My Name JOANA

My Name JOANA
257



agar pasangan tidak kecewa dengan alasan yang diberikan atas hal tersebut


waktu berlalu, dimana waktu sorenya, Joana mengantarkan Egar pergi ke bandara, sesampainya..


"hati hati ya Poy sayang" kata Joana


"iya, kmu jaga diri, jangan nakal loh"


"iya lah Poy, kamu juga jangan nakal"


"siap ibu negara"


"hih dasar"


"oh ya, aku kan jadi ambil kuliah, perliburan pergantian tahun ajaran barunya, aku pergi kesini ya rutin selama aku kuliah" kata Egar


"serius? waah iya iya, aku setuju, aku tunggu"


"iyaa"


Egar mencium kening Joana lalu berjalan meninggalkan Joana dan menuju pesawatnya, dan pesawat pun terbang membawa Egar pergi


Joana bahkan masih di bandara itu sampai bandara dikatakan akan menutup di jam sembilan malam, Joana baru beranjak dan pulang kerumahnya


sesampainya ia tidur, bangun pagi, dan bersihkan rumah sendiri, terasa sudah sepi, baru kemarin Egar masih disampingnya


selesai semua urusan kerjaan rumahnya, Joana duduk santai depan televisi, ia menyalakan televisi dan malas menggantinya lagi jadi memutar berita tentang gosip beberapa aktor yang sama sekali ia tidak tertarik melihatnya tapi tetap ia putar


Joana teringat mengabari Motheo, tapi ia membatalkan dan mengembalikan hapenya, ia berpikir ulang, terakhir ucapan Motheo kepadanya atas ancaman hukuman


seperti sudah paham hukuman apa didapatkan Joana nanti jika Motheo datang jadi Joana membiarkan tanpa mengabari Motheo


hingga malamnya, Joana bersiap akan tidur, tapi ia tidak tau jika Motheo datang mengendap endap, lalu masuk kamar atas dan memeluk Joana dari belakang


"lepasin" ucap Joana mendorong Motheo


"aduh, kok kasar kamu dorong aku?" tanya Motheo


"kamu sudah mandi belum masuk kesini?"


"sudah, coba ini cium aromaku, sudah loh dibawa aku mandi"


"oh ya bagus"


Motheo mengambil ikat rambut Joana dimeja rias Joana dikamar itu, Joana melirik kearah Motheo


"mau melakukan apa kamu dengan tali rambutku?" tanya Joana heran


Motheo hanya diam, ia men-duduk-kan Joana di atas kasur itu lalu meng-ikat rambut Joana dengan ikat rambut dipegangnya, Joana pikir memang hanya meng-ikat-kan rambut


tapi ternyata setelah rambut ter-ikat malah Motheo menarik ikatan rambut itu dengan keras sampai membust Joana kesakitan


"aduuuh, ini sakit, kepalaku pusing Boo, sakit ini" kata Joana


"jangan pikir aku sudah lupa atas apa yang pernah aku katakan soal aku akan menghukummu" kata Motheo


"iya tapi jangan kasar dong, sakit loooh" teriak Joana


Motheo tidak mempedulikan ucapan itu, ia menarik paksa Joana dan menindih tubuhnya lalu mencekik leher Joana dan mulai menciumi leher hingga dada Joana dengan paksa


"jangan ya, please aku mohon sekali saja dengarkan aku" ucap Joana


Motheo masih tidak mempedulikan Joana, Joana berusaha lepas, ia meronta ronta, tapi Motheo tetap melakukan apa yang ia inginkan, mulai membuka baju tidur yang dipakai Joana lalu membuka semuanya tanpa tersisa


dan itu pun dilakukannya terus berkali kali tanpa berhenti, full non stop 2 jam, sampai membuat Joana tergeletak lemas


setelah tidur beberapa menit saja karna hampir kehabisan napas, Joana melepaskan tangan Motheo perlahan dan akan turun


"kemana?" tanya Motheo


"aku ketoilet ih" ucap Joana


"yaudah, cepat balik, kalau kelamaan, aku akan menghajarmu lagi" jawah Motheo melepaskan nya


Joana membuka selimutnya tapi ada bercak merah pada sprey tidurnya, Joana turun dari kasurnya tapi bagian alat kelaminnya sangat sakit dan berdarah, itu membuatnya terjatuh kelantai


ditoilet juga untuk buang air kecil perihnya minta ampun sampai Joana harus menangis menahan sakit, jadi bayangkan dua jam bermain tanpa berhenti dengan permainan kasar Motheo


Joana selesai, ia keluar dari toilet lalu duduk dan bersender di tembok samping toilet itu, menarik napas perlahan dan menghirupnya untuk memulihkan napasnya


"astaga Tuhan" ucap Joana pelan ketika melihat Motheo bangun


Motheo malah terbangun karna memang Joana cukup lama ke toilet padahal Joana jalan sampai ke pintu toilet saja lamaaanya dan ia juga baru keluar dari toilet


Motheo bangun dari tidurnya, Joana kaget dan takut, ia menghindar dengan menyeret tubuhnya menghindari Motheo


"sudah kubilang jangan lama, kenapa lama?" tanya Motheo


"sumpah ya, sakit, aku turun dari kasur ke toilet lama, ini baru keluar" jelas Joana


tapi Motheo tidak peduli, ia menarik Joana dan mengangkat tubuh Joana mendorongnya di atas ranjang untuk melakukannya lagi, dan dua jam lagi melakukan itu, Joana hanya pasrah


Joana pun tidur setelah permainan dengan pelukan dari Motheo, dan ketika bangun pagi, Joana malas turun, karna ia takut ia sakit lagi jadi ia hanya diam


menatap wajah Motheo yang tidur disampingnya sembari memeluknya itu, Joana tidak habis pikir lagi apa yang dirasakan Motheo untuknya sampai setega ini


saat Motheo mulai bangun, Joana memejamkan matanya berpura pura tidur, Motheo pun tersenyum menatap wajah Joana dan mencium bibir Joana


"sampai aku atau kamu mati, aku tidak akan pernah melepaskanmu" bisik Motheo ditelinga Joana


Motheo kira Joana tidur padahal Joana mendengar semua ucapan Motheo ditelinganya meskipun cukup pelan tapi kan Motheo mengucapkannya di telinga, Motheo pun kembali memeluk Joana dari belakang dan kembali tidur pagi itu


beberapa menit tidur, hape Motheo berdering telfon masuk, ia mengambil hapenya di laci samping tidurnya lalu melihat telfon anak buah nya dan mengangkatnya


"halo? kenapa?" tanya Motheo


"ini bos, ada dilokasi baru saja kukirim ada masalah sama pihak management"


"oh, berulah? kapan urusan itu?"


"kemarin, makanya pagi ini saya kabari bos"


"butuh saya datang sepertinya, yaudah saya siap siap"


"dijemput bos?"


"tidak, saya dirumah istri saya, saya datang kesana saja"


"siap bos"


Motheo mematikan telfonnya, lalu melirik kearah Joana yang tidur di kasur yang sama itu, Motheo mengambil hape Joana di laci samping kasur tidur Joana


ia menelfon Benjie dari hape Joana agar Benjie tau ia bersama Joana, Motheo menyuruh Benjie untuk masuk kerja


"halo? nona?" sapa Benjie


"Benjie? ini Theo"


"oh bos Theo? ada apa ya bos?"


"kamu aktif hari ini ya"


"hari ini bos? kalau siangan gimana bos?"


"berapa jam?"


"tiga jam bos"


"okeh, cepat kesini, saya dirumah Joana tapi saya harus pergi, urusan Joana sudah apa kataku"


"okeh bos, siap"


"kabari teman kau dari Sam juga, Albern itu, aktif kerja mulai hari ini"


"siap"


setelah menutup telfon lalu mengembalikan hape Joana lagi di laci