
Egar tau pasti bingung memilih, karna kan kedua duanya menginginkan pengantin balik kerumah mereka tapi tidak bisa memutuskan jadi Egar memilih langsung pulang ke rumah baru nya saja
"haha iya, jadi kami udah keputusan pulang langsung kerumah Egar ma" jawab Joana
"oh ya kalau begitu kami ikut kalian pulang" jawab Meliana
"ahh bener itu, mama juga pengen lah semalam dulu tinggal sama pengantin" kata Melanie
"maa" ucap Joana
"maa" bisik Egar
"udah pa, ayo masuk, kita kerumah Egar" kata Meliana
"yaudah ayo" jawab Egar
"maa, cuma kamar utama yang lengkap isinya loh, kamar laimnya hanya ada ranjang saja" kata Egar
"iya gak masalah, mama bisa buat suruh bibi (art) datang antarkan selimut dan bantal" jawab Meliana
"kita?" tanya Amir kepada Melanie
"ya ikut Joana lah pa, ayo" kata Melanie
"ma, pa, kan kita masih malam pertama ini" kata Joana
"astaga nak, justru itu kami ikut karna malam pertama" jawab Amir keceplosan
"paa, emm maksudnya biar kami bisa jaga stay gitu, tapi kami gak ganggu kok, janji deh Joana, Egar" kata Melanie
dan yang ada malah orang tua mereka masing masing ingin ikut apapun alasan Joana Egar, keempat orang tua yang resmi jadi keluarga itu tetap menjawab alasan mereka tetap ingin ikut
alhasil Egar dan Joana menurutinya saja...
acara selesai, tamu yang datang mulai berpamitan satu persatu dan meninggalkan tempat, menyisahkan beberapa keluarga dan orang terdekat saja untuk menyelesaikan urusan dan membawa beberapa barang mereka disana untuk pulang
Joana dan Egar adalah pernikahan terbilang paling singkat dibandingkan hubungan pacaran teman teman yang lainnya karna semua teman Joana dan Egar masih dalam fase berpacaran belum memikirkan kepada pernikahan
tapi itu hubungan pertemanan dan persahabatan keduanya jauh lebih lama dibandingkan hubungan semua teman teman mereka
"bibi, minta antar supir, bawakan saya bantal, guling, selimut juga sprey, sama baju saya dan bapak, sekalian handuk" kata Meliana
"baik bu" jawab art nya
"oh ya, Sherla sama Alisia pulang sama buk Tari ya, kami menginap dirumah Egar ini langsung" kata Melanie
"oh iya ma" jawab Sherla
setelah acara selesai, Joana langsung pulang kerumah baru yang akan mereka tempati, yaa.. Egar memang sudah memulai membangun rumah, sudah finishing bahkan, sisa memasukkan barang
Joana dan Egar masuk kamar mereka, baru juga masuk, Joana melihat kamar itu, ia lihat sekelilingnya
"Egar, nanti disini ditaruh buat lemari tanam saja gimana?" ucap Joana tanpa jawaban dari Egar
"emm disini bagus buat kaca cermin satu badan kan, jadi disini kan meja rias nya, lah samping ini kaca cerminnya" jelas Joana lagi tanpa jawaban dari Egar
tapi masih saja Joana mengatakan apa saja yang perlu di tambah dan dirubah dari kamar pribadinya..
Joana adalah gadis yang pengatur, bukan pada pasangan, tapi pada apa yang ia miliki, terutama kamar, ia harus membuat kamar sangat nyaman di lihatnya agar bisa menjadi pengantar tidur paling nyaman
"kamu setuju kan, sama semua pendapatku Egar?" tanya Joana
saat terus mengoceh, Joana merasa tidak ada jawaban, ia membalikkan badan dan seketika teriak keras karna kaget
"Egaaaaar" teriak Joana kaget
yap, bagaimana tidak kaget, Egar tiba tiba saja ada dibelakang badan Joana dengan wajahnya yang tepat berada di depan wajah Joana persis
seketika mendengar anaknya teriak, Melanie kaget tapi Amir langsung menarik tangan istrinya dan membawanya masuk kamar
"pa, itu kenapa sama Joana" kata Melanie
"mama, ih, jangan lah, mama ikut menginap sudah bikin susah, mereka pasti lagi main, jangan ganggu ah"
"main?"
"emm, udah diem, jangan ganggu dah" kata Amir
"oh okeh"
"pa, suaranya" kata Meliana
"udah ma biarin, ayo kita masuk, tidur" kata Enggar
"iya, kasihan mereka biar bersenang senang"
"haha iya"
sementara Joana dan Egar..
"Egaaar kenapa dekat sekali ih" teriak Joana kesal
"kamu banyak bicaranya, ayo naik" kata Egar
"naik?"
"atas ranjang" ucap Egar memukul ranjang tidurnya
"tunggu, iya bentar lagi, tapi dari tadi aku bicara kamu dengar tidak?"
"dengan sayangku cintaku"
"apa?"
"lemari tanam, hiasan dinding, kamar mandi dalam, meja rias dan cermin satu badan disamping meja"
"kamu setuju kan?"
"setuju, apapun kamu lakukan, aku tau kamu melakukan bukan untuk merusaknya, ini semua jadi milikmu sekarang, termasuk aku" ucap Egar menarik tangan Joana
"emm, anuh, ini ganti dulu baju"
"gak bisa, ayoo" ucap Egar langsung mengangkat tubuh Joana dan membantingnya di ranjang
yap, ini adalah salah satu keinginan Egar untuk bisa bermain dengan memakai baju pengantin, cukup aneh, tapi masih banyak lagi kok diluar sana yang aneh
akhirnya keduanya melakukan hubungan itu pertama kalinya, sama sama yang pertama kalinya, dan keduanya tidak ada yang mereka tutupi sekarang
*sensor dulu kali ya*
setelah selesai melakukannya...
mereka merebahkan badan berdua diatas ranjang sambil melihat kearah langit kamar itu
Egar mengangkat kepala Joana untuk tidur di tangannya, Joana pun memeluk Egar, dan keduanya pun tidur...
paginya, tidak ada yang bangun lebih awal, tapi keduanya sama sama bangun di jam 4 pagi, karna kebiasaan keduanya juga
dimana jam teratur untuk tidur mereka yaitu jam 9 malam dan bangun jam 4 pagi, dan itu wajib untuk tidur, melihat sibuknya setiap hari mereka dengan pekerjaan masing masing apalagi jika ada ada pasien yang harus ditangani intens membuat mereka malah tidak tidur
pagi hari, hari pertama resmi menjadi suami istri..
mereka menyiapkan semuanya hari itu untuk pergi bekerja masing masing
yap, mereka sepakat sejak awal rencana pernikahan, akan menunda honeymoon setelah menikah karna pekerjaan masing masing yang tidak bisa mereka tinggalkan
kegiatan baru mereka adalah membuat makan pagi bersama juga menyiapkan bekal bersama
"Joana, ini sudah kumasukkan bekal kita, apa kurang?" tanya Egar
"segitu tidak kok"
"terus kenapa kamu masih masak?"
"sini bawa piring sisa makanan bekal itu, aku masak bareng ini, kumasukkan jadi satu sekalian deh" kata Joana
"yaa"
"ini sekalian bikin makan pagi buat mama papa semua"
"ohh, coba sini aku yang gorengnya"
Joana dan Egar sama sama pintar masak, pashion didapur tidak diragukan, tapi mereka lebih memilih menjadi pekerja keras diluar yang menghasilkan uang daripada mengerjakan pekerjaan rumah
mereka makan bersama untuk sarapan pagi itu sebelum mandi dan mereka membahas soal pekerjaan rumah nantinya, karna tidak mungkin mereka bekerja diluar dan didalam rumah, tidak ada waktu istirahat nanti