My Name JOANA

My Name JOANA
256



bahkan saat berbicara juga Egar selayaknya mengobrol dengan penuh hati dan kelembutan dan itu adalah pencarian sosok lelaki idaman untuk banyak wanita didunia


jadi bisa paham kan apa alasan Joana jauh mencintai suaminya tanpa bisa digantikan oleh seorang Motheo atau Samuel sekaligus


penasaran dengan ucapan anak buahnya itu, esoknya ketika pagi hari, sepagi mungkin Motheo mematai rumah Joana dengan sedirinya tanpa menyuruh Delvin atau siapapun


ia memata-matai rumah Joana, tidak memakai jubah hitam, tapi memakai serba hitam saja, cukup jauh, agar memastikan tidak ada yang melihat keberadaannya


tak lama.. pria keluar dari rumah Joana, menyapu dari dalam keluar rumah


lanjut menyapu halaman rumah, bahkan mengumpulkan sampah dan menata nya didepan gerbang rumah Joana agar pembersih sampah mudah mengambilnya


tapi tak lama, Joana keluar dan memeluk Egar dari belakang ketika Egar merapikan kursi diluar rumah itu


"Moy, kamu kok bangun? pakai baju tidur keluar lagi" kata Egar


"habisan kamu lama banget gak balik baliknya"


"ya kan aku bersih bersih dulu"


"iyaa"


Joana masih memeluk manja suaminya itu dan masuk kedalam rumah lagi, Motheo melihat itu semua merasa geram, karna bagaimana bisa Joana bersikap 180 derajat sangat berbeda sikap antara kepada suami aslinya dan kepada Motheo


Motheo nekad mendekati arah pintu kaca dekat rumah Joana dan memerhatikan Joana yang masih bermanja-manjaan di sofa ruang tamu rumah itu


berpelukan, saling melempar senyuman paling manis dari keduanya, inilah sikap dari pasangan suami istri yang sesungguhnya, tapi tak lama Joana bisa mencium aroma keberadaan Motheo


ia pun menoleh kearah kaca jendela rumahnya tapi Motheo lebih cepat bersembunyi dari tatapan pandangan Joana


Motheo diam perlahan pergi kembali kepersembunyiannya agar Joana tidak mendapatinya, Joana keluar mencari keberadaan Motheo tapi ia tidak menemukan siapapun diluar rumah itu


"kamu cari apa keluar sih Moy?" tanya Egar


"emm, tidak, aku lihat kucing sepertinya, mungkin lewat"


"oh"


mereka masuk lagi, dan Motheo masih disana, malam nya, sekaligus malam terakhir untuk Egar sebelum kembali ke indonesia


Motheo nekadkan dirinya lagi untuk diam diam masuk rumah Joana, ia tidak peduli jika nanti ketahuan oleh Joana atau suaminya


Motheo masuk, lalu melihat kearah Joana yang sedang tidur berdua dengan Egar bahkan masih berpelukan dalam tidur mereka


Motheo menatap kearah wajah Egar dan memerhatikanya


"yaa memang sangat tampan dia, tapi aku tidak membiarkan dia merebut istriku meskipun dia lebih berhak dibandingkan aku" ucap Motheo dalam hatinya


Joana yang sedang tidur, disentuh pipinya oleh Motheo dan tersenyum smirk juga sambil mengatakan pada hatinya


"kamu milikku, akan tetap jadi milikku" ucap Motheo


seketika itu, Joana terbangun, karna ia merasakan aroma tubuh Motheo semakin menyengat dan benar saja, beruntung Joana bisa menahan teriakannya keluar karna kaget melihat Motheo sudah memerhatikan wajahnya dengan sangat dekat


Joana turun perlahan dan menarik Motheo keluar, bak alam merestui, dimana biasanya Egar terbangun ketika Joana bangun, kali ini Egar malah masih tidur


"kamu kok disini? jangan gila dong, nanti suamiku tau" kata Joana dengan nada pelan


Motheo tanpa basa basi mencium bibir Joana hingga keleher, Joana tidak bisa teriak dan ia hanya diam saja menerima gigitan Motheo pada lehernya


"sakit" ucap Joana dengan sangat pelan


tapi ucapan Joana itu malah membuat Motheo geli, membuat Motheo malah makin turun dan mencium bagian dada atas Joana, ia juga makin keras menggigit dadanya Joana hingga merah bekas gigitannya lagi dan lagi Joana hanya bisa diam


Motheo pun melepaskan gigitannya, menatap kembali wajah Joana


"kau sudah membuatku cemburu dengan sikapmu kepada pria itu, kau kuhukum setelah dia pulang" kata Motheo


Motheo pun pergi, Joana menutup kembali baju tidurnya yang bekas ciuman dan gigitan dari Motheo agar tidak ketahuan oleh Egar


"Moy? malam malam? dari toilet?" tanya Egar


"Poy? emm iya, bentar kok, sana tidur lagi"


"iya ayo"


"iyaa"


mereka tidur lagi, hingga paginya..


seperti biasa, Egar bangun lebih awal tapi Joana sejak bangun semalam tidak bisa lagi tidur, ia terlalu takut jika Egar tiba tiba membuka bajunya dan tau ada bekas gigitan Motheo di dadanya


"Poy" sapa Joana


"Moy? kok bangun?"


"iyaa, aku mau bantuin kamu beresin rumah hari ini ya, kamu mau perjalanan, jangan capek capek"


"iya Moy"


Joana ikut turun, dan membersihkan rumah bersama suaminya dan mereka duduk di depan televisi, Joana dan Egar pun masak lalu makan bersama seperti biasa


setelah makan..


"aku mau taruh dulu piring kotornya" kata Joana


"iya Moy"


Joana pun kearah dapur, tapi ia menuju kamarnya dan mengambil obatnya, karna sudah masuk jam sepuluh, gakpapa masih terlambat satu jam, batas maksimal kan tiga jam terlambat dari jam rutinnya


Joana tetap meminum itu bahkan juga harus diam diam dari Egar sekalipun tapi karna dikamarnya tidak ada air minum terpaksa Joana kembali keluar kamarnya dan kedapur


Joana tidak tau jika Egar menghampiri nya karna kuatir membiarkan Joana mencuci piring sendirian, dan beruntungnya Joana sudah menelan obatnya


"kamu minum apa itu?" tanya Egar


"Poy? astaga kaget aku, untuk tidak tersedak"


"iya maaf Moy, habisan aku lihat kamu seperti meminum obat"


"obat? ah kamu ada ada saja, obat apa sih Poy? aku minum biasa, cuma memang agak dongak karna tenggorokan lagi gak enak"


"oh kupikir ada apa kamu minum dongak"


beruntung saja, Egar tidak curiga, tapi bak alam menyatukan perasaan keduanya dimana Joana hampir ketahuan atas konsumsinya terhadap obat KB, siangnya saat Egar sudah beresin semua barangnya untuk pulang ke indonesia, ia mengusap kakinya yang sakit bekas operasi


Egar selalu memakai celana kain panjang, celana levis panjang, semua serba panjang agar menutupi bekas operasi dikedua kaki nya agar Joana tidak kuatir


saat ia mengusap kakinya, ia menutup celananya tepat ketika Joana baru masuk, Joana baru masuk sebenarnya sekilas melihat ada seperti bekas operasi dikaki suaminya tapi ia tidak terlalu memerhatikan karna ia melihat benar benar sekilas


"Poy? kakimu kenapa?" tanya Joana


"oh? kenapa? ada apa?"


"enggak, aku lihat putih gitu"


"inituh"


seketika inilah Egar tau jawaban apa mengalihkan pembicaraan itu


"ehmm Moooy, kan memang aku putih anaknya, puritan dari kamu, kok lucu" jawab Egar


"haha iya juga ya"


mereka berusaha menyembunyikan beberapa hal yang tidak harus pasangan mereka tau, bukan soal kebohongan tapi soal menjaga perasaan untuk hubungan