan membaik baru baikan lagi, itu pikiran mereka


Elva dan Feris yang mulai terbuka hubungan mereka pertama kali kepada Joana, lanjutkan kepada Nandra dan Sherla


saat double date ketika malam minggu...


mereka berempat janjian makan diluar rumah bersama untuk double date dan itu beberapa kali mereka lakukan selagi antara keempat nya bisa datang, kalau gak bisa ya gak jadi makan bersama diluar


ketika keempatnya bisa..


"halo, sampai dimana Elva?" tanya Sherla


"aku diparkiran, kamu meja mana?"


"aku meja 44 ya, didalam"


"okeh"


tak lama Elva sampai.. mereka makan berempat dan mengobrol disana bersama, membahas banyak hal


"kalian kapan pacaran? gak ada bilang bilang deh" kata Elva


"kami belum pacaran. tidak malah" jawab Sherla


"apa iya?ah tidak mungkin"


"jelas aku serius ini"


yaa jelas tidak ada yang percaya, bagaimana dekatnya mereka tidak akan membuat orang mikir mereka sebatas teman tapi memang itu lah kenyataannya..


setelah dari makan, mereka pulang, kita berpindah pada sisi kehidupan Elva dan Feris..


dimana ketika dikelas, setiap akan ada kelas Feris, Elva semakin hari terlihat semakin bersemangat mengerjakan pekerjaan membersihkan kelasnya


yaa meskipun Feris sudah tidak lagi menyuruhnya tapi random saja, tapi Elva tidak mau pekerjaannya digantikan murid lainnya hingga itu terdengar kepada Feris


Feris datang lebih awal dari jam mengajarnya karna ingin tau apa benar semua Elva kerjakan, dan ketika melihat Elva datang lanjut membersihkan, benar saja


"yaaaangg" sapa Feris dalam kelas


"sayang?" sapa Elva kaget


"kamu lagi bersihkan? kok kamu kamu? aku bilang kan biar random aja, biar semua kebagian tugas bersihkan kelas" kata Feris


"biarin sayang, biar aku kalau jam mau kamu yang mengajar, aku terbiasa kok, ketagihan malah"


"ya ampun kenapa begitu sih kamu, aku jadi merasa salah"


"jangan dong, jangan gitu, kan aku yang mau, lagian aku menghargai kamu kok, biar nyaman mengajar"


"emm"


saat mereka berpelukan, ternyata Tiko datang lebih awal, niatnya baik, membantu sahabatnya bersihkan kelas tapi ia dapat...


"ayo Sahid" teriak Tiko


"ya bentar lah, aku parkir motor, sana duluan"


"okeh gue duluan deh, dikelas pasti udah ada Elva"


"yaa sana"


sesampainya dikelas yang ia dapatkan Elva berpelukan dengan Feris


tak lama ia berdiri dan melihat situasi itu, ia masih terdiam mematung karna speechless nya, malah di susul Sahid, Sahid ikut kaget lah, bagaimana tidak, disana seorang musuh yang tidak pernah akur malah berpelukan mesra dan bahkan Feris yang memeluk Elva dari belakang saat mengepel itu membuat mereka tidak percaya


selain karna Elva dan Feris bak tikus kucing tidak pernah akur, Feris kan dosen dan Elva murid kampus, itu terlihat bagaimana gituu ketika berpelukan


"sayang" ucap Feris kaget melepaskan pelukannya karna melihat keberadaan Tiko dan Sahid


"Tiko? Sahid?" sapa Elva kaget


"kalian?" ucap Tiko


"kami bisa jelaskan kok" jawab Elva


"yaa, disini, duduklah, aku jelaskan dulu" kata Feris


Feris pun duduk bersama kedua teman dan sahabat dekat Elva lalu menjelaskan semuanya dan kini keduanya paham dan tau hubungan Elva dengan Feris