
tapi Bono tak terima tangannya ditampis
"heh, siapa elu" bentak Bono
"gue teman dia , gue gak suka ya lu nyakiti temen gue, dia polos Bono, jangan sakiti dia" bentak Rean penuh keberanian
Bono dan tiga teman lainnya pun membuat gaduh dikelas itu, membuat beberapa guru datang lalu memanggil mereka ke bp
setelah mendapat hukuman untuk skorsing karna berkelahi sama sama berdarah
masa skors 2 hari, ternyata skorsing tak membuat Bono redam, ia juga menyerang beberapa kali tempat nongkrong Rean
dan selama keduanya di skors, Lina dan Niane menjelaskan pada Joana, Joana pun terbawa kecewanya
setelah keduanya masuk sekolah dan masa skors berakhir..
Bono yang menemui Joana meminta maaf tapi Joana tidak mendengarkannya
didalam kelas, ternyata tak hanya Bono yang Joana kecewakan tapi juga Rean
"Joana.." sapa Rean
Joana tidak menjawab
karna terus didesak, akhirnya Joana bicara
"males ngapa sih" kata Joana
"kamu kenapa?"
"gakpapa"
"bohong"
"sudah lah sana"
"kenapa dia?" bisik Rean pada Claudi
tapi Claudi juga tidak tau
"Joana" sapa Rean
"Rean, sudah lah, saya tidak sama sekali menyukai sikap mu kemaren"
"Joana maaf ya"
"tolong jangan ganggu dulu ih" jawab kesal Lina
"eh lu kenapa sih" tanya Claudi
"heh, bilangin sama dia.. jangan ganggu kita, aku akan melakukan hal yang membuatnya menangis jika berurusan dengan kita" kata Lina pada Rean mengarahkan pada Claudi maksudnya
"berani kau lakuin itu, coba saja, kenapa aku yang kena" jawab Claudi judes
"hus jangan ikutan deh Lina, diem aja" ucap Niane
"kalian kenapa sih?" tanya Claudi
"memang menyangkut sahabat tidak lebih penting dari lelaki? sampai sampai teman jadi korban" tanya Lina
"lo udah tau dia suka sama gue. eh jangan lu pikir gue baik ke dia, diem aja terus gue suka, gue pengen pergi dari Bono apa salah?"
"susah ngomong sama teman gak punya otak"
sejak saat itu, sikap baik terjalin antara Claudi dengan Lina dan Niane berubah
ya beberapa hari mereka berdiaman..
suatu hari, ketika sedang bersantai dengan ayah ibunya..
Joana bercerita banyak hal tentang teman teman nya disekolah
sedang asik membicarakan beberapa hal, tak lama seseorang datang dengan memencet bel rumah Joana
saat Melanie membuka ternyata itu Nandra
"waah Nandra, masuk" ajak Melanie
Melanie pun masuk dan memberikan kejutan pada anaknya
"siapa ma?" tanya Amir
"tebak siapa" kata Melanie
"siapa?" tanya Joana
"diaaa"
"Nanaaaan?" sapa Joana senang
mereka bertemu setelah hampir setahun tak bertemu, sudah sama sama berubah karna sudah bisa merawat tubuh masing masing..
mereka mengobrol dengan orang tua Joana juga, kedatangan Nandra akan mengundang acara ulang tahun Nandra bulan depan yang tinggal beberapa hari saja juga acara kepindahan Nandra yang akan tinggal lagi di rumah dekat rumah Joana
hari itu tiba, Joana datang, bapak ibu Joana juga datang tapi langsung disambut ayah ibu Nandra
Joana berjalan mendekati Nandra yang sedang mengobrol tentang beberapa hal dengan temannya..
"sampek pacaran tapi backstreet, dan temennya yang namanya Romi dan Raffa itu nge-geb mereka jalan berdua jadi ya tengkar deh. pas si Raffa ini bilang semua tentang elu fa didepan Romi dan adiknya, pas adiknya milih pergi karna dia sadar dia bahagia diatas penderitaan orang lain" jelas teman Nandra
tak lama salah satu teman Nandra menyadari keberadaan Joana, dan Nandra pun menyambut Joana juga mengenalkan pada teman teman nya
semua tak heran dengan pilihan Nandra, Joana begitu cantik standar mereka
malam itu, menjadi awal pertemuan Nandra yang akan memulai kembali hidupnya sebagai teman baik dari Joana..
paginya, tanpa Nandra minta dengan merengek, ayah ibunya sudah menyiapkan sekolah baru Nandra di sekolah yang sama dengan Joana
esoknya, Nandra yang melihat kearah Joana dan mengatakan jika ia akan menjadi teman satu kelas dengan Joana
"apaan kamu ini" kata Joana
"kamu bilang apaan ke aku? aku serius Joana, aku sekolah di tempatmu, sekolah dan kelas yang sama"
"kamu sering kan bercanda buat godain aku padahal juga kamu bohongi aku"
"ya biarin aja sih itu dulu, masa masih bocah ya kan"
setelah hari tiba, dimana hari pertama masuknya Nandra, Joana sudah menunggu, dan Nandra pun masuk mengenalkan dirinya
tempat duduk Claudi yang diganti oleh Niane disamping Joana, Joana meminta Niane juga kembali duduk dengan Lina saja, dan membiarkan Nandra duduk berdua dengannya
setelah perkenalan, Joana dan Nandra pun duduk sebangku, sudah seperti tak ada lagi manusia dibumi kecuali mereka berdua
Nandra melupakan semua kebersamaan nya dengan teman temannya karna merasa sudah ada Nandra tapi bukan berarti Joana bersikap sombong kepada teman lainnya, ia masih jadi Joana yang polos. .
pulang sekolah, berangkat, belajar, semua bersama, membuat keduanya sudah seperti saudara, bahkan ketika Joana pergi kerumah Nandra atau sebaliknya, mereka tidak pernah mengetuk pintu atau memencet bel tapi langsung masuk dan orangtua keduanya tak keberatan
ketika Bono tau hal itu, ia kesal..
lalu ia mendatangi kelas Joana, tak hanya itu, Bono juga menginjak injak barang semua anak dikelas itu, jika ia melihat salah satu saja barang dari kelas Joana ada didekatnya ia akan membuangnya
"apa kamu gila?" teriak teriak Lina
"aku tidak akan berharap pada Joana, lelaki bersama nya tiap hari jauh diatas aku standart nya" kata Bono
"bagus, harusnya kamu tidak mendekati Joana" kata Lina
beberapa hari berlalu, kedekatan Joana dengan Nandra makin erat, itu membuat Dimas tau
"kamu sering datang bersama teman mu, apa dia pacarmu?"
"bukan, dia teman ku pak, sejak awal aku belum sekolah"
beberapa hari berlalu, Bono dikabarkan dekat dengan seorang temannya, tapi emosinya terus memuncak karna selalu teringat pada Joana
dan dia juga sering membentak dengan ekspresi kesal beberapa teman perempuan di sekelasnya pun sering dibully nya makin parah
dua hari kemudian
"Joana" sapa Nandra
"hai"
"kamu pacaran sama Bono itu?"
"enggak lah, dia dekati Claudi"
Nandrq terus bertanya beberapa lelaki yang terlihat seperti menyukai Joana, mulai dari Rean bahkan Dimas..
yaa semua diketahui oleh Nandra..
beberapa hari berlalu kembali, ketika Joana dan Nandra datang pagi itu
Joana mengenalkan Nandra pada Dimas, tak lama Dimas menanyakan apa ada hubungan spesial dengan Joana
"apa kamu pacar Joana?" tanya Dimas
"bukan pak, saya teman dia sejak kecil, sejak dia buta" kata Nandra
"Joana buta?" tanya Dimas
Nandra yang berpikir Dimas tau, ternyata tak tau, ia pun menjelaskan, tapi tak sepenuhnya percaya