
"pa makasih ya sudah mau memberikan solusi aku, setidaknya papa mendengarkan ku" kata Feris
"pasti, namanya anak, papa akan selalu memberikan jalan penyelesaian masalah mu" kata Dipo
"maafkan aku ya pa, aku selalu keras, aku bersikap kasar"
"sudah lah, wajar kok, kamu kan anak pria, dan berkeinginan keras, itu wajar"
"pa, emm.. aku janji akan menerima mama tiri itu" kata Feris
"serius?" tanya Dipo
"iya, aku akan menerima dia, selama papa menerima Elva" kata Feris
yaa meskipun ada syaratnya, untuk Dipo menerima Elva, yang penting Dipo bisa membuat anaknya dan istri nya itu menjadi satu keutuhan keluarga
beruntuk dari Feris kepada ayahnya untuk ungkapan berterima kasih atas ketulusan Dipo selama ini untuknya, ia juga meminta maaf atas sikap nya yang terbilang keras dan ia berjanji jika akan menerima ibu tirinya sebagai ibu kandung meskipun usia ibu tiri Feris dibawa usia Feris bahkan
setelah mengurus kepada Dipo, Dipo sebagai ayah untuk Feris jelas akan membantu Feris dalam urusannya, dan setelah pembahasan selesai, Feris keluar dari rumah Dipo untuk membawa Elva pergi ke apartemen
"yaudah, hari ini kamu tidur diapartemen" kata Feris
"tapi aku sepertinya ingin kerumah kak Joana lagi, aku ingin menceritakan ini" kata Elva
"oh, ya bisa, yaudah aku antar"
mereka pun menuju kerumah Joana, untuk mengabari keputusan yang sudah mereka dapatkan
sementara Joana, yang sudah melihat Elva dan Feris mulai bisa memikirkan jalan terang untuk masalah mereka dimana keduanya berpamitan untuk menemui Dipo, karna keluarga yang ada hanya keluarga dari Feris, urusan keluarga Elva hanya tersisa Elyas dan itu akan jadi tanggung jawab untuk Joana yang berjanji akan membantu Elva menjelaskan kepada kakak satu satunya dari Elva itu
Joana bersiap akan memberitahu Egar, ia berencana memasak, membawakan makanan, dan mengirimnya langsung ke RSNU tempat Egar dinas
setelah semua selesai, ia bersiap siap, lalu mencari taksi dan sesampainya di rumah sakit itu, ia masuk, menyapa staff admin depan
"dokter Egar ada diruangannya?" tanya Joana
"apa sudah membuat janji? biar saya tulis dulu atas nama siapa ya bu? biar saya data"
"Joana" kata Joana
"oh, apa istrinya dokter Egar ya?"
"iya saya istrinya"
"biar saya telfonkan dulu ya bu, takut tidak ada diruangannya"
"iyaa"
Joana menunggu staff menelfon Egar, Egar ada di ruangannya, staff memberitahu kepada Joana dan menawarkan diantarkan tapi Joana tidak mau, ia bisa pergi sendiri karna tau dimana ruangan kerja suaminya
"ada bu, diruangannya, apa mau saya antar?" sapa staff
"oh tidak, saya bisa pergi sendiri, terimakasih" jawab Joana
Joana pergi keruangan Egar, ia berjalan kearah lift dan keluar di lantai tempat ruangan kerja Egar, saat keluar ia berpapasan dengan Melki, masih ingat Melki?
dokter yang pernah mengejar Egar, pernah suka kepada Egar beberapa tahun lalu sebelum akhirnya melupakan Egar
sebelumnya Melki dan Joana sudah saling kenal, karna kebetulan waktu itu kepala RSNU menyapa Joana dan mengenalkan kepada beberapa dokter inti di rumah sakit termasuk Melki ini
"hai, dokter Melki ya?" sapa Joana
"ohh, iya? emm istrinya dokter Egar ya?" tanya Melki
"iyaa, kebetulan ketemu, lagi sibuk apa?"
"baru selesai penyuluhan saja, kamu katanya di amerika, sudah datang lagi ya?"
"iya, ini sudah dua mingguan"
"ahh"
"aku pergi ke Egar dulu ya"
"iya kak"
Joana pergi, Melki dibuat kembali terkesima, tak hanya wajahnya yang cantik, style yang sopan, ramah, tapi ettitude nya juga sangat bagus
Joana mengetuk pintu ruangan kerja Egar..
"masuk" ucap Egar dari dalam ruangannya
"hai" sapa Joana
"Moy? kok kamu?"
"lah kan aku emang, tadi apa staff admin tidak bilang atas nama Joana?"
"oh astaga iya ya? aduh lupa, banyak banget sayang kerjaanku, aku harus selesaikan hari ini"
"jangan ah, kasihan kamu"
"udah lah aku bantu saja, ini makan siang mu, sini komputermu"
"beneran sayang?"
"iyaa"
Joana duduk di kursi kerja Egar mengerjakan beberapa kerjaan laporan, Joana juga sudah paham soal tugas dan laporan kerjaan suaminya sementara Egar makan siang
"kamu sudah ini makan?" tanya Egar
"sudah, aku tadi kesini makan dulu, itu untukmu saja"
"emm, oh ya? kamu ada apa tumben kesini?"
"oh iya, aku rencana kesini mau bilang kalau aku mau kasih tau kamu soal Elva"
"Elva? ada apa dia?"
Joana menjelaskan jika Elva sudah bertemu Feris, juga akan pergi ke rumah Dipo, dan mengurus semuanya, sedikit lega Egar mendengarnya
setelah makan, Egar kembali mengambil alih kerjaannya, dan menyelesaikan beberapa sisanya
"wooh, sayang kamu hampir selesai ini kerjaan?" tanya Egar
"iya"
"waaah, keren sih, kamu kok bisa kerjainnya? ini kan kedokteran umum"
"aku sempat mempelajari materi ini, aku di amerika belajar kok untuk kedokteran umum, yaa walaupun gak kuliah"
selesai pekerjaan Egar, karna Egar ada kelas kuliah, jadi Joana mengantarkan Egar kekampus, tapi karna Egar membawa mobil, jadi Egar antarkan dulu Joana kerumah
sesampainya dirumah...
"jangan lupa Ayu" kata Joana
"iya Moy, aku pergi ya" ucap Egar
"bye, hati hati Poy"
"bye Moy, iya sayang"
Egar pergi kekampusnya, lalu mengikuti kegiatan kelasnya selama dua jam, baru keluar sudah ada Rahayu didepan kelasnya
"hai kak Egar, kak Joana sudah bilang kekamu?" tanya Rahayu
"oh iya, yaudah mau kemana dulu?"
"kerumah ya kak, aku ganti baju lah, gak enak ketemu kak Joana, baju udah bau kecut ini"
"haha iya udah ayo kuantar"
"yaa ayo"
mereka pergi, Egar berjanji mengantarkan Rahayu, bukan atas permintaan Rahayu atau keinginan Egar, tapi atas permintaan dari Joana
sesampainya..
"ini rumahmu?" tanya Egar
"iya kak, ayo masuk"
mereka masuk dari gerbang kecil didepan rumah itu, betapa sederhana nya rumah Rahayu, siapa yang menyangka jika penampilan Rahayu berbeda dengan kondisi rumahnya
yaa.. semua orang menyangka jika Rahayu adalah gadis cukup tajir, karna penampilannya jika Rahayu stylish, model gaya pakaian juga terbilang terkini lah, modis modis tapi rumahnya malah sesederhana itu
"berapa orang tinggal disini Ayu?" tanya Egar
"kenapa kak? jelek ya rumah aku?" tanya Rahayu
"ehh gak gitu maksudku, aku tanya berapa keluarga dirumah ini"
"aku sama ayah ibuku"
"oh kamu anak tunggal?"
"iya kan aku pernah bilang, kita sama sama anak tunggal kan?" tanya Rahayu
"oh iya ya, terus aku boleh tidak jujur?" tanya Egar
"apa ya kak? kok serius amat?"
"jujur ya, kamu penampilanmu begini, baju baju mu bagus, terus tas mu, sepatu mu, semua keren"