
ya persahabatan mereka benar tulus, tidak melihat tentang status jabatan pekerjaan atau usia, yang penting nyaman, karna memang harusnya begitu dalam bersahabat kan, bukan tentang harta, tahta, wajah tapi kenyamanan
"aku sudah pesan makanan untuk malam nanti" kata Lerry
"apa yang kamu pesan pak"
malamnya, mereka makan bersama, yaa meskipun tidak masak masak seperti orang orang lainnya yang bakar bakaran bersama baru pesta makan, mereka memutuskan membeli online makanan lalu menyiapkan untuk makan bersama
setengah makan, mereka yang menyalakan televisi sejak tadi tapi ditinggal makan, melihat berita masuk dari salah satu acara televisi yang mereka putar disana
berita itu tentang pembahasan percintaan didunia nyata antara selebriti dan selebriti lainnya yang sama sama dalam kisah cinta segitiga
dan melihat itu, membuat seketika Lerry membahas soal ia pernah bertemu pria yang menanyakan hubungan Elyas, Joana dan Erisa
"ehh, aku baru ingat lihat berita ini, soal kisah segitiga, kamu kan mengalami ya" kata Lerry kepada Elyas
"emm lalu?" tanya Elyas
"gimana sih kok akhirnya kamu pilih Erisa?"
"ya karna kan sudah kubilang, Joana tidak lagi menerimaku, lagi pula aku juga tidak bisa melanjutkan hubungan itu dengan Joana, Joana dan aku memutuskan berteman" kata Elyas
"eh bicara Joana, aku baru ingat, beberapa hari lalu aku bertemu pria, dia menanyakan soal Joana, katanya teman Joana (Fabian)" kata Halburt
"oh ya? siapa?"
"aku lupa tanya namanya tapi dia menjelaskan dia kenal dengan Joana dan menanyakan hubungan Joana dengan kamu, juga menanyakan apa kehadiranmu kesini kembali bersama Joana atau tidak" kata Halburt
"ahh, siapa ya?"
"emm aku juga, tepat seminggu lalu, eh 5 harian seh, ada juga yanh temui aku mengaku teman Joana juga (Motheo) bahkan sama dia tanya sama aku tentang hubungan kalian" jelas Lerry
"siapa ya? kok aku gak tau?"
"apa jangan jangan sama orangnya? kamu gimana ciri cirinya?" tanya Halburt
"ciri ciri dia, gak begitu tinggi sih, tapi gagah, cuma aku sempat lihat dia serba hitam saja, tetutup semua" kata Lerry
"kalau aku hanya ingat dia yang betanya itu memakai celana jeans pendek dengan sepatu hitam" jawab Halburt
keduanya menjelaskan ciri ciri dimana yang keduanya mengarah kepada Motheo atas penjelasan Lerry dan kepada salah satu anak buah Samuel atas penjelasan Halburt
kembali lagi Elyas me-relate kembali dengan penjelasan Erisa tentang bagaimana Joana yang berhubungan dekat dengan Motheo dan Samuel
"kalian curiga tidak kalau kedua pria itu adalah Sam dan Theo?" tanya Elyas
"wooh, bos Sam mafia itu? sama bos Theo gangster itu kah?" tanya Halburt
"iya, sama kan ciri cirinya? iya deh aku yakin itu mereka" kata Elyas
"hei mana mungkin, lalu apa hubungannya dengan Joana?" tanya Lerry
Elyas menjelaskan semuanya kepada kedua sahabatnya tentang Joana dengan hubungan Motheo dan Samuel, itu membuat semuanya kaget, yaa jelas, kedua nya merasa Joana sepolos polosnya gadis lalu dekat dengan Motheo dan Samuel
"ahh tidak akan panjang umur"
itu dipikiran keduanya baik Lerry atau Halburt
sejak hari itu, ketiga nya selalu menghawatirkan untuk Joana jika sampai kembali ke amerika, jelas terlihat jauh lebih bahaya nya
hari berlalu, dihari dimana kedatangan Elva ke amerika, Elva sebenarnya pergi ke untuk liburan bersama Feris, Feris mendapatkan jatah libur beberapa hari dari tugas mengajarnya dan akan pergi ke amerika
Elva ikut tapi Elva tidak memberitahu siapapun disana termasuk kepada Feris dan Elyas, dan hari keberangkatanpun tiba, Elva tidak mengabari Elyas takutnya ia jika Elyas menyusulnya langsung, jadi ia pergi mencari resort dulu
setiba nya di amerika, mereka memesan 2 kamar berbeda, karna kamar tersisa hanya 1 jadi mereka memutuskan mengambil saja
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" sapa staff resort
"setelah di cek, kosong resort untuk kamar sisa 1 pak, apa jadi diambil?"
Feris mengatakan kepada Elva yang disampingnya sejak tadi memerhatikannya mengobrol dengan staff resort
"gimana? tinggal satu ini kamarnya" kata Feris
"memang gak ada lagi apa?"
"gak ada, hanya satu, mau tidak?"
"yaudah deh ya mau, daripada nyari lagi, aku capek"
"yaudah"
Feris kembali bicara dengan staff resort dan mereka mendapatkan kamar itu, mereka jalan diantarkan staff pria bertugas pengantaran
sesampainya dikamarnya..
"silahkan pak masuk" sapa staff
"ya pak, makasih" jawab Feris
"ada apa apa bisa hubungi melalui telfon tersedia untuk layanan kami" kata staff
"iya pak"
setelah mendapatkan kamar, Elva melihat kanan kiri dan melihat seluruh kamar itu, kamar yang sangat indah, dan ia duduk di ranjang tidur yang cukup luas
"ini pasti mahal ya" kata Elva
"gak kok, lamu jangan pikirin ini, udah istirahat lah"
"emm"
dari siang sampai ke amerika dan diam di resort membuat Elva lupa mengabari kakaknya, ia asik menikmati banyak sunmguhan keindahan resort itu
malamnya, ia akan pergi tidur, saat ia mulai memejam kan mata, tapi ia tidak bisa tidur, ia pun melihat kearah langit langit kamarnya dan mengingat wajah Feris
seketika ia pun menoleh kearah Feris yang tidur di sofa, ia pun turun dan melihat wajah Feris saat tidur disana
"kamu perna jadi pria paling aku benci, tapi kamu sekarang menjadi pria satu satunya yang bisa mengerti aku, makasih atas cintamu selama ini, aku bahagia" kata Elva pelan
Elva membantu Feris pindah ke ranjang tidur saja, dengan susah payah ia memindahkannya karna cukup berat untuk ia mengangkat beban badan Feris
setelah diatas ranjang, lalu Elva memakaikan selimut kepada Feris lalu ia pergi duduk disofa sambil menatap ke arah Feris
"jangan kamu yang tidur sini, biar aku, kamu yang membayar semua ini, aku tidak mungkin enak enak tidur di atas ranjak itu" ucap Elva pelan
dan Elva mulai tidur disana...
tapi tengah malam, Feris terbangun...
terbangun karna ia merasa tidurnya cukup luas padahal di sofa, dan benar saja saat bangun ia pun melihat dirinya ada diranjang tidur malah Elva di sofa
"astaga anak ini masih saja keras" gerutu Feris
Feris turun dari ranjangnya lalu mendekati Elva, mengangkat tubuh Elva dan saat mengangkat, ia malah tidak sengaja menginjak sendal membuatnya terpeleset dan terjatuh, menjatuhkan badan Elva juga
sontak Elva teriak tapi ia langsung menutupi lagi mulutnya
"ah kamu sih, kenapa kamu membantingku sih sayang?" tanya Elva
"aduh sakit, kaki aku tergelincir sepertinya, kok sakit"