My Name JOANA

My Name JOANA
173



"makanya" jawab Egar


"hemm.. yaudah deh pamit ya Egar" ucap Fero


"iyaa dokter Fero, eh Aal, makasih sudah main"


"iya Egar, byebye" jawab Alisia


sejak inilah, dimana golnya Melki tidak lagi mendekati Egar, ia tau ternyata perlawanannya cukup berat untuk mendapatkan seorang Egar, bukan hanya dari segi kerasnya Egar mempertahankan hatinya, tapi dari beberapa orang sekitar Egar juga cukup keras pertahankan hubungan Egar dan Joana


hari bebas lagi Egar tidak ada yang menganggu, ia pun bisa kerja dengan tenang


ketika sebulan berjalan, Egar pun mulai terasa sepi, ia menginap dirumah nya saja, saat malam ia telfon dengan istrinya dan menahan rindunya


untuk kali ini, video calling sudah cara paling dekat menyapa Joana dengan langsung menatap wajahnya


mereka mengobrol bersama, dan Joana mengatakan jika tidak ada halangan, lepas gajian kedua Joana, bisa pulang ke indonesia untuk temu kangen dengan suami dan keluarganya


balik kecerita dimana Joana menjalani pekerjaannya sebagai pengurus dari Wilson


kegiatan nya bersama Wilson seperti hari hari sebelumnya, dimana, setiap jam 6 pagi, jalan pagi rutin selama 1 jam, ia menemani Wilson untuk jalan sekeliling rumah sakit, sembari Joana bercerita tentang cerita lucu dan seru


"kamu sering ya nonton acara lucu?" tanya Wilson


"ahh? kenapa?"


"kenapa pembahasanmu lucu?"


"hehe iya juga ya"


setelah dirasa cukup, baru Joana mengajaknya makan pagi rutin setiap jam 7 pagi, jadi rutin makan ditetapkan oleh Joana untuk perkembangan Wilson lebih baik lagi dari sebelumnya


karna semua urusan kesehatan kuncinya dari rutinitas mereka terutama soal makanan, karna Joana melihat dulu sebelum ia datang, jam makan Wilson tidak beraturan karna suster atau dokter kewalahan sikap Wilson


"kamu kalau makan harus ya setiap jam ditentukan?" tanya Wilson


"iya lah, semua hal diurutkan dengan kegiatan, makanya kenapa aku kasih kamu perjanjian ini" kata Joana


hingga masuk istirahat 3 jam hingga jam 10 siang..


disinilah, Walton bisa menyapa Wilson meskipun oleh Wilson masih saja tidak direspon apapun


"kenapa diam pak?" tanya Joana


"capek dokter, sama kamu saja dia bisa jawab, sama aku dia diam" jawab Walton


"sudah penting kamu bicara sama dia, seperti dia perlu kamu terus bicara meskipun tidak didengar, kamu harus sabar" kata Joana


ketika sudah mulai down kondisi adiknya, benar saja ketika setiap hari sebelum sebelumnya meskipun bicara tapi oleh Wilson tidak direspon, kali ini, Wlison meresponnya


"apa kabar anak anak itu?" tanya Wilson


"Wilson?" ucap Walton kaget


Walton melirik arah Joana dan Joana tersenyum memberikan kode juga untuk mulai percakapan lagi


dan Walton mulai bisa sedikit demi sedikit menceritakan, tentang anak anaknya yang dulu sempat dekat dengan Wilson


meskipun harus bicara dengan adiknya setiap kali adiknya tidak tau tapi dengan sabar Walton menjelaskan sedikit demi sedikit untuk adiknya lebih paham


hingga waktu menunjukkan jam untuk Wilson berjemur siang hari panas matahari hingga jam 12 dari jam 11


untuk apa?


membunuh kuman, bakteri, virus yang ada ditubuh Wilson, matahari itu menyehatkan untuk tubuh, terutama matahari setengah siang


"kenapa panas panasan sih?" ucap Wilson


"biar sehat, kan matahari sehat buat tubuh" kata Joana


sambil mengobrol, Joana sambil menjelaskan beberapa hal manfaat matahari kepada Wilson agar Wilson paham


tiba waktu makan siang rutin setiap jam 1 siang, dimana bahkan untuk menambahkan mood Wilson, Joana ikut makan bersama Wilson


"Joana, apa kamu tidak geli makan sama aku?" tanya Wilson


"kenapa kamu memangnya?" tanya Joana


"kan aku hanya pasien disini"


selesai makan, istirahat dulu, menurunkan makanan agar menjadi tenaga, baru olah raga rutin dari jam 2 siang hingga jam 3 siang


"ayo, sudah ganti baju?" sapa Joana


"Joana, kalau aku capek, berhenti loh"


"iya Wilson ayo"


selepas semuanya, mereka istirahat, dan masuk jam bebas, terserah mau apa dari jam 3 hingga 6 sore


sebenarnya Joana sudah sampai disini kegiatannya dengan Wilson, ia harus pulang karna jam kerjanya berakhir tapi ia memutuskan lanjutkan kegiatan untuk pengawasan saja


terlihat usaha nya mulai ada titik temu antara Walton dan Wilson bisa jauh lebih dekat, Joana tersenyum melihat mereka berdua


"Joana" sapa Westly


"hai, Westly?" sapa Joana


"aku gak nyangka sama kinerja kamu" kata Westly


"ah apa sih, sudah lah"


"hebat kamu loh, disaat semua angkat tangan kepada Wilson, kamu bisa tanpa suntik dan obat penenang"


"semua usaha kan dari diri sendiri bukan? kalau Wilson tidak mau, dia tidak akan maju, bagaimana buat dia mau? sogokan saja, dan sedikit penekanan"


Joana tidak ragu untuk membagikan cara dan triknya kepada siapapun termasuk Westly, bagaimana cara menaklukan setiap pasien pasien yang ditanganinya


masuk jam belajar bersama dokter selama 1 jam, dimana secara bergantian, beberapa dokter dan suster disana memberikan pelajaran, yaa layaknya anak sekolah lah


hitung hitungan, cocokan warna, gambar, tulis, dan lainnya, itu permintaan dari Joana, yang bahkan di setujui langsung oleh Jorse dan Shilly apapun yang di minta oleh Joana demi pasien mereka


karna sejauh ini kan hanya Joana yang bisa melakukan apapun yang dimengerti oleh Wilson


masuk jam makan malam rutin jam 7 malam, Joana masuk, membawa bekal yang ia bawa tadi untuk makan bersama Wilson dan Walton


"Joana? kamu tidak pulang?" tanya Wilson


"iya, aku pengen lihat kamu, kegiatan setelah aku pulang"


"oh, sini sini, duduk disamping aku"


"iyaa"


Joana makan bersama dengan Wilson dan Walton disana, Wilson dan Joana mengobrol


"kamu sudah aku anggap adik ku sendiri ya Joana" kata Wilson


"oh ya? waaaah seriusly?"


"ya dong, aku dari dulu ingin punya adik perempuan, tapi gak keturunan"


"kan ada aku, keturutan dong jadinya"


"hehe bener"


selama mengobrol dengan adiknya, Walton tidak berhenti memerhatikan Joana, Joana yang sangat dekat dengan adiknya, membuat Walton takut, adiknya sembuh akan menyukai Joana


tapi sedikit lega ketika Walton tau Joana sudah menikah jadi setidaknya, nanti adiknya sembuh, Joana dan adiknya tidak akan bisa bersatu


dan masuk jam tidur tidak lebih dari jam 8, permintaan Joana itu, agar memiliki tidur yang berkualitas, jadi Joana memastikan Wilson sampai tidur


setelah dipastikan terlelap, Joana sudah akan bersiap pergi kembali kerumahnya, Walton mengejarnya dan menawarinya antarkan pulang


"Joana, aku antar pulang" kata Walton


"aku bisa jalan pulang sendiri"


"iya tapi ini sudah malam, biar saya antar"


"apa tidak merepotkanmu?"


"tidak, ayo sudah, saya malah berterimakasih atas jasamu, adikku lebih baik"


merekapun pergi..