My Name JOANA

My Name JOANA
229



Samuel keluar memberitahu kepala anak buahnya untuk mencari semua keberadaan dia pria berjubah itu, sementara Motheo mendekati Joana dan menyentuh kepala Joana sambil mengusapnya


"kenapa kamu tidak ikut mereka?" tanya Motheo


"aku tidak kenal siapa mereka" jawab Joana


"ya kan bukannya itu kesempatan mu pergi dari kami?"


"iya kalau mereka memang niat melepaskanku? kalau sama dengan kalian? kalau lebih kejam?"


"terus intinya kenapa kamu diam memilih bersama kami?"


"ahh tidak tau kak, aku pusing"


"Joana" kata Motheo


Motheo menahan tubuh Joana untuk tetap menatap wajahnya dan kedua matanya, ia menanyakan dengan sangat serius dari sorotan tatapannya pada Joana


"jujur katakan, antara aku dan Sam, siapa yang kamu lebih sukai?" tanya Motheo


"aku bersuami, jelas aku tidak menyukai satupun pria diluar termasuk kalian berdua kecuali hanya suamiku"


mendengar itu, Motheo geram, tapi ia masih bertahan untuk diam, ia sudah punya rencana buruk mendapatkan Joana selama nya


hari berlalu, Max dan Fabian sudah mulai membaik, bekas robekan juga sudah dapat penanganan, mereka tidak juga terlalu melebihkan rasa sakitnya untuk di ekspresikan


"kak, gimana tangannya?" tanya Joana melihat tangan Fabian


"gak papa kok Joana, ini tidak ada seberapa" kata Fabian


"ini memang harus ditutup ya? boleh tidak aku lihat? aku bantu ganti perbannya deh setelah aku lihat" kata Joana


"hemm ehem" ucap Max


"emm Joana, Max kan lebih parah di lehernya loh" jawab Fabian


"hemm, iya, tapi bukannya itu pantas dia dapat?" jawab Joana


"apa kamu bilang?" tanya Max


"apa? kenapa?" salah kah aku? coba jawab saja aku" kata Joana


Joana merasa berani karna ada Fabian disana, setidaknya Fabian akan membantunya dan menjaga nya dari sikap Max, padahal disini Max tidak perlu menutupi apapun tentang dirinya kepada Joana didepan Fabian karna Fabian sudah tau semua


Max menyentuh lengan Joana dan meremasnya dengan kasar sembari menatap wajah Joana dengan membelalak


"apa kamu bilang? berani nya mengatakan itu?" kata Max


"aduh kak, sakit ih, kak Fabian sakit tanganku" ucap Joana


"jangan pikir Fabian akan membantumu ya, dia tau semua tentang aku, jadi aku tidak perlu jaga sikap depan dia"


"kak, auuh sakit loh"


"Max, jangan lah, kasihan ini" kata Fabian


Joana berhasil melepaskan tangan Max lalu ia berjalan dibelakang Fabian meminta perlindungan


"Bian? tolong pergi dulu" kata Max


"Max jangan, kalau kamu kasar, aku tidak terima" jawab Fabian


"Biaaan, ayo" ucap Max


"Max cukup Max, dia cukup tersakiti oleh bos kita" jawab Fabian


beruntung Nico datang yang bertugas membeli makanan untuk Joana, jadi Max menahan amarahnya, lalu Joana menarik lengan Nico agar menemaninya pergi ke kamarnya


"ada apa Joana?" tanya Nico kaget


"diam disini, jangan kemana mana, sampai kak Theo atau kak Sam datang" kata Joana


"lah ada apa?"


"udah diem aja kak Nico, nurut lah kan itu disuruh sama bosmu untuk menurutiku"


"okeh iya iya"


hari berlalu, dimana ketika Joana membaca sebuah buku tentang hal yang sama dengan ia alami, ia membaca gadis yang berusaha kabur dari pacarnya yang mengekangnya dengan cara melarikan diri saat berada di ke-ramai-an, dan Joana pun memiliki ide, ia meminta agar Samuel dan Motheo mengajaknya untuk jalan


"kak, aku bosan" kata Joana pada Motheo dan Samuel yang berkumpul dengan para anak buah mereka


"ajak aku jalan jalan lagi ya seperti waktu itu"


"bisa, tapi aku membawa semua (para anak buah)" jawab Samuel


"emm iya udah, tapi kan gak rame barengan kan?"


"maksudnya?"


"yaa kan nanti pisah, aku sama kalian berdua seperti waktu itu saja kan?" tanya Joana


"iya okeh, bisa, tapi semua akan ikut tetap ya"


"yaa"


dalam pikiran Joana, yang penting bisa keluar saja dulu dikeramaian, hingga hari itu tiba, dimana Joana pun akhirnya siap siap dan mereka pergi ketaman hiburan (bukan yang kemarin)


sesampainya, Joana mulai curiga karna terlihat taman hiburan tidak seperti biasanya, ia pun melihat hingga masuk dan benar saja kecurigaannya, jika taman hiburan itu sepi, tidak ada sama sekali orang


Motheo dan Samuel sudah sengaja membayar untuk bookingan seluruh wisata hiburan disana mereka sewa seharian bayar full diawal semuanya


"kak, ini kok sepi?" tanya Joana


"iya, aku sudah mengurusinya untuk kita sewa" kata Motheo


"kak, aku mau nya kan dikeramaian, bisa refresh otak, kalau cuma begini sepinya, aku malas ih" ucap Joana


disini sebenarnya sudah menunjukkan keanehan karna Joana meminta keramaian tapi belum ada yang sadar rencana Joana


mereka memutuskan pulang saja dan diam dirumah itu sembari Joana memikirkan cara lain untuknya melaksanakan rencananya


hari berlalu.. ia tiba tiba ingin eskrim, dengan manjanya ia menyapa Motheo dan Samuel


"kak, aku mau ice cream"


"dimana?" tanya Motheo


"dimana saja, ayo belikan sana"


"aku mana tau"


"yaudah keluar saja tapi sepuluh orang ikut semua, jaga jaga kamu" kata Samuel


"iya deh"


mereka pergi, membeli ice cream, cukup banyak dibeli, makan dari satu tempat ke tempat yang lain, sampai tempat ke enam mereka datangi untuk menuruti keinginan Joana


disini terbesit pikiran Joana kabur, karna melihat situasi ini memungkinkan, sekitarnya rame, jadi ia bisa saja kabur diam diam


semua sibuk mengobrol, Motheo sibuk dengan hapenya dan Samuel memesankan ice cream nya, sementara Joana perlahan berjalan mundur beberapa langkah, dengan halus ia lakukan rencana itu


dan ketika ada seorang bapak bapak, cukup tua, ia mengikuti jalan bapak itu dan bersembunyi dengan masuk ke kemudi pemilik ice cream itu


seketika itu Joana merasa sudah aman, ia bersembunyi di mobil itu, saat menyadari tidak ada Joana, semua bingung


"Joana?" ucap Samuel


"kemana dia?" teriak Motheo


sepuluh orang disana mencari diseluruh tempat dekat sana, tapi Joana tidak bisa keluar dari mobil itu, ia bersembunyi di bawa pijakan kaki hingga pemilik ice cream itu sudah siap pergi, dimana mereka memutuskan pergi karna melihat keributan dari Motheo dan Samuel membuat mereka takut


tapi mereka tidak sadar jika gadis dicari Motheo Samuel tadi ada di bawa kaki mereka, saat mereka berhenti disalah satu taman lainnya, Joana mengintip dan mereka kaget


"wooo" ucap teman supir mobil ice cream itu


"pak, ini dimana?" tanya Joana


"hei, kamu siapa?"


"aku Joana"


"Joana? ahh kamu gadis dicari bos Theo dan bos Sam kan?"


"iya pak, aku diculik setahun sama mereka, tapi aku mau kabur"


"astaga... kenapa dimobil saya?"


"hanya disini tempat pas"