
Joana penasaran jadi ia memutuskan jalan menjemput suaminya sebelun jam 5 karna cek out suaminya jam 4.50 jadi sebelum jam segitu ya harus sudah datang
setelah sampai dirumah sakit Netra Utama, Joana menyapa beberapa staff disana dimana juga banyak ia kenal karna masih satu kampus dengan Joana
juga beberapa yang luar kampus jadi kenal karna Joana adalah istri dari kepala dokter umum di rumah sakit itu yaitu Egar
saat Joana masuk dan menyapa suaminya
"Poy"
"Moy, kok kesini, naik apa?"
"jalan"
"kok jalan? kan bisa naik taksi"
"males, kamu kerjakan deh kerjaan nya"
"kamu ada apa?"
"gak ada, pengen kesini"
"tunggu ya Moy"
"iya iyaa"
setelah Egar selesai, Joana pun pergi bersama suaminya dan pulang, sesampainya dirumah, mereka melakukan kegiatan seperti biasanya
hari hari berlalu, Joana berpikir, apa ia akan membatalkan saja kontrak kerjanya pergi ke amerika, ia akan mempromosikan Vera atau Ello atau Nanda bahkan Wita, karna ia tidak tega meninggalkan Egar sendirian
bagaimana sikap manjanya pria itu kepadanya sejak awal pernikahan mereka
"Moy, kenapa lihatin aku?" tanya Egar
"emm, enggak, aku kepikiran kamu Poy, kalau aku tinggal pergi tugas luar negri, apa kamu disini sendirian?"
"iya lah, sama siapa? buk Tari biar kusuruh pulang saja, aku pulang kerumah Paeng sama Malia"
"terus dirumah ini?"
"aku tapi jarang pulang, sesekali saja buat bersihkan, atau sekedar tidur siang kan bisa"
Joana memeluk kembali Egar, Egar kaget dengan sikap ini, karna Joana tidak pernah memeluknya lebih dulu apalagi cukup erat
"Moy, kamu gakpapa kan Moy?" tanya Egar
"gak, aku cuma pengen peluk kamu" jawab Joana
"aduh tapi ini keras sekali, sakit Moy"
"sakit?"
"tidak sih, kamu aneh"
"ya gakpapa, kamu kan suamiku"
Egar memeluk balik Joana dan mereka menikmati hari berduaan, setiap hari lebih banyak waktu berduaan dengan Joana padahal sebentar lagi akan ditinggalkan dan entah sampai kapan Joana balik lagi, mungkin tidak akan pernah bisa kembali
hari berjalan terlalu cepat, Joana sudah akan pergi ke bandara, diantarkan suaminya saja ia pergi ke bandara
setelah sampai..
"sayang, jaga diri disana, ingat kata Pamir, Paeng, jaga diri" kata Egar
"iya Poy, kamu lah juga, kamu juga butuh jaga diri disini, jangan centil, kamu itu sudah beristri, awas aja main main diluar ya"
"duh istriku, aku digertak saja sudah takut, jangan sayang ya, aku cinta sama kamu, mana ada cewek lain bisa gantikan kamu" kata Egar
"haha iya udah"
teringat mereka, Egar menelfon video calling kepada Melanie dan Amir untuk memberi tahu jika Joana sudah dibandara tinggal pergi
"maaa, pa, ini Joana sudah mau pergi" kata Egar
"naaak?" sapa Melanie
"iya maa, paa, pamit juga sekalian ya" ucap Joana
"iya, maaf ya papa sama mama gak bisa antarkan kamu kebandara, kan ada Egar" kata Amir
"iya pa, gakpapa kok pa, ma, Joana bisa jaga diri kok, cuma Joana minta titip Egar ya pa" kata Joana
"iya sayang pasti" jawab Amir
"iya sudah, love u sayang" ucap keduanya
setelah menutup telfon untuk kedua orang tua Joana, Egar menelfon juga kedua orang tua nya yaitu Meliana dan Enggar
"halo ma, pa, ini Joana mau pergi, pamitan dulu" kata Egar
"ya ma, pamitan sekalian Joana ya ma, pa"
"iyaa, hati hati, jaga diri, jangan lupa dikabari orang orang disini" kata Enggar
"iya pa, oh pa, Joana titip Egar ya pa"
"ya. papa jagain dia"
"makasih pa, yaudah pa, ma, Joana pamit"
"iya sayang, love u" ucap Meliana
setelah menutup telfonnya...
"Moy, kenapa kamu bilang gitu?" tanya Egar
"apa?"
"titip aku"
"kan biar dijagain sama mereka, aku kuatir kamu nyeleneh"
"gak sayangku, aku cinta nya sudah sama kamu saja, sumpah sampai mati"
"hehe iya udah, aku pamit Poy sayang"
"iya, love u sayang"
"love u to"
terdengar suara panggilan pesawat akan terbang, Joana pun pergi, dan naik ke pesawatnya..
sebenarnya itu adalah terakhir dimana Joana menginjakkan kakinya di tanah air indonesia, karna ia akan selama nya menjadi warga negara amerika karna kelakuan 2 manusia terkejam disana
penasaran? hehe, yuk lanjut baca..
setelah perjalanan panjang, sampai lah dibandara yang ada di amerika, Joana mencari keberadaan Westly, karna mereka sudah janjian ketemu di bandara itu untuk Westly mengantatkan Joana ke rumah dinasnya
setelah bertemu, keduanya pun saling menyapa dan mereka pun pergi
"Joana" teriak Westly
"hai, ayo" ajak Joana
"are you ready?" tanya Westly
"iam ready" jawab Joana
mereka jalan kearah luar bandara, dan disinilah Joana menghirup udara amerika kembali, setelah lebih setahun ia meninggalkan amerika
Joana masuk mobil taksi itu bersama Westly dan duduk di dalam mobil sembari melihat sekitar pinggiran jalanan, ia berpikir disana, ia tidak mau pergi sebenarnya, apalagi balik ke amerika, dimana sebelumnya ia berpikir tidak akan pergi saja
tidak ada hal lain dalam pikiran Joana selain memikirkan Egar, cukup berat meninggalkan Egar meskipun ia tau Egar setia
tak sadar, Joana sembari memegangi cincin pernikahannya dengan Egar, membuat Westly mengerti arti dari sikap Joana itu
"kamu masih memikirkan suamimu ya?" tanya Westly
"hemm, iyaa begitu lah" kata Joana
"aku paham kok situasi kalian, karna aku pernah ldr dengan pacarku, dan kurasa bukan hal mudah"
"makasih Westly kamu sudah mengerti situasiku, aku harap kamu mau terus menjadi teman baik untukku"
"pastinya"
supir taksi yang mobilnya dipakai oleh Joana, melirik kearah Joana dari spion dalam mobil, ia tidak percaya masih, jika gadis penumpangnya itu terlihat polos, lugu, sepertinya masih anak sekolahan tapi ternyata memiliki suami
semakin kaget ketika Westly membahas soal pangkat yang dimiliki Joana dan suaminya, supir kaget karna ternyata gadis itu juga adalah seorang dokter
"terus kamu sama suami kamu bukannya sama sama dokter kan?" tanya Westly
"iya, bedanya, aku dokter jiwa, suami dokter umum"
"ahh, kalian berarti dari kuliah sampai kerja bersama?"
"betul, hanya beda kelas, dulunya kami berteman, tapi jadi menikah, hehe"
"asik loh, menikah sama teman sendiri jadi gak perlu jelasin kekurangan kita, dia sudah paham, gak butuh kelebihan kita, dia menerima, apalagi sama sama dokter, kamu dokter, dia dokter" jawab Westly
"yaa begitu lah"
setelah sampai di rumah sakit yang sudah ditentukan pertemuan pertama kali Joana dengan Jorse selaku pemilik rumah sakit JorShy
saat sampai, mereka turun, berjalan menuju ruangan kerja pemilik rumah sakit